Kemajuan teknologi menuntut kita untuk beradaptasi, hal ini di lakukan dalam upaya peningkatan kerja dan pelayanan yang lebih optimal hal ini selaras dengan menteri kesehatan nila farid moeloek  menargetkan meningkatkan layanan kesehatan masyarakat berbasis informasi teknologi (it) tentu hal ini tidak hanya berlaku di rumah sakit  tetapi juga di seluruh puskesmas di indonesia

Menurut data riset fasilitas kesehatan (Risfaskes) kondisi infrastruktur di rumah sakit jauh berbeda dengan puskesmas apalagi di era jkn  baru ada 1.227 rs di indonesia menggunakan aplikasi indonesia case base group (ina-cbg) sistem tersebut sudah menghitung layanan yang akan terima pasien sekaligus pengobatannya hingga dinyatakan sembuh.

Ini juga yang di inginkan oleh Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah guna meningkatakan pelayanan prima, pemerintah harus hadir lebih awal dan terdepan apalagi yang terkait dengan data dan informasi.

Sebagai Leading Sektor Kesehatan Dinas Kesehatan di bawah kepemimpinan  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni terus akan menciptakan sektor-sektor kesehatan terutama pelayanan kesehatan sudah berbasis Informasi Teknologi.

Di provinsi bengkulu tercatat ada 179 puskesmas dan 23 rumah sakit yang tersebar di 10 kabupaten kota. Dari data ini Dinas Kesehatan Proviinsi Bengkulu melalui Sub Bidang Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan  menargetkan semua pelayanan kesehatan sudah mulai berbasis IT. Dari data berbasi IT nantinya  semua data dan informasi yang terkait jumlah dan pelayanan akan terakses dengan cepat sehingga di dapat informasi yang cepat dan akurat.

Peluncuran  data Dinas Kesehatan Provinsi dan Nasional ke 54 di halaman kantor gubernur bengkulu hadir dalam acara ini seluruh OPD dan Instansi seluruh di lingkungan pemerintah provinsi.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *