Category: Berita

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

Jaga Terus Kekompakan dan Jaga Semangat Bergotong Royong, Derta Rohidin Ajak Bundo Kanduang DPW IKM

Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Derta Rohidin menghadiri pelantikan pengurus Bundo Kanduang DPW IKM Provinsi Bengkulu di Adeeva Hotel. Derta mengatakan Bundo Kanduang memiliki peran yang sangat penting, dalam mengembangkan dan melestarikan budaya Minang Kabau serta menjadi wahana untuk memperkokoh tali silaturahmi sesama anggota. “Seluruh anggota Bundo Kanduang mari bersatu padu, mendukung dan berpartisipasi aktif dengan setiap kegiatan yang dilaksanakan,” ujar Derta. Lebih lanjut, menurut Derta perlu terus menjaga kekompakan agar meraih prestasi dan membangun nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini diterapkan di Bundo Kanduang DPW IKM Provinsi Bengkulu. “Marilah kita menjaga semangat kebersamaan dengan semangat gotong royong, menjalankan program DPW IKM dan terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” jelas Derta yang juga merupakan pembina Bundo Kanduang DPW IKM Provinsi Bengkulu Untuk diketahui, Esi Nurasiah dikukuhkan sebagai Ketua Bundo Kanduang DPW IKM Provinsi Bengkulu oleh Ketua DPW IKM Provinsi Bengkulu Bujang HR bersama susunan kepengurusan periode 2023-2028.

Pelantikan Pengurus IKA FK UNSRI Provinsi Bengkulu, Gubernur Rohidin: Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik bagi Masyarakat

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK UNSRI) Provinsi Bengkulu, menggelar Pelantikan Pengurus IKA FK UNSRI Provinsi Bengkulu periode 2023-2028, di Balai Raya Semarak Bengkulu. Acara ini dihadiri Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Sekda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri, Ketua Umum IKA FK UNSRI, Ketua IKA UNSRI Provinsi Bengkulu, Dekan Fakultas Kedokteran UNSRI Palembang serta para pengurus dan anggota IKA UNSRI Provinsi Bengkulu. Terpilih sebagai Ketua IKA FK UNSRI Provinsi Bengkulu periode 2023-2028 yaitu dr. Taufik Hidayat. Ketua dan Pengurus baru IKA FK UNSRI Provinsi Bengkulu dilantik langsung oleh Ketua Umum IKA FK UNSRI dr. Junaidi. Dalam sambutanya, Gubernur Rohidin mengatakan, reputasi dan popularitas sebuah perguruan tinggi itu ditentukan dua hal yaitu, pertama, prestasi mahasiswa dan mahasiswi yang masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut. Kemudian adalah peran para alumninya. “Untuk reputasi UNSRI di Bengkulu, kami sudah merasakan peran itu. Dengan 130 orang dokter alumni dari Fakultas Kedokteran UNSRI yang bertugas di institusi pemerintah, swasta maupun mandiri dan kehadiran mereka ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Bengkulu,” tutur Gubernur Rohidin. Lebih jauh diungkapkannya, lebih terasa lagi kehadiran dan peran IKA FK UNSRI saat rangkaian HUT ke-55 Provinsi Bengkulu dengan menggelar bhakti sosial dan layanan kesehatan bersama pemerintah Provinsi Bengkulu. “Untuk itu, atas nama pemerintah dan masyakarat Provinsi Bengkulu kami haturkan terima kasih,” ungkap jebolan terbaik Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta ini. Di samping itu, lanjutnya, IKA FK UNSRI sudah menunjukan penerapan ilmunya, pengabdian dan profesi di tengah masyarakat selain melaksanakan berbagai kegiatan seminar untuk pengembangan keilmuannya. Gubernur Rohidin juga berpesan agar menjadikan Bengkulu ini rumah bagi IKA FK UNSRI, tempat mengabdi dan menjalani profesi, sebagai bentuk cinta dan pengabdian kepada almamater. “Tunjukkan bahwa Bengkulu ini adalah rumah kita semua,” sebutnya. Kenapa ikatan alumni perguruan tinggi perlu dibentuk, karena, jelas Gubernur Rohidin, hal itu sebagai amanat dari perguruan tinggi kita. Di samping sebagai wadah nostalgia juga sebagai wadah untuk saling menguatkan dan saling membimbing satu sama lain. “Ikatan alumni ini untuk wadah menunjukkan eksistensi keberadaan kita dan hal itu perlu ditunjukan, sehingga ada posisi posisi tawar kita dalam artian positif,” ujarnya. Terakhir, orang nomor satu di Provinsi Bengkulu ini juga menyampaikan selamat menjalankan tugas dan berharap IKA FK UNSRI agar dapat menjalani tugasnya dengan penuh kehati-hatian sesuai dengan sumpah profesinya. “Saya berharap kepada rekan-rekan para dokter, mari kita berjalan bersama-sama dan sama berniat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Bengkulu,” demikian harap Gubernur Rohidin.

AMBEIEN (WASIR)

Ambeien adalah penyakit di bagian saluran cerna yang cukup umum terjadi. Diperkirakan 1 dari 20 orang Amerika memiliki gejala penyakit ini. Di Indonesia sendiri menurut data Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 2015, prevalensi penderita ambeien adalah 5,7 persen dari total populasi. Ambeien atau wasir yang dalam bahasa medis disebut hemoroid dapat diderita baik oleh laki-laki maupun perempuan dari segala usia. Lantas apakah ambeien berbahaya? Simak penjelasan berikut untuk memahami definisi, penyebab, gejala, cara mengobati, hingga mitos dan fakta seputar ambeien. Apa Itu Penyakit Ambeien? Ambeien merupakan suatu kondisi terjadinya pelebaran pembuluh darah vena pada rektum bagian bawah (ambeien internal) atau di bawah kulit yang mengelilingi anus (ambeien eksternal). Gangguan ini kerap terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Namun, insidensi tertinggi penderita ini terjadi pada umur 20 hingga 50 tahun. Sembelit dan harus mengejan dalam waktu lama berpotensi tinggi menyebabkan ambeien. Selain itu, ambeien dapat terjadi pula pada kondisi lain seperti ibu hamil dan penderita penyakit kronis yang menyebabkan peningkatan tekanan di dalam perut. Teori lain kondisi ambeien adalah terjadinya kelainan pada katup vena, adanya hiperplasia vaskuler, dan degenerasi jaringan penyokong pada sekitar dinding anus. Penyakit ambeien secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu: Ambeien internal: muncul pada daerah rektum bagian bawah, benjolan tidak terlihat dan tidak terasa nyeri, ketika BAB keras dapat disertai darah segar dan/atau munculnya benjolan dari lubang anus (prolaps). Ambeien eksternal: benjolan tampak di bawah kulit di sekitar anus, dapat menyebabkan rasa gatal, nyeri atau rasa mengganjal, bengkak, dan/atau berdarah. Meskipun bisa terasa nyeri atau menyebabkan keluar darah, namun pada umumnya penyakit ambeien adalah kondisi yang tidak membahayakan dan tidak menular. Jenis gangguan ini pun mungkin dapat membaik dengan perubahan pola makan atau dengan bantuan obat ambeien. Gejala Ambeien Gejala ambeien tergantung pada jenisnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika Anda mengalami ambeien internal, Anda mungkin jarang atau bahkan tidak merasakan rasa sakit dan kemunculannya sering tidak diketahui atau tanpa gejala. Itulah mengapa banyak orang tidak tahu bila dirinya memiliki wasir. Namun, Anda mungkin akan melihat darah pada feses saat BAB akibat adanya prolaps atau keluarnya benjolan dari anus, namun benjolan tersebut dapat Anda tekan kembali ke dalam anus. Sedangkan gejala ambeien eksternal lebih terasa, seperti: Anus terasa gatal Muncul benjolan (bisa keras) di sekitar anus, tidak dapat dimasukkan Nyeri pada anus, terutama saat duduk Perdarahan dari anus Merasa belum tuntas BAB Penyebab Ambeien Pada dasarnya, ambeien disebabkan karena adanya peningkatan tekanan pada pembuluh darah di bagian bawah rektum dan anus. Segala jenis aktivitas yang menimbulkan ketegangan dan peningkatkan tekanan pada daerah tersebut atau perut bisa menyebabkan aliran darah dari dan menuju anus terhambat, sehingga terjadi penumpukan di pembuluh darah dan terjadilah benjolan. Beberapa aktivitas yang bisa memicu penyakit ambeien adalah: Mengejan keras saat buang air besar Terlalu lama duduk Mengangkat beban yang terlalu berat Kurang konsumsi serat Pemicu tersebut menyebabkan gangguan backflow sehingga pembuluh darah di anus mengalami pembengkakan. Kemudian, terjadi penurunan fungsi menutup dari katup vena, pelebaran dan menonjol, prolaps, dan menimbulkan pendarahan. Di samping itu, kehamilan juga sering dikaitkan dengan penyebab ambeien. Pasalnya rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah. Begitu juga pada ibu hamil yang mengejan saat proses melahirkan. Studi terbaru menunjukkan bahwa pasien dengan ambeien cenderung memiliki otot polos saluran anus yang lebih kencang bahkan ketika tidak mengejan. Namun, sembelit memperparah kondisi ini, karena mengejan saat buang air besar meningkatkan tekanan di saluran anus dan mendorong wasir melawan otot sfingter. Akhirnya jaringan ikat yang menopang dan menahan wasir melemah seiring bertambahnya usia, menyebabkan wasir menonjol dan timbul prolaps. Diagnosis Ambeien Diagnosis penyakit ambeien atau hemoroid didapatkan dari riwayat kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik. Apabila ada anggota keluarga pasien yang punya penyakit ambeien, kemungkinan keturunannya juga bisa memiliki masalah yang sama. Ambeien eksternal umumnya terlihat jelas, apalagi jika sudah terbentuk gumpalan darah. Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa area anus guna mengecek apakah ada pembengkakan atau benjolan, kebocoran tinja atau lendir, dan iritasi kulit atau tanda perdarahan. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan prosedur anaskopi, yaitu memeriksa saluran anus dengan alat bernama anoskop, tabung plastik pendek yang dimasukkan ke dalam anus hingga rektum. Saat menjalani prosedur ini biasanya pasien tidak membutuhkan bius. Cara Mengobati Benjolan Ambeien Kondisi ambeien yang masih di tahap awal masih bisa sembuh dengan sendirinya. Anda dapat mempercepat penyembuhannya dengan melakukan beberapa cara menghilangkan benjolan ambeien seperti berikut: Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat Minum air putih dengan cukup setiap hari Duduk di baskom/bath tub yang berisi air hangat selama +/- 10 menit beberapa kali dalam sehari Menjaga area anus tetap bersih Rutin berolahraga Hindari menggunakan kertas pembersih toilet kering, melainkan gunakan handuk kecil lembab atau kertas pembersih toilet basah tanpa kandungan parfum atau alkohol Kompres dingin anus menggunakan kantong es guna mengurangi pembengkakan Selain melakukan perawatan secara mandiri di rumah, beberapa kondisi ambeien memerlukan penanganan lebih lanjut dari dokter. Berikut beberapa cara mengobati ambeien: Konsumsi obat ambeien : Gunakan obat oles atau suppositoria Minum suplemen serat seperti psyllium atau methylcellulose Operasi pengangkatan penyakit ambeien (hemoroidektomi) yaitu mengangkat benjolan pembuluh darah dan jaringan berlebih yang menyebabkan pendarahan Stapling hemoroid, digunakan untuk menutup aliran darah ke jaringan hemoroid khususnya tipe ambeien internal Trombektomi ambeien eksternal, yakni prosedur medis ambeien dengan melakukan sayatan dan drainase sederhana Ligasi karet gelang, yaitu dokter akan mengikat satu atau dua pitak karet kecil di area sekitar ambeien internal untuk memutus aliran darah Injeksi skleroterapi, yaitu menyuntikkan larutan kimia khusus pada benjolan agar benjolan mengempes Elektroterapi, yaitu terapi dengan arus listrik dengan tujuan mengempiskan benjolan pada ambeien internal Terapi inframerah untuk membentuk jaringan parut sehingga memutus aliran darah ke jaringan ambeien (hanya digunakan pada ambeien internal) Terapi laser untuk membakar dan mengempeskan penyakit ambeien Anda juga harus memperhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi. Beberapa makanan untuk penderita penyakit ambeien antara lain: Buah-buahan, seperti pisang, apel, tomat, anggur, semangka Sayuran, misalnya kentang, wortel, bayam, kangkung Kacang-kacangan, termasuk jagung dan gandum Biji-bijian, seperti kacang polong, kacang hijau, almond Mitos dan Fakta Seputar Ambeien Sudah banyak penjelasan seputar penyakit ambeien secara lengkap. Namun pada praktiknya, masih ada banyak sekali anggapan-anggapan yang keliru seputar penyakit ini di masyarakat. Lalu, apa

Apa itu Penyakit Tiroid?

Oleh : Rahmi Suswanti, SKM, MM — Penyuluh Kesehatan Masyarakat Muda Penyakit tiroid adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada kelenjar tiroid yang memengaruhi fungsi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon. Akibatnya, hormon yang diproduksi menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Gangguan pada kelenjar tiroid akan berdampak pada beberapa fungsi organ tubuh yang menyebabkan munculnya berbagai gejala, seperti detak jantung tidak teratur (aritmia), mudah lelah, dan perubahan berat badan secara drastis. Penyakit tiroid adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Meski dapat dialami oleh semua kalangan usia dan jenis kelamin, namun kondisi ini lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Jenis-Jenis Penyakit Tiroid Penyakit tiroid adalah kondisi kelainan pada struktur, mutasi jaringan, ataupun produksi hormon organ tiroid. Berikut beberapa jenis penyakit tiroid: 1. Hipotiroidisme Hipotiroidisme adalah kondisi yang terjadi akibat produksi hormon tiroid yang terlalu rendah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kelainan pada hipotalamus, kelenjar pituitari, dan kelenjar tiroid. Hipotiroidisme menyebabkan metabolisme tubuh menjadi lebih lambat. Hipotiroidisme yang terjadi dalam waktu lama dapat berkembang menjadi miksedema (komplikasi yang menyebabkan penurunan suhu tubuh, gagal jantung, anemia, dan koma), terutama jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat. Sementara pada bayi dan anak-anak, kondisi hipotiroidisme yang tidak ditangani dengan tepat dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan hingga retardasi mental. 2. Hipertiroidisme Kebalikan dari hipotiroidisme, kondisi ini terjadi akibat kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid terlalu tinggi sehingga metabolisme tubuh menjadi lebih cepat dari biasanya. Hipertiroidisme dapat menyebabkan penurunan berat badan secara drastis dan jantung berdetak lebih cepat atau tidak teratur. 3. Nodul Tiroid Nodul tiroid adalah benjolan padat pada kelenjar tiroid yang berisi air. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista. Meski tidak berbahaya, tetap dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab timbulnya nodul tiroid. 4. Penyakit Gondok Penyakit gondok disebabkan oleh pembengkakan kelenjar tiroid dan terlihat seperti benjolan pada leher. Gondok umumnya tidak menimbulkan nyeri, namun membuat penderitanya merasa tidak nyaman hingga kesulitan menelan. 5. Tiroiditis Tiroiditis adalah peradangan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan produksi hormon terlalu tinggi atau rendah. Tiroiditis terbagi menjadi beberapa jenis, namun yang paling sering ditemukan yaitu tiroiditis Hashimoto (penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid). 6. Kanker tiroid Kanker tiroid disebabkan oleh adanya sel abnormal yang berkembang di kelenjar tiroid. Kondisi ini dapat disembuhkan apabila terdeteksi lebih awal. Penyebab Penyakit Tiroid Penyakit tiroid dapat dipicu oleh beberapa kondisi medis tertentu, seperti penyakit autoimun, infeksi virus atau bakteri, terapi radiasi, atau penggunaan obat untuk hipertiroidisme. Sementara itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tiroid adalah sebagai berikut: Sedang hamil atau baru saja melahirkan. Berusia di atas 60 tahun. Menderita penyakit autoimun. Pernah menjalani operasi tiroid (tiroidektomi). Menjalani perawatan dengan iodium radioaktif atau obat anti-tiroid Peradangan pada kelenjar tiroid. Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit tiroid (genetik). Gejala Penyakit Tiroid Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit tiroid tergantung dari jenis dan penyebabnya. Beberapa gejala yang dialami apabila hormon tiroid terlalu tinggi (hipertiroidisme) adalah sebagai berikut: Detak jantung tidak teratur. Nafsu makan meningkat namun berat badan tidak kunjung bertambah. Cemas dan gugup. Tremor, seperti tangan dan jari yang gemetar. Perubahan siklus menstruasi pada wanita. Mudah lelah. Diare. Sulit tidur. Kelenjar tiroid di bagian leher membengkak. Mudah kepanasan. Sering berkeringat bahkan dalam jumlah yang tidak wajar. Tekanan darah tinggi (hipertensi). Sementara itu, beberapa gejala yang bisa muncul akibat hormon tiroid terlalu rendah (hipotiroidisme) di antaranya: Sembelit. Berat badan meningkat tetapi nafsu makan menurun. Tubuh terasa lemah dan lelah. Depresi. Sensitif terhadap suhu dingin. Konsentrasi menurun. Kulit kering. Kesulitan menjalani aktivitas fisik. Diagnosis Penyakit Tiroid Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memastikan penyebab, salah satunya adalah memeriksa benjolan di leher. Apabila pemeriksaan penunjang dibutuhkan, maka dokter akan menganjurkan pasien untuk menjalani sejumlah tes berikut ini: Tes Darah Tes darah bertujuan untuk mengetahui fungsi kelenjar tiroid dengan mengukur kadar hormon tiroid. Melalui prosedur ini juga dokter dapat mengetahui apakah pasien mengalami hipotiroidisme atau hipertiroidisme. Biopsi Tujuan biopsi pada pasien penyakit tiroid adalah mengambil sampel jaringan tiroid untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Biasanya prosedur ini dijalankan oleh pasien yang dicurigai menderita kanker tiroid. Pemindaian Tes pemindaian dilakukan melalui USG tiroid atau nuklir tiroid. Tujuannya adalah mengetahui ukuran serta jenis benjolan yang dialami oleh pasien. Pengobatan Penyakit Tiroid Penanganan penyakit tiroid akan disesuaikan dengan jenis penyakit yang diderita oleh pasien. Apabila penyebab penyakit tiroid adalah kadar hormon yang tinggi, maka dokter akan memberikan sejumlah pengobatan, seperti: Memberikan obat antitiroid: Obat ini bermanfaat menghentikan produksi hormon dari kelenjar tiroid. Obat antitiroid yang biasanya diberikan pada penderita penyakit tiroid adalah propylthiouracil dan methimazole. Iodium radioaktif: Bermanfaat menghancurkan sel-sel tiroid sekaligus mencegah produksi hormon tiroid berlebih. Beta blocker: Dapat membantu mengendalikan gejala penyakit dan tidak berpengaruh pada produksi hormon tiroid. Apabila pengobatan di atas kurang efektif, biasanya dokter akan menyarankan pasien menjalani tiroidektomi (pembedahan kelenjar tiroid). Setelah menjalani prosedur ini, pasien harus mengonsumsi hormon pengganti tiroid seumur hidupnya. Sementara itu, bagi penderita penyakit tiroid akibat hormon tiroid yang terlalu rendah biasanya disarankan untuk menjalani terapi penggantian hormon. Pada terapi ini, dokter akan meresepkan obat hormon sintetis untuk memenuhi kebutuhan hormon tiroid. Komplikasi Penyakit Tiroid Beberapa komplikasi yang dapat dipicu oleh penyakit tiroid adalah: Krisis tiroid (kondisi yang terjadi akibat tingginya hormon tiroid). Koma miksedema (kondisi di mana hipotiroidisme tidak ditangani dengan baik sehingga memengaruhi fungsi otak). Retardasi mental atau penurunan fungsi kognitif pada anak. Apabila Anda merasakan gejala yang menyerupai penyakit tiroid, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan secara tepat.

Tongue-tie (Ankyloglossia)

Oleh : Rahmi Suswanti, SKM, MM — Penyuluh Kesehatan Masyarakat Muda Tongue-tie (ankyloglossia) adalah kelainan pada frenulum lidah bayi sehingga berukuran terlalu pendek. Hal ini mengakibatkan lidah bayi menjadi tidak leluasa bergerak. Jika tidak segera ditangani, tongue-tie dapat menyebabkan bayi sulit menyusu, serta kesulitan berbicara, makan, dan menelan. Frenulum adalah jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut. Normalnya, frenulum terpisah sebelum bayi lahir. Namun, pada bayi dengan tongue-tie, frenulum justru terbentuk dengan ukuran yang sangat pendek sehingga menyebabkan lidah tetap melekat dengan bagian dasar mulut. Tongue-tie merupakan kelainan kongenital yang diperkirakan terjadi pada 3–5% bayi yang baru lahir. Kondisi ini juga lebih umum terjadi pada bayi laki-laki daripada bayi perempuan. Penyebab Tongue-Tie Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab tongue-tie. Namun, pada beberapa kasus, bayi penderita tongue-tie memiliki orang tua dengan riwayat kondisi yang sama. Oleh sebab itu, ada dugaan tongue-tie terkait dengan faktor genetik. Gejala Tongue-Tie Bayi yang menderita tongue-tie umumnya memiliki gejala dan tanda berikut: Selain pada bayi, ibu menyusui juga bisa mengalami keluhan yang berkaitan dengan tongue-tie. Hal ini terjadi karena bayi tidak mampu menyusu dengan benar. Keluhan tersebut antara lain payudara merah, bengkak, nyeri, dan luka di puting payudara. Kapan harus ke dokter Lakukan pemeriksaan ke dokter jika bayi Anda menunjukkan gejala dan tanda-tanda di atas, terutama bila Anda juga mengalami gejala berupa: Perlu diketahui, tongue-tie bukanlah satu-satunya penyebab masalah dalam menyusui. Oleh sebab itu, pemeriksaan oleh dokter diperlukan agar bayi Anda mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Diagnosis Tongue-Tie Sebelum memeriksa kondisi bayi, dokter akan bertanya pada ibu bayi apakah ada masalah dalam menyusui bayinya. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada mulut bayi untuk melihat bentuk dan pergerakan lidahnya. Pada anak dengan kondisi tongue-tie, dokter akan meminta untuk menggerakkan lidah dan mengucapkan huruf tertentu, seperti R atau L. Pengobatan Tongue-Tie Pengobatan tongue-tie tergantung pada tingkat keparahannya. Jika bayi atau anak yang menderita tongue-tie masih bisa makan dengan baik, dokter akan menunggu dan memantau perkembangan kondisinya. Hal ini dikarenakan frenulum lidah bisa merenggang seiring waktu sehingga tongue-tie teratasi dengan sendirinya. Sementara pada tongue-tie yang sampai menyebabkan bayi sulit makan, dokter akan melakukan prosedur bedah yang jenisnya disesuaikan dengan tingkat keparahan pada bayi. Prosedur bedah tersebut antara lain: Frenotomi Frenotomi dilakukan pada tongue-tie yang tergolong ringan. Pada prosedur ini, dokter akan memotong bagian frenulum dengan satu sayatan menggunakan gunting steril atau pisau bedah. Frenotomi berlangsung cepat dan bisa dilakukan dengan atau tanpa obat bius. Perdarahan akibat frenotomi hanya sedikit sehingga bayi dapat langsung menyusu setelah prosedur selesai. Frenektomi Pada frenektomi, seluruh frenulum lidah dipotong dengan pisau bedah steril. Prosedur ini didahului dengan pemberian obat bius. Frenuloplasti Jika frenulum terlalu tebal untuk dipotong, dokter akan melakukan frenuloplasti. Pada prosedur ini, dokter akan memotong frenulum lidah dengan alat khusus lalu menjahit bekas lukanya. Jahitan ini akan terlepas dengan sendirinya setelah luka sembuh. Frenuloplasti dilakukan setelah pasien dibius terlebih dahulu. Pada beberapa kasus, tindakan ini dilakukan menggunakan laser. Pada masa pemulihan, pasien biasanya membutuhkan terapi wicara dan latihan lidah guna mengembalikan kemampuan pergerakan lidah. Komplikasi Tongue-Tie Tongue-tie dapat berpengaruh pada cara menelan, makan, dan bicara, sehingga dapat menimbulkan komplikasi, seperti: Masalah saat menyusu Bayi dengan tongue-tie bisa kesulitan saat menyusu. Alih-alih mengisap, bayi malah mengunyah puting payudara sehingga menimbulkan nyeri pada payudara ibunya. Selain itu, tongue-tie juga membuat bayi sulit mendapatkan asupan ASI yang cukup. Akibatnya, bayi dapat kekurangan nutrisi sehingga mengalami gangguan tumbuh kembang. Kesulitan dalam berbicara Tongue-tie bisa menyebabkan anak-anak mengalami kesulitan dalam mengucapkan huruf-huruf konsonan tertentu. Kesulitan melakukan aktivitas tertentu dengan mulut Bayi atau anak yang menderita tongue-tie dapat kesulitan melakukan gerakan sederhana yang mengandalkan lidah, seperti menjilat bibir. Kondisi mulut yang tidak higienis Tongue-tie dapat membuat lidah sulit membersihkan sisa makanan dari gigi. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan gigi serta pembengkakan dan iritasi pada gusi. Pencegahan Tongue-Tie Seperti yang telah disebutkan di atas, belum jelas apa yang menjadi penyebab tongue-tie. Oleh karena itu, belum diketahui pula bagaimana cara untuk mencegah kondisi ini. Segera lakukan konsultasi ke dokter bila bayi selalu kesulitan menyusu, atau jika ibu sering mengalami sakit payudara setelah menyusui.

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SEKOLAH

Oleh : Rahmi Suswanti, SKM, MM — Penyuluh Kesehatan Masyarakat Muda Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu : Mengingat jumlah anak di indonesia rata-rata 30% dari total penduduk Indonesia dan usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahaan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Jika tiap sekolah memiliki 20 kader kesehatan saja maka ada 5 juta kader kesehatan yang dapat membantu terlaksananya dua strategi utama Departemen Kesehatan Munculnya sebagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10), ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS disekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pedekatan usaha kesehatan Sekolah (UKS). PHBS disekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu dan mau serta mampu mempraktikan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Kegiatan PHBS ini juga akan mendukung program/kegiatan pemerintah dibidang penilaian sekolah Adiwiyata.

Apa itu PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)?

Oleh : Rahmi Suswanti, SKM, MM — Penyuluh Kesehatan Masyarakat Muda PHBS adalah singkatan dari pola atau perilaku hidup bersih dan sehat. Lebih tepatnya, PHBS adalah sebuah gerakan yang dilakukan dengan menjaga kebersihan serta kesehatan tubuh maupun lingkungan sekitar. Perilaku hidup sehat ini dapat diterapkan di mana saja, mulai dari rumah, sekolah, lingkungan kerja, hingga tempat umum. Tujuan PHBS adalah untuk meningkatkan kualitas hidup melalui kegiatan yang berlandaskan atas kesadaran diri sendiri. Selain menjaga kualitas hidup diri sendiri, PHBS juga bertujuan untuk melindungi kesehatan orang terdekat serta melestarikan lingkungan sekitar. Indikator PHBS Kesuksesan gerakan PHBS dapat dilihat dari berbagai aktivitas yang dilakukan atas kesadaran diri sendiri. Adapun sejumlah kegiatan yang menjadi indikator dalam keberhasilan PHBS adalah sebagai berikut: 1. Cuci Tangan menggunakan Sabun dan Air Mengalir Salah satu contoh perilaku hidup bersih dan sehat adalah membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan tangan yang sering kali menjadi sarana penyebaran bakteri dan virus penyebab penyakit. Apabila tidak menemukan akses sabun dan air mengalir, pastikan untuk membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70%. 2. Jaga Kebersihan Toilet Menjaga kebersihan toilet juga menjadi indikator penting dalam gerakan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini dikarenakan toilet kerap menjadi tempat berkumpulnya virus dan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. 3. Konsumsi Makanan Sehat Selama menjalani gerakan PHBS, penting bagi Anda untuk memperhatikan kebutuhan gizi tubuh. Anda dapat memenuhi kebutuhan gizi tersebut melalui konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Selain itu, pastikan pula makanan yang Anda sajikan telah diolah dengan bersih dan higienis agar terhindar dari kontaminasi virus maupun bakteri patogen. 4. Olahraga secara Rutin Olahraga secara rutin diketahui dapat menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan sistem imunitas yang turut mencegah berbagai macam serangan penyakit. Tak hanya itu, rutin berolahraga juga mampu menurunkan stres yang berdampak pada kesehatan tubuh. Agar mendapatkan hasil yang optimal, Anda disarankan untuk berolahraga selama 30 menit setiap harinya. 5. Hindari Gaya Hidup Tidak Sehat Merokok adalah salah satu kebiasaan tak sehat yang perlu dihindari untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pasalnya, kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker mulut, hingga kanker paru. Selain merokok, gaya hidup tidak sehat yang harus dihindari selama menjalankan PHBS adalah sedentary lifestyle, kebiasaan begadang, serta konsumsi alkohol berlebih. 6. Jaga Kebersihan Lingkungan Sekitar Menjaga kebersihan lingkungan sekitar merupakan indikator PHBS yang penting untuk diperhatikan. Hal ini dapat diterapkan dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan genangan air untuk membasmi jentik nyamuk, serta menggunakan air secukupnya. 7. Optimalkan Kesejahteraan Ibu dan Anak Tak hanya menerapkan pola hidup sehat pada diri sendiri, PHBS juga bisa dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, seperti: Memberikan imunisasi untuk anak sesuai jadwal dan jenis imunisasi yang direkomendasikan. Memberikan ASI eksklusif. Melakukan persalinan dengan bantuan tenaga kesehatan terkait, seperti dokter atau bidan. Memantau proses tumbuh kembang anak secara berkala melalui layanan kesehatan terdekat. Manfaat PHBS Terdapat sejumlah manfaat PHBS yang bisa didapatkan, seperti mencegah infeksi penyakit tertentu, menjaga kebersihan lingkungan, hingga mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak. Berikut penjelasannya. 1. Terhindar dari Penyakit Tujuan utama dilakukannya PHBS adalah untuk memastikan kebersihan dan kesehatan tubuh. Karena itu, gerakan PHBS dapat melindungi tubuh dari serangan berbagai macam virus dan bakteri penyebab penyakit tertentu, seperti diare, kolera, hingga tetanus. 2. Menjaga Kebersihan Lingkungan Selain menjaga kesehatan tubuh, gerakan PHBS juga dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Menerapkan PHBS di rumah membuat lingkungan tempat tinggal tersebut menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati. 3. Meningkatkan Produktivitas Seperti yang telah diketahui, salah satu kegiatan dalam PHBS adalah menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas karena lingkungan yang bersih dan nyaman akan meningkatkan motivasi seseorang dalam beraktivitas. 4. Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Manfaat PHBS yang tak kalah penting adalah turut mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak. Pasalnya, menerapkan PHBS dalam kehidupan rumah tangga dapat mencegah berbagai macam serangan penyakit serta menurunkan risiko stunting atau masalah gizi kronis pada anak. Agar kualitas hidup tetap terjaga, penting bagi Anda untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebaik mungkin.

Situasi Terkini Covid-19 Bulan Juli 2023

Data dan Informasi terkini yang terus di update oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mengenai perkembangan kasus covid-19 di wilayah Provinsi Bengkulu… 31 Juli 2023 30 Juli 2023 29 Juli 2023 28 Juli 2023 27 Juli 2023 26 Juli 2023 25 Juli 2023 24 Juli 2023 23 Juli 2023 22 Juli 2023 21 Juli 2023 20 Juli 2023 19 Juli 2023 18 Juli 2023 17 Juli 2023 16 Juli 2023 15 Juli 2023 14 Juli 2023 13 Juli 2023 12 Juli 2023 11 Juli 2023 10 Juli 2023 9 Juli 2023 8 Juli 2023 7 Juli 2023 6 Juli 2023 5 Juli 2023 4 Juli 2023 3 Juli 2023 2 Juli 2023 1 Juli 2023

Si-BuJanK

( SIAP BANTU JAMINAN KESEHATAN ) Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera. Sesuai dengan UU No 40 Tahun 2004, SJSN diselenggarakan dengan mekanisme Asuransi Sosial dimana setiap peserta wajib membayar iuran guna memberikan perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang menimpa peserta dan/atau anggota keluarganya. Dalam SJSN, terdapat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat Indonesia seluruhnya. Sejak 1 Januari 2014, semua program jaminan kesehatan yang telah dilaksanakan pemerintah tersebut (Askes PNS, JPK Jamsostek, TNI, Polri, dan Jamkesmas), diintegrasikan ke dalam satu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Sama halnya dengan program Jamkesmas, pemerintah bertanggungjawab untuk membayarkan iuran JKN bagi masyarakat miskin dan orang yang tidak mampu sehingga terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingungan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam Bidang Kesehatan melaksanaka Visi dan Misi Gubenur Bengkulu dalam Bidang Kesehatan. Salah satu Program Prioritas Gubenur dan Wakil Gubernur Bengkulu Tahun 2021-2024 adalah Kartu Bengkulu Sejahtera untuk masyarakat Bengkulu yang belum mendapatkan Kartu Indonesia Sehat maupun Kartu Indnesia Pintar. Tahun 2022 jumlah Peserta Jaminan Kesehatan Provinsi Bengkulu sebanyak 1.968.281 Jiwa, atau 95,94% Masyarakat di Provinsi Bengkulu telah mendapatkan jaminan kesehatan, dimana sebanyak 32.626 jiwa di biayai melalui Anggaran Pemerintah Provinsi Bengkulu. Berdasarkan kouta peserta Jamkesprov Tahun 2022 sebanyak 34.268 Jiwa dan per 30 Desember 2022 baru  terpenuhi  32,626 Jiwa sehingga masih tersisa 1.642 jiwa, dan pada tahun 2023 kouta Jamkesprov masih sejumlah 34.268 dan sisa sebanyak 1.642 Jiwa, sisa kouta tersebut masih akan ada kemungkinan mengalami pertambahan, dikarenakan data adanya penarikan otomatis data peserta jamkesprov menjadi peserta PBI-JK. Berdasarkan analisis data dan kondisi riel di lapangan, masih ada masyakat yang belum memiliki jaminan kesehatan, sedangkan ketersedaan kouta Jamkesprov masih ada , maka Dinas Kesehatan Provinsi Bengulu melakukan upaya pemenuhan guna menemukan Masyarakat miskin yang tidak memiliki jaminan kesehatan dan terkendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, melalui Si-BuJanK ( Siap Bantu Jaminan Kesehatan) Si-BuJanK adalah bentuk Inovasi yang tujuan indikatornya Program adalah : Input Output       Outcome Dampak : :       : : Tersedianya Kuota Jamkesprov sebesar 34.268 Jiwa Jumlah Masyarakat Miskin Provinsi Bengkulu yang memiliki Jaminan Kesehatan melalui  Jamkesprov Tahun 2023, target 34,268 JiwaJumah Masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui Jamkesprov  Tahun 2023 sebanyak 34.268 Jiwa UHC Provinsi Bengkulu  98 % Tahun 2024 Bengkulu Sehat dan Sejatera Tahun 2024 Melakukan Penjaringan Masyarakat Miskin yang tidak memiliki Kartu Jaminan Kesehatan dan masyrakat miskin yang sedang dalam pengobatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan SYARAT DAN KETENTUAN :

PENURUNAN STUNTING PROVINSI BENGKULU

Oleh: Umi Badriyah, SKM., MM Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013, Provinsi Bengkulu, diperoleh data balita pendek sebesar 39,7% dan angka tertinggi ada di Kabupaten Kaur, 50,7%. Terjadi penurunan bila dibandingkan dengan hasil Riskesdas 2018 yaitu sebesar 28%. Penurunannya  selama lima tahun mencapai 11,7%. Hasil pemantauan status gizi (PSG)  tahun 2015 s.d. 2017 didapatkan angka yang terus beranjak naik dari 18,1%, 23% dan 29,5% (dapat dilihat pada gambar berikut) : Hasil  elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM)   yang diiput oleh tenaga enumerator tahun 2018, didapatkan angka 17,2% sebagaimana dapat dilihat pada diagram-diagram berikut: Bila melihat perkembangan stunting di Bengkulu selama tiga tahun terakhir berdasarkan data PSG dan e-PPGBM yang dilakukan rutin oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dengan anggaran dana dari APBN terjadi penurunan angka di tahun 2018 untuk tingkat provinsi seperti terlihat dalam diagram berikut : Adapun perbedaan hasil dari data stunting  Riskesdas 2018 sebesar 28% dan dari hasil e-PPGBM 17,2% adalah semata karena perbedaan sampel yang digunakan dimana pada Riskesdas menggunakan sampel berdasarkan kerangka sampel Blok Sensus (BS) Susenas bulan Maret 2018 dari BPS sedangkan pada e-PPGBM adalah berdasarkan data yang telah diinput oleh enumerator di Provinsi Bengkulu tahun 2018 sampai batas waktu yang telah ditentukan dan didapatkan sebanyak 87.673 balita dan ini belum kesluruhan populasi. Dalam aplikasi e-PPGBM ini  terdapat sistem peringatan dini balita yang memerlukan penanganan khusus berdasarkan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB berupa tanda lonceng di pojok kanan atas dari aplikasi. Perbedaan dalam sebuah penelitian adalah hal yang biasa terjadi, disamping sebagai pembanding tentang sistem yang dipakai juga sebagai koreksi pada penelitian-penelitian selanjutnya. Adapun contoh halaman aplikasi e-PPGBM dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Berbicara tentang stunting kita harus tahu terlebih dahulu tentang definisinya. Stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek jika dibandingkan dengan anak normal seusianya. Kekurangan gizi kronis ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal setelah anak lahir, stunting baru nampak setelah anak usia dua tahun. Masalah gizi pada masa janin dan usia dini sebagai dampak jangka pendeknya adalah terganggunya perkembangan otak, pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh, Dampak selanjutnya adalah terganggunya kemampuan kognitif dan pendidikannya serta tubuh menjadi cebol. Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas sehingga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan. Adapun penyebab Stunting antara lain : Praktek pengasuhan yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktek pemberian makan pada bayi dan anak. Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care, Post Natal dan pembelajaran dini yang berkualitas. Kurangnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi Stunting merupakan sebuah siklus yang akan berlangsung terus menerus jika tidak segera diatasi bila itu berawal dari anak perempuan  yang stunting,  maka saat dewasa dia akan tumbuh menjadi remaja putri yang kurang gizi. Selanjutnya jika dia berkeluarga dan kemudian hamil akan menjadi ibu hamil dengan kekurangan energi yang kronis/kurang gizi dan kemudian akan melahirkan bayi dengan berat badan lahir yang rendah, demikian siklus ini akan terus berulang, sehingga perlu untuk segera diatasi. Berdasarkan data yang ada dapat diketahui bagaimana kondisi konsumsi makanan ibu hamil dan balita tahun 2016-2017 yaitu bahwa dari lima ibu hamil di Indonesia satu diantaranya menderita kurang gizi, dan tujuh dari sepuluh ibu hamil tersebut makanannya kurang kalori dan protein. Untuk balita bahwa tujuh dari sepuluh balita makanannya kurang kalori dan lima dari sepuluh balita makanannya kurang protein, sungguh memprihatinkan. Adapun akar masalah dari hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor politik, sosial dan budaya, kemudian faktor kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan serta dapat juga disebabkan oleh degradasi lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan konvergensi program dari lintas program dan lintas sektor. Gerakan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) atau sering juga disebut “PERIODE EMAS” haruslah diperhatikan dimana ibu hamil, bayi dan balita perlu mendapatkan asupan gizi yang memadai. Periode Emas ini dimulai sejak janin hingga anak berusia dua tahun. Periode pertama dimulai sejak masa kehamilan yaitu 270 hari selama kehamilan, masa ini merupakan periode sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Dampak tersebut tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan mental dan kecerdasannya, yang pada usia dewasa terlihat dari ukuran fisik yang tidak optimal serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktifitas ekonomi. Periode selanjutnya adalah 730 hari setelah kelahiran dimana pada saat ini untuk mencapai tinggi dan berat badan yang optimal dibutuhkan seluruh zat gizi (makro dan mikro) secara seimbang,pemberian ASI ekslusif dan dilanjutkan dengan ASI serta makanan pendamping ASI. Pemberian susu formula pada rentang usia 0-6 bulan yang banyak dan terus menerus dapat menyebabkan kegemukan pada bayi, disebabkan karena susu formula banyak mengandung gula dan lemak, sedangkan anak usia 0-6 bulan organ pencernaannya juga belum sempurna. Selanjutnya setelah bayi berusia 6 bulan sudah dapat diberikan makanan pendamping ASI karena bayi sudah membutuhkan asupan gizi tambahan, dengan tetap memberikan  ASI sampai usia dua tahun. Pada tahapan usia ini diperlukan pemberdayaan perempuan agar dapat dengan telaten dan tekun memperkenalkan dan memberikan makanan yang beraneka ragam agar melengkapi kebutuhan gizinya. Bagaimana perkembangan penanggulangan stunting di Provinsi Bengkulu? TNP2K pada tahun 2018 telah menetapkan satu kabupaten sebagai lokus prioritas tahap I penanganan stunting di Provinsi Bengkulu yaitu Kabupaten Kaur, adapun penetapan lokus tersebut dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti jumlah penduduk, prevalensi stunting, tingkat kemiskinan dan jumlah penduduk miskin.  Kabupaten Kaur yang ditetapkan kemudian juga ditetapkan sepuluh desa sebagai lokus, yaitu: Desa Padang Tinggi Desa Pengubaian Desa Tanjung Betuah Desa Air batang Desa Mentiring II Desa Tuguk Desa Cucupan Desa Babat Desa Datar Lebar Desa Talang Jawi Kemudian dalam penetapan prioritas kabupaten dan desa tahap II tahun 2019 Provinsi Bengkulu mendapat tambahan lokus yaitu Kabupaten Bengkulu Utara dengan Desa yang ditetapkan sebagai berikut : Desa Air Padang Desa Ulak Tanding Desa Kinal Jaya Desa Jabi Desa Meok Desa Gembung Raya Desa Tebing Kandang Desa Talang Berantai Desa Taba Kulintang Desa Tanjung Alai Adapun tujuan penetapan lokus tersebut adalah agar setiap Kementerian terkait mengalokasikan program dan kegiatannya berupa kegiatan padat karya