Day: August 21, 2018

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Akan Melakukan Monitoring & Evaluasi dalam Kegiatan Nusantara Sehat Bulan April – Desember 2018

Program Nusantara Sehat (NS) bertujuan untuk mewujudkan layanan kesehatan primer yang dapat dijangkau oleh setiap anggota masyarakat, terutama oleh mereka yang berada di wilayah-wilayah terpencil di berbagai pelosok Nusantara.Nusantara Sehat merupakan suatu program dari kemenkes RI Pusat. Program ini untuk memenuhi kekurangan tenaga di fasilitas pelayanan kesehatan terutama di daerah terpencil berbatasan dan kepulauan yang belum tersedia tenaga kesehatan strategis seperti; Tenaga dr/drg, tenaga Bidan, Perawat, gizi, Farmasi, Analis Laboratorium dan tenaga Kesehatan masyarakat. Kegiatan Monev Pelaksanaan Nusantara Sehat merupakan suatu kegiatan dalam rangka peningkatan status derajat kesehatan di Provinsi Bengkulu khususnya di Kabupaten yang  telah ditempatkan Nakes Nusantara Sehat, perlu adanya monitoring dan evaluasi sudah sampai sejauh mana program tersebut dilaksanakan,  program ini untuk meningkatkan kualitasdankuantitas penyelenggaraan yang dilaksanakan di Kabupaten tersebut, sehingga  Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu melakukan monev dalam hal penempatan dan pendistribusian tenaga kesehatan Nusantara Sehat di Provinsi Bengkulu, hal ini untuk melihat sampai sejauh mana program ini terlaksana,  sehingga sebagai bahan untuk pengajuan dalam kuota pemenuhan tenaga kesehatan Nusantara Sehat yang belum terpenuhi. Output dari program ini agar menemukan permasalahan yang ada di Lokus penempatan baik itu menyangkut tempat tinggal, akomodasi serta sarana alat kesehatan Tenaga kesehatan Nusantara Sehat yang berada di Kab/Kota Provinsi Bengkulu dan permasalahan yang menyangkut Lingkungan yang ditempati tenaga NS yang sudah melaksanakan masa pengabdian sebagai peserta tenaga Nusantara Sehat. Sedangkan kegiatan ini bermaksud untuk mengetahui jumlah Tenaga, jumlah kebutuhan dan permasalahan dalam penempatan tenaga Nusantara Sehat di Provinsi Bengkulu yaitu Kab. Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Kaur, Lebong sebanyak 11 (sebelas) Puskesmas. Pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi tenaga Nusantara Sehat se-Provinsi Bengkulu oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dilaksanakan mulai pada bulan April s/d Desember Tahun 2018 dengan menggunakan dana bersumber APBD Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2018 yang di koordinir oleh Seksi SDMK dan Akreditasi Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. https://dc705.4shared.com/img/rSXfHY7wee/s24/1655a9eb090/IMG-20180809-WA0041?async&rand=0.5010266401462731  

Profil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu

Oleh: Supardi, SH., M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu yang dilantik oleh Gubernur Bengkulu pada 29 Maret 2017 adalah H. Herwan Antoni, SKM., M.Kes., M.Si. Sebelumnya beliau menjabat Kepala Dinas Kesehatn Kota Bengkulu dan  terpilih setelah mengikuti proses lelang jabatan yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dilahirkan di Desa Tunas Harapan Kabupaten Rejang Lebong empat puluh lima tahun yang lalu dari pasangan petani H. Zainul Bakri  dan Hj. Dalima. Mengenyam pendidikan sekolah dasar sampai dengan SLTA di Curup, yaitu: SDN 23 Tunas Harapan Curup tamat tahun 1986; SMPN 1 Curup tamat tahun 1989; SMAN 1 Curup tahun 1992. Melanjutkan jenjang pendidikan D III Gizi di Akademi Gizi Depkes Palembang, tamat tahun 1995. Meniti karir sebagai CPNS dengan pangkat golongan II/b dan ditugaskan di Puskesmas Muara Aman pada tahun 1997 sebagai tenaga gizi puskesmas. Selanjutnya berkesempatan mengikuti tugas belajar di Universitas Indonesia dan memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat tahun 2002. Kembali mendapat kesempatan tugas belajar di Universitas Gadjah Mada tahun 2005 dan menyadang gelar Magister Kesehatan Masyarakat pada tahun 2005. Sekembalinya dari pendidikan beliu dipercaya menjadi Kepala Seksi Kesga dan Gizi  di Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong tepatnya 26 Oktober 2005. Disela-sela kesibukannya beliau menyempatkan diri mengikuti pendidikan Magister Pemerintahan Daerah STIAMI Jakarta yang lulus Tahun 2008. Jabatan berikutnya adalah Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Farmasi 28 Oktober 2009, sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan pada 22 November 2010 dan menjadi PLT. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong pada 27 September 2011. Suami dari Mardliyataini. HS, SST, SKM  yang berprofesi sebagai ASN kesehatan ini,  dilantik sebagai Kepla Dinas Kesehatan Kota Bengkulu pada 12 Januari 2015 dan bertahan sekitar dua tahun hingga akhirnya dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu pada 29 Maret 2017. Prinsip yang diyakininya ialah bekerja dengan penuh dedikasi, disiplin dan amanah yang menghantarkan ayah dari 3 orang anak, yakni: 1) Zahran Dzaki Salsabil  yang berstatur pelajar SLTA; 2) M. Irsyad Alfarouq berstatus sebagai murid SD IT Rabani Bengkulu dan Arifah Zakiyyah Urfa  meraih jabatan fungsional teknis tertinggi di Provinsi Bengkulu.   Motto: Bekerja dengan penuh dedikasi, disiplin dan amanah. All out dalam setiap mengikuti kegiatan apapun.   Curikulum vitae: Nama             : H. Herwan Antoni, SKM.,M.Kes., M.Si Ttl                : Tunas Harapan Kec. Curup, 08-10-1973 Pendidikan :   S2 Magister Pemerintahan Daerah STIAMI Jakarta Tahun  2008 S2 Magiister Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada 2005 S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia 2002 SMAN 1 Curup Tahun 1992 SMPN 1 Curup Tahun 1989 SDN 23 Simpang Empat Curup Tahun 1986 Diklat        :   1.    Dikat PIM IV Tahun 2007 Diklat PIM II Tahun 2016 Diklat Teknis Enumerator PMT-AS Tahun 1998 Diklat Teknis Rujukan Kasus Gizi Puskesmas Tahun 1998 Diklat Teknis Pojok Gizi Puskesmas Tahun 1998 Diklat Teknis Konseling Gizi bagi Petugas Puskesmas Tahun 1998 Diklat Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Proyrk DHS 1-ADB Provinsi Bengkulu Tahun 2007 Diklat Teknis Manajemen Mutu dan Pelayanan Kesehatan Tahun 2008 Diklat Teknis Riskesdas Tahun 2010 Diklat Teknis Training Of Surveyor Metode Tahun 2010 Diklat Teknis STBM tahun 2011   Riwayat Jabatan : Kepala Seksi Gizi dan Institusi Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong 26-10-2005 s.d. 28-11-2009. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong 28-11-2009 s.d. 19-10-2010. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong 19-10-2010 s.d. 27-09-2011 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong 27-09-2011 s.d. 15-04-2013 Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu 12-01-2015 s.d. 06 April Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu o6 April 2017 sampai dengan sekarang.     Alamat      :   Rumah Dinas Kesehatan Jalan Indra Giri No. 2 Padang Harapan Bengkulu. Istri         :   Mardliyataini HS, SST, SKM (ASN Pemprov. Bengkulu) Anak         :   3 orang (Zahran Dzaki Salsabil M. Irsyad Alfarouq dan Arifah Dzakiyyah Ulfa).    

Peningkatan Upaya Kesehatan Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Dermayu Melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

Salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia adalah puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat). Puskesmas adalah unit pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan. Pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Puskesmas dengan Desa sangat berkaitan dalam pencapaian tingkat kesehatan masyarakat yang optimal. Desa adalah pemukiman manusia dengan populasi antara beberapa ratus hingga beberapa ribu jiwa dan berlokasi di daerah pedesaan. Secara administratif Indonesia, Desa adalah pembagian wilayah administratif yang berada di bawah kecamatan dan dipimpin oleh kepala Desa. Sebuah Desa secara administratif terdiri dari beberapa kampung atau dusun. Di dalam perdesaan masih sangat banyak masalah kesehatan yang perlu di perbaiki dan dimusyawahkan bersama dengan pihak kesehatan yakni MMD (Musyawarah Masyarakat Desa} dalam memberi solusi dalam memperbaiki masalah yang terdapat di Desa. Kegiatan MMD ini merupakan tindak lanjut dari Survei Mawas Diri (SMD). SMD adalah survey yang dilakukan secara rutin untuk mengetahui permasalahan kesehatan di masyarakat. Dalam SMD di wilayah kerja Puskesmas Dermayu menggunakan berupa kuesioner yang dipertanyakan langsung dengan masyarakat, dimanaPuskesmas Dermayu terdapat 9 Desa 1 Kelurahan. Informasi yang di dapatkan melalui survey ini sangat berguna bagi identifikasi masalah dan masukan untuk pemecahan masalah kesehatan di masyarakat. Saya sebagai promotor kesehatan di UPTD Puskesmas Dermayu Kabupaten Seluma bengkulu, akan menceritakan perjalanan saya menjadi promotor kesehatan. Pada tahun 2017 tahun pertama saya menjadi promotor kesehatan, saya cukup sulit untuk menjalankan profesi saya, Alhamdulillah saya memiliki senior dan Kepala Puskesmas yang selalu membimbing dan mendukung saya dalam menjalankan setiap kegiatan. Pada bulan Februari 2017, saya dan rekan promkes melaksanakan SMD di 9 Desa dan 1 Kelurahan, dan Desa turut terlibat dalam SMD ini. Alhamdulillah SMD dapat dukungan yang baik dari kepala Desa beserta perangkatnya, sehingga berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil permasalahan yang ditemukan di Desa. Permasalahan tersebut akan dibahas dalam MMD. Bulan April 2017 Puskesmas bekerjasama dengan Desa melaksanakan MMD di seluruh Desa/kelurahan wilayah kerja Puskesmas Dermayu. Dalam kegiatan ini melibatkan seluruh Lintas Sektor dan dihadiri perwakilan masyarakat.         Dalam pembahasan yang diangkat yakni sebagai berikut : 1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Memberi bayi ASI Ekslusif 3. Menimbang balita setiap bulan 4. Menggunakan air bersih 5. Mencuci tangandengan air bersih dan sabun 6. Menggunakan jamban sehat 7. Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. Makan buah dan sayur setiaphari 9. Melakukan aktifitas setiap hari 10. Tidak merokok di dalam rumah 11. Keluarga menjadi anggota JKN Tujuan dari MMD adalah sebagai berikut : 1.Mengenal masalah kesehatan di wilayahnya 2. Bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan Desa siaga dan Poskesdes 3. Menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, melaksanakan Desa siaga dan Poskesdes (Kepala Puskesmas Dermayu saat menyampaikan kata sambutan) (Pembacaan hasil Survei Mawas Diri) Dalam kegiatan ini Kepala puskesmas Dermayu mengharapkan sekali adanya kerjasama yang baik dengan Desa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Beliau juga menyampaikan kepada lintas sektor untuk tidak ragu meminta bantuan kepada Puskesmas khususnya pada tim Prromkes dalam segi apa pun, misal penyuluhan kesehatan, pembinaan kader, dan lain lainnya. Setelah pelaksanaan MMD di dapati masalah kesehatan yang ada di 9 Desa dan 1 kelurahan diwilayah kerja Puskesmas Dermayu yang sangat prioritas adalah sebagai berikut 1. Masih ada beberapa Desa yang masyarakatnya belum memiliki jamban. Disini kami meminta Desa untuk jambanisasi dengan mengalokasikan anggaran dana Desa. 2. Masih rendahnya pemberian ASI Ekslusif pada bayi. Disini lintas sektor meminta kepada pihak Puskesmas untuk lebih sering memberikan pengetahuan tentang ASI Ekslusif dan langsung memantau ke lapangan pada Ibu yang baru melahirkan 3. 73,4% prilaku merokok masih dalam rumah. Diharapkan kepada lintas sektor membuat perdes dilarang merokok dalam rumah, karena rokok sangat membahayakan anggota keluarga lainnya 4. Masih ada masyarakat yang tidak terlindungi oleh asuransi kesehatan, kepada lintas sektor agar dapat melakukan pendataan ulang dan menyarankan masyarakat untuk membuat asuransi kesehatan sesuai dengan kemampuannya 5. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pembuangan sampah. Diharapkan Desa membuat Perdes tidak membuang sampah ke sembarangan tempat Setiap Desa yang kami datangi,apresiasi peserta MMD sangat baik dan mereka sangat antusias untukmemperbaiki permasalahan yang ada. Di akhir acara para lintas sektor menyampaikankesuksesan Desa dalam bidang kesehatan tidak lepas dari bimbingan dan bantuan dari pihak Puskesmas. Kami dari pihak Puskesmas berterima kasih atas undangannya, kami akan selalu berusaha untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan serta berusaha merubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat secara mandiri. (Oleh : Henda Lestiana) ( Acara diakhiri poto bersama, Salam GERMAS)