Category: Artikel

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

Admin Dinkes

8 Buah Untuk Sakit Maag Yang Aman dan Dianjurkan

Tidak semua buah dapat dikonsumsi penderita maag. Untuk itu, ketahui beberapa jenis buah untuk sakit maag yang aman dikonsumsi setiap hari tanpa perlu khawatir akan memperburuk kondisi yang telah ada. Sakit maag sebenarnya merupakan bahasa awam yang dipergunakan untuk menggambarkan berbagai gejala atau ketidaknyamanan seperti nyeri ulu hati, mual, kerap bersendawa dan sebagainya. Bila merujuk pada masalah lambung saja, maka sakit maag bisa kita sebut dengan gastritis, yakni suatu kondisi yang ditandai dengan adanya peradangan pada lapisan lambung yang dilihat secara langsung oleh alat endoskopi. Lebih luas, terdapat pula sindroma yang disebut dengan dispepsia. Memiliki gejala serupa dengan penyakit yang disebut dengan maag, namun lebih universal. Dimana dispepsia ini mencakup semua gejala dari sistem pencernaanyang buruk, termasuk gastritis, GERD, tukak lambung, pankreatitis, batu empedu, penyakit celiac dan lainnya. Apabila gangguan pencernaan tersebut tidak diketahui secara jelas penyebabnya, maka disebut dengan dispepsia fungsional atau dispepsia non-ulkus. Karena terkait erat dengan sistem pencernaan, seorang penderita maag tentunya harus benar-benar memperhatikan makanan yang hendak dikonsumsinya, tak terkecuali buah. Ada buah yang sebaiknya dihindari dan tentunya ada pula yang layak dikonsumsi guna menunjang kesehatan tubuh yang optimal. Berikut beberapa pilihan buah untuk sakit maag yang aman dikonsumsi 1. Apel Apel memiliki efek sedatif dan kaya akan pektin yang terbukti dapat diandalkan dalam membantu melapisi dinding lambung dengan mengurangi asam lambung. Kandungan seratnya yang cukup tinggi dan kehadiran senyawa sorbitol didalamnya semakin menegaskan manfaat buah bernama Latin Malus domesticaa ini terhadap kesehatan sistem pencernaan. 2. Pir Pir direkomendasikan sebagai salah buah untuk sakit maag lantaran memiliki efek antibakteri dan terdiri dari vitamin, mikroelemen serta asam lemak yang sangat bermanfaat. Meski demikian, penderita maag disarankan untuk tidak mengonsumsi buah pir dalam keadaan perut kosong. Mengingat serat kasar didalamnya dikhawatirkan dapat melukai mukosa lambung yang sudah meradang. 3. Alpukat Selain dikenal dapat mencegah janin cacat berkat kandungan asam folat dan lemak baiknya, buah alpukat juga ternyata menawarkan manfaat penting bagi kesehatan gastrointestinal keseluruhan lantaran kaya akan serat dan bersifat antimikroba. Bahkan dalam sejumlah temuan penelitian diketahui bahwa alpukat bermanfaat dalam pengobatan juga pencegahan kanker usus besar, kanker perut, kanker pankreas dan kanker serviks. 4. Pisang Pisang kaya akan serat, pektin, senyawa antioksidan dan beragam nutrisi penting lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan, termasuk lambung. Pisang juga merupakan salah sumber terbaik dari mineral potasium dan magnesium yang berperan dalam mengontrol tekanan darah. 5. Pepaya Buah tropis satu ini mengandung enzim papain yang mampu memecahkan molekul protein dan bermanfaat dalam mengurangi gejala dari berbagai masalah pencernaan seperti sembelit, maag hingga sindrom iritasi usus besar. Pepaya juga diketahui dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi tanda-tanda penuaan dini berkat kandungan vitamin C dan likopen didalamnya. 6. Air Kelapa Muda Selain dapat memulihkan hidrasi dan mengisi kembali elektrolit yang hilang selepas beraktivtias, air kelapa juga nyatanya berkhasiat dalam membantu mengurangi peradangan pada lambung juga usus. Hal ini ditenggarai oleh kandungan tannin dan asam laurat pada air kelapa yang bersifat antibakteri. Daging buahnya pun mengandung serat yang dapat melancarkan gerakan usus dan bertindak sebagai pencahar alami. 7. Semangka Kandungan airnya yang begitu tinggi, serat, rasa manis dan berbagai nutrisi didalam buah semangka diketahui dapat membantu mengurangi peradangan pada lambung ketika asam lambung menyerang. Bagi pria dengan disfungsi ereksi, buah semangka mampu berperan sebagai “viagra alami” berkat kandungan asam amino citrulline didalamnya yang dapat merilekskan pembuluh darah sehingga mendukung ereksi yang lebih baik. Lebih lengkap baca: Manfaat Buah Semangka, Kandungan Gizi, dan Efek Samping 8. Buah Beri Blueberry, blackberry dan raspberry merupakan beberapa contoh dari keluarga beri-berian yang begitu kaya akan antioksidan, serat dan berbagai nutrisi penting yang tak hanya menawarkan manfaat mengesankan bagi kesehatan gastrointestinal saja, namun organ tubuh secara keseluruhan. Berbagai bukti ilmiah menyebutkan bahwa konsumsi secara rutin buah beri-berian terkait dengan meningkatnya kinerja sistem pencernaan, memori otak dan menurunnya risiko terhadap penyakit jantung serta jenis kanker tertentu. Itulah beberapa buah untuk sakit maag yang dapat dikonsumsi setiap hari dalam jumlah cukup. Untuk mendapatkan manfaat lebih sekaligus membantu mengelola gejala maag yang mungkin timbul, terapkan beberapa tips sederhana berikut: Makanlah dalam porsi kecil namun lebih sering. Hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur. Minumlah air putih rata-rata 8 gelas/hari. Jauhkan diri dari stres. Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol. Di samping itu, berolahragalah secara teratur 3 kali seminggu dan konsultasikan segera dengan dokter ahli untuk mencari tahu penyebab utama dan pengobatan yang tepat dari sakit maag yang dialami. Terlebih bila sudah disertai dengan gejala lain seperti sering muntah, sulit menelan dan penurunan berat badan yang cukup drastis.

GERD (Gastro-esophageal Reflux Disease) : Bukan Sakit Maag Biasa

Saya sering mendapat pertanyaan sudah minum obat maag ( Antasida) tetapi belum sembuh. Keluhannya seperti perut perih di sebelah kanan atau kiri. Terasa seperti perih diuluh hati dan disertai perasaan terbakar, jantung berdebar, dada sesak. Mereka umumnya penasaran sakit apa dan sudah bolak-balik ke dokter tetapi sering kambuhan dan tidak pernah benar-benar sembuh.  Sebernarnya mereka yang punya keluhan seperti ini sakit apa sih? jawabannya GERD. GERD disebut Gastroesophageal reflux disease. Sedikit berbagi tips dari saya bahwa pengobatan GERD dengan terapi Proton pump inhibitors seperti omeprazole, esomeprazole, pantoprazole, lansoprazole, bahkan rabeprazole) atau dikombinasi dengan Gastric H2 receptor blockers ( Famotidine, Ranitidine). Bisa juga dengan bantuan Antibiotik dan sedikit obat penenang. Sebaiknya ke dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat dan pengobatan tuntasnya nya berlangsung selama 2-3 bulan. Beberapa literatur menyebut 4-8 minggu dan mungkin bisa lebih tergantung dari tingkat sakitnya. Mintalah nasehat dari dokter untuk mengobati ini dengan benar dan mengubah pola makan menjadi lebih sehat dan teratur. Semoga sehat selalu.

Penyakit Terbanyak Dalam Kurun 5 Tahun di Indonesia

1. Obesitas Kelebihan berat badan merupakan pemicu penyakit seperti hipertensi, diabetes, jantung karena timbunan lemak dapat mengganggu fungsi organ. Obesitas dapat menyebabkan berbagai masalah ortopedik seperti nyeri punggung dan nyeri sendi (lutut, pinggul, pergelangan kaki). 2. Demam Berdarah Dengue (DBD) Penyakit yang disebabkan oleh gigitan Nyamuk Aedes Aegypti ini menimbulkan gejala demam akut, mual, muntah, nyeri tulang, bercak merah di kulit. DBD membahayakan karena dapat menurunkan level trombosit penderita dengan drastis. 3. Gagal Ginjal Penyakit ini merupakan kelanjutan dari batu ginjal yang semakin parah sehingga penderita harus melaksanakan cuci darah seumur hidup karena ginjal gagal berfungsi. 4. Katarak Penyakit mata yang disebabkan kekeruhan lensa mata sehingga pandangan berkurang akibat paparan sinar ultraviolet, penggunaan obat seperti steroid, proses penuaan, dan diabetes. 5. Hepatitis Penyakit yang menyerang organ hati ini terjadi karena infeksi virus, obat-obatan, dan alkohol dengan gejala mata dan kulit berwarna kuning, demam tinggi, mual, nyeri perut. Suntik Vaksin Hepatitis A membantu memberikan kekebalan dari penyakit ini. 6. Tifus Penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Salmonella dan menyerang saluran pencernaan ketika imunitas tubuh melemah, pola makan yang tidak teratur, dan tingkat kelelahan yang tinggi. 7. Jantung Koroner  Adalah satu dari 20 Penyakit Terbanyak Di Indonesia yang merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Gejala yang ditimbulkan yaitu denyut jantung tidak teratur, mual, nyeri, tubuh berkeringat, dan sesak di bagian dada. Penyakit ini terjadi karena pembuluh darah ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. 8. Tuberkolosis (TBC) Penyakit yang disebabkan oleh Kuman TBC ini menyebabkan penderita mengalami batuk berkepanjangan, sesak nafas, nyeri dada, dan dahak berdarah. Penderita harus menjalani terapi pengobatan selama 6 bulan tanpa henti agar TBC tidak pernah kambuh lagi dan penderita tidak berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain. 9. Batu Ginjal Kurang minum air putih, sering duduk lama, sering menahan buang air kecil dalam waktu lama, serta konsumsi zat purin secara berlebihan menyebabkan penumpukan batu/kristal di dalam kandung kemih dan menyumbat saluran kemih. Pada stadium awal penderita cukup diberikan antibiotik dan diuretik dan selanjutnya penderita harus menjalankan kebiasaan baik yaitu minum air putih 1,5-2 liter perhari dan jangan menahan berkemih. 10. Diabetes Mellitus (Kencing Manis) Penumpukan kadar gula dalam darah menyebabkan gangguan metabolisme dan produksi Insulin. Anda perlu waspada jika mengalami luka yang sulit kering. Diabetes sesungguhnya tidak berbahaya namun komplikasi yang ditimbulkanlah yang menyebabkan kematian. 11. Hipertensi/Tekanan Darah Tinggi Penyakit ini disebabkan oleh konsumsi makanan berlemak/berkolesterol tinggi berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik/olahraga. Hipertensi membahayakan karena menyebabkan stroke, gagal jantung, serangan jantung akibat penumpukan lemak dalam darah. 12. Stroke Pola hidup yang tidak seimbang antara bekerja, berolahraga, dan beristirahat serta kebiasaan buruk seperti merokok dan kecanduan alkohol meningkatkan angka penderita Stroke setiap tahuannya. Penderita diabetes, hipertensi, asam urat harus waspada terhadap Stroke. Pasien sering terlambat ditangani karena baru dibawa ke rumah sakit setelah terjadi serangan Stroke. 13. Kanker Penyakit ini semakin menggejala karena faktor meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, polusi udara, tingkat stres tinggi. Kemoterapi seringkali menjadi pilihan satu-satunya bagi penderita kanker untuk menghentikan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi “silent killer” bagi wanita Indonesia. 14. Penyakit Paru Kronis Kebiasaan merokok masyarakat Indonesia serta banyaknya warga yang tinggal di kawasan industri dan pemukiman padat penduduk mengakibatkan tingginya angka Penderita Paru Kronis. 15. Diare Separuh penduduk Indonesia masih tinggal di kawasan kumuh dan tidak memiliki sanitasi yang baik. Sayangnya, penanganan Diare sering tidak serius sehingga banyak menyebabkan kematian pada anak dan balita. 16. Tumor Penyakit yang banyak menyerang wanita di perkotaan ini dikarenakan toilet yang tidak higienis, tingkat stres yang tinggi, dan konsumsi makanan berpengawet/berMSG secara berlebihan. Tumor harus segera diatasi agar tidak berkembang menjadi tumor ganas atau kanker. 17. Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) Penyakit yang banyak balita dan anak-anak ini terjadi karena perubahan cuaca dan mengakibatkan penderita mengalami kesulitan bernafas, batuk-batuk, dan nyeri dada. 18. Flu Burung Penyakit yang disebabkan oleh Virus Avian Influenza ini dapat menular melalui udara, makanan/minuman, dan sentuhan dengan penderita atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi. Penyakit ini harus segera ditangani karena virus berkembang dengan cepat. 19. Autisme Gangguan perkembangan yang menyebabkan anak sulit berkomunikasi dan bersosialisasi ini disinyalir terjadi karena selama proses kehamilan ibu banyak terpapar zat beracun dan radikal bebas yang menyebabkan kelainan saraf pada anak. 20. HIV/AIDS Penyakit yang belum ada obat dan vaksinnya ini ditularkan melalui hubungan seksual tidak aman tanpa pengaman, transfusi darah, dan penggunaan jarum suntik pada narkoba suntik/tato/tindik. Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Penanggulangan HIV/AIDS dengan deteksi dini dan pemberian obat ARV (Antiretroviral) dapat memperpanjang harapan hidup penderita. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menangani 20 Penyakit Terbanyak di Indonesia ini diantaranya dengan pengendalian masalah tembakau melalui penetapan kawasan tanpa rokok, pengaturan makanan berisiko dengan kandungan gula/garam/lemak tinggi, dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, upaya pemerintah tidak akan ada artinya bila masyarakat tidak mendukung dengan menjaga kesehatan masing-masing dalam menghindari  20 Penyakit Terbanyak di Indonesia  . Kesehatan sangat mahal harganya karena itu mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selain itu, miliki asuransi kesehatan untuk melindungi kesehatan Anda dan keluarga dalam jangka panjang sekaligus berfungsi sebagai tabungan dan investasi. sumber: buletinsehat.com Fakta menarik tentang 20 Penyakit Terbanyak Di Indonesia adalah penyakit tersebut bukanlah termasuk kategori Penyakit Tidak Menular (PTM). Penyebab kematian tertinggi dari seluruh penyebab kematian adalah hipertensi (31,7%), diabetes (30,3%), stroke (15,9%), kanker, cedera (7,5%), jantung (7,2%), dan penyakit paru obstruktif kronis yang umumnya menyerang usia produktif. Penyakit-penyakit tersebut dipicu oleh berbagai faktor risiko diantaranya gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, diet yang tidak sehat, merokok, dan lainnya. Riset Departemen Kesehatan RI menunjukkan bahwa penduduk usia produktif di Indonesia sebanyak 93,6% kurang konsumsi sayur dan buah, 48,2% kurang aktivitas fisik, dan 34,7% merokok setiap hari. Peningkatan angka penderita penyakit ini berdampak negatif bagi ekonomi dan produktivitas karena pengobatannya memerlukan biaya besar dan waktu lama. Diantara penyakit tersebut sebagian besar adalah penyakit kronis yang bisa menyebabkan bencana finansial (kebangkrutan/terbelit hutang) pada diri penderita dan keluarganya.

Menteri Kesehatan RI Hadiri Rakerkesda Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu “Kolaborasi Provinsi Dan Kabupaten/Kota Dengan Dukungan Pusat Dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Menuju Cakupan Pelayanan Kesehatan Semesta”

Rakerkesda  Provinsi Bengkulu merupakan kalender kerja tahunan  Dinas Kesehatan Provinsi dalam rangka untuk menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang dalam pembangunan kesehatan di wilayah provinsi bengkulu. beberapa hari lalu Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu telah menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah Tingkat Provinsi  Tahun 2019  yang melibatkan  Dinas Kesehatan  se-Kabupaten/Kota yang di gelar selama 3 hari mulai dari tanggal 12 Maret hingga 14 Maret 2019. Hari pertama, rapat kerja kesehatan daerah provinsi bengkulu tahun 2019 dengan tema yang di ambil adalah Kolaborasi Provinsi  Dan  Kabupaten/Kota Dengan Dukungan Pusat Dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Menuju Cakupan  Pelayanan Kesehatan Semesta. Rakerkesda  di awali dengan pebahasan 5 isue pokok strategis bersama Dinas Kesehatan se-Kabupaten Kota se-Provinsi Bengkulu dengan menghadirkan  Narasumber  dari  jajaran Kementerian Kesehatan RI di antaranya  Direktur Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dengan moderator Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Azhar,SH,M.Kes di dampingi oleh seluruh Kepala Bidang di antaranya: Kepala Bidang Kesmas Nelly Alesa,SKM,M.Si, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dokter Gigi Edriwan Mansyur dan Kepala Bidang P2p Lisenty Bahar. Hari kedua  masih  dengan pembahasan isue strategis di  lanjutkan rapat pleno  antar bidang  atau  kelompok yang nanti akan  di susun dalam rancangan aksi daerah 2019 kali ini yang menjadi narasumbernya adalah dr.Kirana Pritasari Dirjen  Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI. Memasuki hari ketiga Rakerkesda Provinsi Bengkulu Tahun 2019 ini di hadiri langsung  orang nomor satu di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Rapat Kerja Kesehatan  Daerah Provinsi Bengkulu kali  ini merupakan agenda terbesar  tahun 2019. Selain beberapa dirjen dan staf ahli dan pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan RI hadir juga Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof.DR,Dr,Nila Djuwita Anfasa Moeloek, Gubernur Provinsi  Bengkulu Dr,H,Rohidin Mersyah Kepala Dinas Kesehaatan Provinsi Bengkulu H.Herwan Antoni,Skm.M.Kes,M.Si dan seluruh Kepala Dinas Kesehatan dan Pejabat  Kabupaten/Kota Se-provinsi Bengkulu dalam gelaran Rapat Kerja Kesehatan Provinsi Bengkulu  Tahun 2019  merupakan tindak lanjut  dari  Rapat Kerja Kesehatan Nasional yang di gelar beberapa bulan Februari  lalu di Kota Tangerang Provinsi Banten,  Ada 5 pokok isue  strategis  kesehatan yang perlu menjadi fokus pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia terkhusus di Provinsi Bengkulu. Sistem rujukan berjenjang yang di lakukan secara on line ke lima isue yang menjadi pembahasan secara nasional dan sistem rujukan berjenjang yang dapat di emplementasikan yang tertuang dalam rencana aksi derah raflesia. Rencana Aksi Daerah Raflesia Meliputi: 1. Remaja putri,wanita usia subur danibu hamil di berikan tablet tambah darah. 2. Anak di berikan asi ekslusif,imunisasi,vitamin,obat cacing dan stimulasi deteksi instervensi dan tumbuh kembang. 3. Fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan mampu mengatasi  masalah gizi fokus pada 1000 hari pertama kehidupan melalui  pendekatan keluarga yang terintegrasi. 4. Lakukan gerakan masyarakat hidup sehat pada siklus kehidupan 5. Edukasi  gizi keluarga melalui pemberdayaan  kearifan lokal. 6. Survelensi gizi di lakukan secara aktif di posyandu 7. Intervensi secara kasus ibu hamil,gizi kurang dan gizi buruk yang komprehensif. 8. Akses air bersih dan sanitasi lingkungan yang tersedia dan memenuhi syarat kesehatan Lima isue strategis  tersebut adalah : 1. Penurunan angka kematian ibu dan bayi dan balita  (AKI-AKM) 2. Menurukan prepalensi Stunting 3. Eleminsai TBC 4. Peningkatan cakupan kwalitas imunisasi 5. Penurunan penyakit tidak menular (PTM) Khusus provinsi bengkulu di tambah 1 tugas pokok yakni sistem rujukan berjenjang yang di lakukan secara on line

Leukemia, Limfoma dan Myeloma,,, “Mitos dan Fakta Kanker Darah”

Tanggal 15 September diperingati sebagai hari kanker limfoma sedunia. Hari ini diperingati untuk membantu orang agar lebih waspada terhadap kankernomor tujuh yang sering diderita orang Indonesia ini.   Kanker limfoma sendiri termasuk dalam jenis kanker darah yang menyerang limfosit atau kelenjar getah bening. Namun jenis kanker darah ini tak cuma kanker limfoma, tapi juga ada leukemia dan juga myeloma. Kanker darah merupakan jenis kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah sehingga menghambat kemampuan tubuh melawan infeksi. Kanker darah ini dapat diobati dengan perawatan yang tepat. Namun, beragam mitos masih berseliweran mengenai kanker darah. Kesalahpahaman itu sering kali dipercaya dan justru memperburuk keadaan para penderita dan keluarga pasien kanker darah. Berikut merupakan mitos dan fakta yang benar seputar kanker darah. 1. Leukemia sama dengan kanker darah? Selama ini, masyarakat memahami leukemia sama dengan kanker darah. Namun, pernyataan ini tak sepenuhnya benar.   “Pernyataan itu sebagian benar, sebagian lagi salah. Yang benar adalah leukemia adalah salah satu tipe dari kanker darah. Ada beberapa tipe dari kanker darah, bukan hanya leukimia saja,” kata Konsultan Senior Hematologi di Parkway Cancer Center (PCC) Singapura Lim ZiYi saat berbincang dengan media di Jakarta. Dokter ahli hematologi atau ilmu yang mempelajari darah itu menjelaskan ada tiga tipe kanker darah yang banyak ditemui. Selain leukimia, terdapat jenis kanker darah limfoma dan myeloma. Leukemia berkaitan dengan kanker pada sel darah putih dan banyak menyerang anak-anak dan jarang pada orang dewasa. Sedangkan limfoma merupakan kanker darah yang menyerang limfosit. Kanker ini dikenal juga nama kanker kelenjar getah bening yang umum terjadi pada orang dewasa. Sementara myeloma merupakan kanker pada sel plasma. “Meski kasus kanker darah ini jarang, jumlah penderitanya perlahan meningkat,” ujar ZiYi.   ZiYi menyebut tiga jenis kanker ini memiliki subtipe yang jumlahnya dapat mencapai ratusan buah dan berpengaruh pada jenis pengobatan yang bakal dijalani. 2. Kanker darah merupakan penyakit keturunan? Informasi yang juga simpang siur di masyarakat adalah kanker darah merupakan penyakit yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Akan tetapi, ini hanya mitos belaka. Konsultan Hematologi PCC lainnya, Colin Phipps Diong menjelaskan kanker darah memang merupakan penyakit genetik tapi tidak diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. “Ini bukan salah orang tua. Tidak, penyakit ini tidak diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Penderita yang hamil, bayinya akan baik-baik saja. Tidak seperti jenis kanker lain,” kata Phipps. Phipps menyebut perubahan gen pada penderita kanker darah terjadi secara spontan dan tiba-tiba. Perubahan ini tidak diturunkan, melainkan terjadi ketika sudah dikembangkan dalam tubuh. Hingga saat ini, tak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya perubahan sel darah menjadi sel kanker itu. Beberapa penelitian mengaitkan dengan beberapa faktor seperti lingkungan, pola makan dan stres. “Kanker darah tidak bisa dikaitkan dengan hal lain seperti merokok pada kanker paru atau alkohol pada liver,” ujar Phipps. 3. Baru bisa dideteksi pada stadium akhir? Masyarakat sering kali cemas lantaran menganggap kanker darah baru dapat diketahui pada stadium akhir. Namun, menurut Phipps, kanker darah bisa dideteksi dini dengan memeriksakan gejala yang kerap timbul. Gejala itu meliputi demam yang berkepanjangan, berat badan yang turun drastis, dan muncul pembengkakan pada getah bening untuk jenis limfoma. Jika merasa memiliki gejala ini, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. “Pengecekan kesehatan dapat mengetahui kondisi darah dan kenker dalam tubuh,” ucap Phipps. Di sisi lain, Phipps menjelaskan pada kanker darah tak ada istilah penanganan yang terlambat.  Dokter umumnya tak lagi mengenal istilah stadium seperti kanker lain lantaran kanker darah terjadi pada darah yang beredar di seluruh tubuh.   “Pada leukemia stadium 1,2,3, atau 4 tak lagi penting. Kami memeriksakan kondisi dan melihat penanganan yang tepat. Tak ada pula istilah kanker darah tak bisa disembuhkan atau sama dengan hukuman mati,” tutur Phipps. 4. Hanya keluarga yang bisa donor sumsum tulang belakang? Salah satu metode pengobatan kanker darah adalah dengan donor sumsum tulang belakang. Kabar yang beredar donor ini mesti berasal dari keluarga. Phipps menjelaskan sumber terbaik memang berasal dari saudara kandung. Sumber lainnya bisa didapat dari anak atau orang tua. Namun, sumsum tulang belakang ini juga bisa diperoleh dari orang lain yang tidak memiliki hubungan darah. Beberapa stok sumsum tulang belakang atau stok darah tali pusar tersimpan di bank darah tali pusat dan bisa dipakai di seluruh dunia.  Phipps juga menyebut tak ada efek samping yang berkepanjangan bagi pendonor. Mereka hanya bakal merasa sakit dan kelelahan paling lama sepekan setelah proses donor. Saat ini, kemajuan teknologi juga membuat proses donor tak memerlukan operasi yang berat.   5. Vitamin C dapat setop Leukemia? Menurut ZiYi, tak ada data atau bukti yang menunjukkan dosis vitamin C yang tinggi dapat menyetop progres leukemia. Alih-alih menyembuhkan, dosis yang salah dari vitamin C itu justru dapat memperparah keadaan. ZiYi menyarankan agar penderita leukemia mengonsumsi asupan yang tepat sesuai takaran gizi yang sudah disarankan dokter agar dapat mempercepat penyembuhan.

ADVOKASI DANA DESA UNTUK KESEHATAN RAKYAT

UKBM atau Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat merupakan unit-unit kesehatan yang dikelola langsung oleh masyarakat, sudah sepatutnya mendapat manfaat dari kehadiran ADD. Seperti diketahui didesa sudah berkembang berbagai kegiatan UKBM seperti Poskesdes, Posyandu, Posyandu Lansia, Posbindu, Posmaldes, Pos TB dan sebagainya. Namun demikian perkembangan UKBM yang ada didesa hingga saat ini masih banyak mengalami kendala serta permasalahan sehingga dukungan ADD diharapkan dapat mampu membantu permasalahan yang dihadapi oleh UKBM pada umumnya. Dorongan untuk dapat mengalokasikan minimal 10% ADD bagi kegiatan UKBM tentunya harus didukung oleh semua pihak terkait. Tak terkecuali juga Pengurus Forum Kesehatan Masyarakat Desa (FKMD) serta kader berbagai macam UKBM yang ada. Sehingga masyarakat peduli kesehatan tidak hanya menjadi penonton terhadap pembagian kue ADD. Peran pendamping/fasilitator desa maupun petugas kesehatan diharapkan juga mampu mengawal ADD yang berpihak bagi program kesehatan di desa. Yang harus sesegera mungkin dilakukan adalah mengaktifkan kembali Forum Kesehatan Masyarakat Desa (FKMD) yang selama ini mati suri, untuk memulai kembali pola Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) sebagai wahana diskusi permasalahan kesehatan di masing-masing desa, sehingga diharapkan kegiatan kesehatan yang muncul di APBDesa merupakan upaya untuk mengentaskan persoalan kesehatan serta mengurangi disparitas status kesehatan penduduk didesa,  khususnya dalam upaya mendorong ketersediaan sarana yang menjadi faktor pemungkin (enabling factors) bagi kegiatan kesehatan didesa. Tenaga Kontrak Menemui Kepala Desa  sekecamatan Seginim Satu Persatu Untuk Melakukan Advokasi Dana Desa,  kepala desa sangat merespon dengan baik dan  Menjelaskan usulan Mengenai Dana Desa Untuk Kesehatan Seperti: Pemerian makanan tambahan di posyandu Insintif kader Pembelian alkes untuk cek kesehatan secara sederhana ( alat cek gula darah, kolestrol dll.) Sunatan Masal Pemebelian mesin foging dan obatnya dll. Kepala desa bersedia menganggarkan dana desa untuk dibidang kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi dana desa. ADVOKASI DANA DESA KE KADES DUSUN TENGAH UNTUK UKBM Setelah Advokasi Kades,seLanjutnya Menghadiri Undangan Rapat Kerja Pembangunan Desa (RKP DES)  kota bumi baru dengan di hadiri oleh kasi PMD, BABINSA, POLSEK, PUSKESMAS, tokoh agama, tokoh adat, dan masyrakat setempat Dan Mendapatkan Waktu Untuk Menjelaskan Dengan Masyarakat Mengenai Dana Desa Untuk UKBM. Tenaga Kontrak menjelaskan lage mengenai usulan dan manfat dari hal- hal yang di usulkan bagi masyarakat setempat, misalnya adannya insintef kader, dengan adanya kader posyandu balita, lansia KB dll maka kegiatan seperti posyandu akan berlajalan dengan lancar dan semakin meningkat, begitu juga manfaat pembelian mesin foging dan obatnya akan menjadikan desa itu mandiri dalam memberantas nyamuk yang bisa menyebabkan malaria. Dalam hal ini di lakukan perangkingan/diprioritaskan mana yang llebih penting berdasarkan azaz manfaatnya bagi masyarakat  untuk tahun 2018. Beberapa  hal yang sudah dsampaikan oleh tenaga kontrak baik pada waktu advokasi dan rapat RKP desa kepala desa dan perangkat desa sangat antusias dan senang apa yang telah saya sampaikan dan mereka menyetujui beberapa hal usulan dari saya, seperti pembelian mesin voging, anggaran untuk makanan tambahan posyandu, insintif kader dll.