Peningkatan Upaya Kesehatan Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Dermayu Melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

Salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia adalah puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat). Puskesmas adalah unit pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan. Pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Puskesmas dengan Desa sangat berkaitan dalam pencapaian tingkat kesehatan masyarakat yang optimal.

Desa adalah pemukiman manusia dengan populasi antara beberapa ratus hingga beberapa ribu jiwa dan berlokasi di daerah pedesaan. Secara administratif Indonesia, Desa adalah pembagian wilayah administratif yang berada di bawah kecamatan dan dipimpin oleh kepala Desa. Sebuah Desa secara administratif terdiri dari beberapa kampung atau dusun. Di dalam perdesaan masih sangat banyak masalah kesehatan yang perlu di perbaiki dan dimusyawahkan bersama dengan pihak kesehatan yakni MMD (Musyawarah Masyarakat Desa} dalam memberi solusi dalam memperbaiki masalah yang terdapat di Desa. Kegiatan MMD ini merupakan tindak lanjut dari Survei Mawas Diri (SMD). SMD adalah survey yang dilakukan secara rutin untuk mengetahui permasalahan kesehatan di masyarakat. Dalam SMD di wilayah kerja Puskesmas Dermayu menggunakan berupa kuesioner yang dipertanyakan langsung dengan masyarakat, dimanaPuskesmas Dermayu terdapat 9 Desa 1 Kelurahan. Informasi yang di dapatkan melalui survey ini sangat berguna bagi identifikasi masalah dan masukan untuk pemecahan masalah kesehatan di masyarakat.

Saya sebagai promotor kesehatan di UPTD Puskesmas Dermayu Kabupaten Seluma bengkulu, akan menceritakan perjalanan saya menjadi promotor kesehatan. Pada tahun 2017 tahun pertama saya menjadi promotor kesehatan, saya cukup sulit untuk menjalankan profesi saya, Alhamdulillah saya memiliki senior dan Kepala Puskesmas yang selalu membimbing dan mendukung saya dalam menjalankan setiap kegiatan.

Pada bulan Februari 2017, saya dan rekan promkes melaksanakan SMD di 9 Desa dan 1 Kelurahan, dan Desa turut terlibat dalam SMD ini. Alhamdulillah SMD dapat dukungan yang baik dari kepala Desa beserta perangkatnya, sehingga berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil permasalahan yang ditemukan di Desa. Permasalahan tersebut akan dibahas dalam MMD.

Bulan April 2017 Puskesmas bekerjasama dengan Desa melaksanakan MMD di seluruh Desa/kelurahan wilayah kerja Puskesmas Dermayu. Dalam kegiatan ini melibatkan seluruh Lintas Sektor dan dihadiri perwakilan masyarakat.

 

 

 

 

Dalam pembahasan yang diangkat yakni sebagai berikut :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi bayi ASI Ekslusif
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangandengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik nyamuk dirumah
8. Makan buah dan sayur setiaphari
9. Melakukan aktifitas setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah
11. Keluarga menjadi anggota JKN

Tujuan dari MMD adalah sebagai berikut :

1.Mengenal masalah kesehatan di wilayahnya
2. Bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan Desa siaga dan Poskesdes
3. Menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, melaksanakan Desa siaga dan Poskesdes

(Kepala Puskesmas Dermayu saat menyampaikan kata sambutan)

(Pembacaan hasil Survei Mawas Diri)

Dalam kegiatan ini Kepala puskesmas Dermayu mengharapkan sekali adanya kerjasama yang baik dengan Desa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Beliau juga menyampaikan kepada lintas sektor untuk tidak ragu meminta bantuan kepada Puskesmas khususnya pada tim Prromkes dalam segi apa pun, misal penyuluhan kesehatan, pembinaan kader, dan lain lainnya.

Setelah pelaksanaan MMD di dapati masalah kesehatan yang ada di 9 Desa dan 1 kelurahan diwilayah kerja Puskesmas Dermayu yang sangat prioritas adalah sebagai berikut

1. Masih ada beberapa Desa yang masyarakatnya belum memiliki jamban. Disini kami meminta Desa untuk jambanisasi dengan mengalokasikan anggaran dana Desa.

2. Masih rendahnya pemberian ASI Ekslusif pada bayi. Disini lintas sektor meminta kepada pihak Puskesmas untuk lebih sering memberikan pengetahuan tentang ASI Ekslusif dan langsung memantau ke lapangan pada Ibu yang baru melahirkan

3. 73,4% prilaku merokok masih dalam rumah. Diharapkan kepada lintas sektor membuat perdes dilarang merokok dalam rumah, karena rokok sangat membahayakan anggota keluarga lainnya

4. Masih ada masyarakat yang tidak terlindungi oleh asuransi kesehatan, kepada lintas sektor agar dapat melakukan pendataan ulang dan menyarankan masyarakat untuk membuat asuransi kesehatan sesuai dengan kemampuannya

5. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pembuangan sampah. Diharapkan Desa membuat Perdes tidak membuang sampah ke sembarangan tempat
Setiap Desa yang kami datangi,apresiasi peserta MMD sangat baik dan mereka sangat antusias untukmemperbaiki permasalahan yang ada. Di akhir acara para lintas sektor menyampaikankesuksesan Desa dalam bidang kesehatan tidak lepas dari bimbingan dan bantuan dari pihak Puskesmas. Kami dari pihak Puskesmas berterima kasih atas undangannya, kami akan selalu berusaha untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan serta berusaha merubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat secara mandiri. (Oleh : Henda Lestiana)

( Acara diakhiri poto bersama, Salam GERMAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *