DI era milenial, hidup orang bergantung pada dunia teknologi. Sampai-sampai untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal pun harus akses lewat Internet.

Hal itu sangat sulit dipungkiri, pesatnya perkembangan teknologi membuat beberapa orang tidak boleh ketinggalan. Termasuk penyedia jasa layanan kesehatan seperti Rumah Sakit. Ada sistem yang mengatur dengan basis teknologi.

CEO Lippo Group yang membawahi Siloam Hospital Dr James T Riady mengakui, sistem pelayanan di bidang kesehatan semakin hari bertambah pesat. Majunya era digitalisasi bisa membuat orang jadi lebih praktis saat berobat atau sekedar konsultasi dengan dokter.

“Pada akhirnya dunia medis dan kesehatan akan bergeser ke dalam dunia digital. Itu artinya sistem digitalisasi sangat berperan,” ujarnya kepada Okezone.

Dia menambahkan, dalam mengakses pelayanan kesehatan dari segi apapun, pasien kini mudah menggunakan situs daring dalam mencari informasi apapun di dunia kesehatan.

Smartphone bahkan saat ini benda yang tak pernah ketinggalan di bawa pergi kemanapun. Dengan mudahnya seseorang mengakses kebutuhan hidupnya, termasuk saat menjalani gaya hidup sehat.

Menurutnya, seseorang jadi lebih efisien mendapatkan informasi seputar kesehatan lewat dunia maya. Tapi Anda harus cerdas memilih untuk menghindari informasi hoax.

“Smartphone benar-benar menjembatani sistem digitalisasi pada lingkup kesehatan. Sehingga terciptalah efisiensi akses dan tingkat kepedulian bagi pasien dan keluarganya,” terangnya.

Sayangnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat, sebagian masyarakat belum dapat menikmatinya. Ada beberapa kendala yang dihadapi, sehingga masyarakat belum puas atau mengalami hal lain.

“Teknik tidak hanya sebatas sistem dan data. Hal positif ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, ” pungkasnya.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menargetkan tahun 2015 untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat berbasis informasi teknologi (IT). Tentu hal ini tidak hanya berlaku di Rumah Sakit, tetapi juga di seluruh Puskesmas di Indonesia.

Untuk mewujudkan target itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan dukungannya atas usulan Menkes tersebut. Oleh karena itu, mantan Direktur Telkom itu menyatakan paling lambat semua bisa selesai di tahun 2015.

“Kami catat beberapa hal. Contoh bagaimana seluruh puskesmas di Indonesia bisa terhubung dengan Kemenkes secara langsung (dengan internet). Targetnya paling lama 2015 sudah selesai,” tutur Menteri Rudiantara kepada wartawan di Gedung Kemenkes RI, Jakarta.

Tambahnya, secara infrastruktur saat ini hampir seluruh kecamatan di Indonesia sudah memiliki layanan internet yang dapat diakses setiap saat. Tetapi teknis harus segera dibenahi agar masyarakat semakin puas dengan layanan kesehatan yang selama ini telah berjalan.

“Secara infrastruktur di lapangan seluruh kecamatan punya internet. Tinggal bagaimana di lapangan dihubungkan saja, karena itu bagian dari pelayanan masyarakat,” imbuhnya

Pasien jadi tambah mudah mendapatkan layanan dan mendapatkan akses cepat. Pasien juga nantinya tidak perlu datang ke Rumah Sakit dan harus menghadapi antrean yang panjang.

Kalau sering mengantre datang ke rumah sakit untuk sekedar registrasi atau melakukan pembayaran, tentu membuat orang jadi malas. Karenanya, setiap rumah sakit seharusnya berusaha mengandalkan sistem teknologi yang canggih agar memudahkan pasien.

Lebih mengembangkan pelayanan kesehatan bersumberdaya masyarakat

Struktur kemasyarakatan yang ada dalam masyarakat yang mampu menjangkau per keluarga secara langsung adalah RT, untuk itu perlu upaya menggandeng kelompok masyarakat ini. Posyandu dan Posyandu Lansia mungkin salah satu contoh yang sudah ada, dan sangat mungkin untuk dikembangkan dalam model lain misalnya penyuluhan Pola Hidup Sehat dan Bersih yang tentu akan lebih efektif jika dilakukan dan diawasi langsung oleh lingkungan. Petugas kesehatan tinggal keliling sesekali waktu untuk memberikan bekal teknisnya.

Memanfaatkan Teknologi Informasi

Banyak hal dalam kegiatan pelayana kesehatan masyarakat bisa memanfaatkan teknologi informasi. SIK, SIMPUS, website, dll adalah salah satu bentuk pemanfaatannya. Yang tak kalah penting adalah bagaimana memaksimalkan aplikasi-aplikasi yang sudah ada tersebut. Jangan sampai aplikasi dibangun kemudian dibiarkan saja dan hanya sebagai koleksi. Teknologi informasi adalah jalur pintas untuk memangkas kendala kesulitas akses wilayah, dan mempercepat komunikasi data.

Membangun jalur komunikasi langsung dengan masyarakat

Struktur birokrasi yang panjang sering kali menjadi kendala bagi pimpinan untuk mengetahui secara cepat data dari masyarakat, dan sebaliknya juga masyarakat juga susah untuk memberikan masukan ataupun koreksi kepada pihak pengambil kebijakan. Teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kendala ini. Produk yang bisa digunakan antara lain :

1. SMS Gateway

HP telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, tak peduli golongan apa saja. Karena ini SMS Gateway menjadi pilihan menarik untuk menampung informasi dan kritik dari masyarakat secara langsung.

2. Website yang uptodate

Hampir semua instansi sudah memiliki website, hanya saja sering kali hanya sekedar ada dan jarang diupdate. Agar lebih bermanfaat seharusnya website dikelola secara khusus dan secara harian memberikan informasi ataupun panduan kepada masyarakat tentang visi misi yang dituju oleh dinas kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *