Day: August 31, 2018

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

Rakontek Bidang Kesehatan Masyarakat Provinsi Bengkulu Tahun 2018

Kegiatan ini dilaksanakan mengambil tempat di Ruang Halekoa Grage Hotel Bengkulu menjadi tempat diselenggarakannya Rapat Teknis  (Rakontek) Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2018 selama 4 hari lamanya dan diikuti 64 orang peserta kepala bidang dan kepala seksi  yang berasal dari dinas kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu yang bertugas dijajaran bidang kesehatan masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah penguatan, sinkronisasi pusat dan daerah serta menyusun rencana aksi strategis daerah khususnya program kesehatan masyarakat dalam mewujudkan universal health coverage (UHC) melalui percepatan eliminasi Tuberculosis, penurunan stunting dan peningkatan cakupan serta mutu imunisasi. Diawali penyampaian materi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu (H. Herwan Antoni, SKM., M.Kes., M.Si)  tentang Capaian Program dan Kebijakan Program Kesehatan Masyarakat di Provinsi Bengkulu pada Senin siang sekira pukul 14.30-16.30 WIB. Dilanjutkan materi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (drg. Edriwan Mansyur, MM) tentang Penguatan PIS-PK dan Sinergisitas Yankes-Kesmas dalam rangka Eliminasi TBC, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi. Malam harinya diisi oleh narasumber pusat yaitu Direktur Gizi Masyarakat (Dr. Doddy Izwardi) tentang Pencegahan dan Intervensi Stunting 2018  dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Bengkulu. Dibuka oleh staf ahli gubernur bidang kesejahteraan masyarakat dan sumber daya manusia (Rusdi Bakar, SPd., M.Pd) pada hari Selasa tanggal 27 Maret 2018.  Dalam sambutannya mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu beliau menyampaikan bahwa, selaras dengan arahan presiden pentingnya sinergisitas/sinkronisasi dan keterpaduan program lembaga kementerian, maka rapat koordinasi teknis program kesehatan menjadi sangat strategis. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut baik kegiatan ini, karena rakontek merupakan tindak lanjut dari  Rakontek Program Kesehatan  Masyarakat Nasional (tingkat pusat) Tahun 2018 yang digelar pada tanggal 12-16 Maret 2018 di Bekasi. Saat ini pemerintah provinsi telah dan sedang melakukan suatu terobosan dengan melaksanakan program gerakan masyarakat hidup sehat sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, pemerintah provinsi menindaklanjutinya dengan kebijakan sebagai berikut: 1) Surat Edaran Gubernur Nomor 440/569/Dinkes tentang Germas kepada Bupati/Walikota se-Provinsi Bengkulu; 2) Surat Edaran Gubernur Nomor 440/572/Dinkes tentang Germas kepada Kepala Organisasi Perangakat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi; 3) Perda nomor 4 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok; 4) Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor G.395.Dinkes Tahun 2017 tentang Pembentukan Forum Germas Provinsi; 5) Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor P.107.Dinkes Tahun 2018 tentang Pembentukan Pokjanal Posyandu Provinsi; dan 6) Khusus upaya penurunan stunting kami membuat terobosan berupa Aksi Rafflesia Menuju Bengkulu Bebas Stunting 2030 dengan target 100 desa tahun 2019, 750 desa tahun 2024 dan 1500 desa tahun 2030. Narasumber  dari Kementerian Kesehatan RI yang hadir dalam kegiatan ini antara lain: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Jenderal P2P, Direktur Gizi Masyarakat, Direktur  Kesehatan Keluarga, Direktur Promosi Kesehatan Mayarakat, Direktur Kesling dan Kesjaor. Narasumber dari Provinsi antara lain: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Kepala Bidang P2P. Setelah semua materi disampaikan peserta didampingi kepala seksi dibagi dalam 4 kelompok: 1) kelompok Kesga dan Gizi Masyarakat; 2) kelompok Promosi Kesehatan; 3) kelompok Kesling dan Kesjaor: 4 kelompok Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat. Masing-masing kelompok membahas tentang Rencana Aksi Daerah masing-masing berkaitan penurunan stunting. Out putnya adalah setiap kabupaten/kota membuat Rencana Aksi Daerah dalam rangka penguatan AKSI Rafflesia menuju Bengkulu Bebas Stunting 2030. Diakhir kegiatan ini digelar aksi hiburan berupa kreasi dan inovasi dadakan dari kabupaten/kota berkaitan program yang dipentaskan. Luar biasa menghibur setelah empat hari terprosir dalam kegiatan ini. Aksi ini dibagi dalam 4 kelompok : 1, Rejang Lebong, Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah menampilkan tarian adat/sekapur sirih yang dimodifikasi dengan promosi program kesehatan; 2) Kepahiang, Mukomuko dan Seluma menampilkan tayangan lagu-lagu dan puisi promosi kesehatan; 3) Kota dan Lebong menampilkan aksi penurunan stunting dalam bentuk drama; 4) Bengkulu Utara dan Kaur menampilkan drama pelaksanaan PIS-PK sanitasi lingkungan. Terpilih sebagai penampilan terbaik adalah kelompok 3 yaitu Kota Bengkulu dan Lebong. Adapun kesepakatan yang dihasilkan antara lain: Melengkapi dan menyempurnakan Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait penurunan stunting paling lambat diterima Dinkes Provinsi Bengkulu pada hari Rabu tanggal empat April Dua Ribu Delapan Belas dalam bentuk softcopy. Masing-masing program melaksanakan Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam mendukung Aksi  Rafflesia   menuju Bengkulu Bebas Stunting. Meningkatkan koordinasi dan Integrasi lintas program dan lintas sektor dalam upaya penurunan stunting, eliminasi TB dan peningkatan capaian dan mutu imunisasi. Mensosialisasikan pelaksanaan Imunisasi Meales Rubella (MR) kepada petugas Puskesmas di Wilayah kerjanya masing-masing. Meningkatkan koordinasi dan sinergisitas kegiatan dan program terutama di sepuluh desa lokus stunting yang telah ditentukan. Membuat perjanjian kinerja berjenjang sampai ke pengelola program di Puskesmas Mendorong adanya peraturan kepala daerah terkait penurunan stunting        

Lomba Balita Sehat Tingkat Provinsi Bengkulu 2018

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, prevalensi gizi kurang di Indonesia adalah sebesar 19,6%. Selain itu dari data Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 di Indonesia, ditemukan status gizi buruk sebesar 3,8% dan gizi kurang sebesar 14%, dan di Provinsi Bengkulu status gizi buruk sebesar 2,3% dan gizi kurang sebesar 11,9%. Berdasarkan data-data tersebut diatas maka masih diperlukan upaya-upaya yang dapat mendukung untuk tumbuh kembang yang lebih optimal bagi anak, salah satunya melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang dilakukan di Posyandu sebagai implementasi dari Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (Perpres No 42 tahun 2013). Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi. Upaya tersebut diantaranya dengan pelaksanaan Lomba Balita yang berjenjang dimulai dari tingkat Kabupaten /Kota sampai ke level Provinsi. Anak terutama balita berkualitas tak hanya diukur dari kesehatannya, tetapi pertumbuhan, perkembangan, perilaku, emosi, spiritual dan kognitif harus berkembang sesuai dengan usianya. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, maka orang tua harus memperhatikan sejumlah hal diantaranya faktor biologis yang mencakup nutrisi, imunisasi, kebersihan badan, lingkungan, pengobatan, olahraga dan bermain. Kebutuhan yang lain berupa stimulasi sensorik, motorik, emosi, kognitif, kemandirian dan juga kepemimpinan. Orang tua juga harus dapat memenuhi kebutuhan anak akan kasih sayang sehingga anak bisa mendapatkan rasa aman dan nyaman. Mengingat pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak maka kegiatan Lomba Balita Sehat sangat baik dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kesadaran peran keluarga dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, karena dalam penilaian Lomba Balita tersebut banyak aspek penilaian yang bukan hanya menilai kondisi dzahir balitanya saja akan tetapi menilai peran lingkungannya juga terutama orang tuanya. Pelaksanaan Lomba Balita ini diagendakan sebagai salah satu kegiatan yang masuk dalam Kalender Event Ulang Tahun Emas Provinsi Bengkulu. Tujuan dari dimasukkannya Lomba Balita sebagai salah satu Kalender Event adalah sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan Provinsi Bengkulu sebagai daerah unggulan. Kegiatan ini diawali dengan surat pemberitahuan ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Pemberitahuan ini mengabarkan tentang akan dilaksanakannya Lomba Balita Sehat Tingkat Provinsi Bengkulu, sehingga perlu diadakannya Lomba sejenis dengan kriteria-kriteria dan ketentuan yang telah ditentukan. Kabupaten/ Kota diharapkan melaksanakan Lomba Balita untuk mendapatkan pemenang dari masing-masing kabupaten/ kota untuk tiap-tiap kriteria. Hal ini dikarenakan peserta Lomba Balita yang akan dilaksanakan adalah Pemenang Pertama dari tiap kriteria di setiap Kabupaten/ Kota. Ketentuan dan format penilaian yang digunakan di setiap kabupaten/kota harus mengacu dengan petunjuk tekhnis yang disampaikan dalam surat pemberitahuan tersebut diatas. Sehingga dalam pelaksanaan di Provinsi semua balita yang dikirimkan adalah yang terbaik dari sepuluh kabupaten/ kota. Persiapan kegiatan Lomba Balita di Provinsi Bengkulu dimulai dengan pembentukan Panitia Induk kegiatan Kalender Event yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor : P.110.B.1 Tahun 2018 tanggal 8 Februari 2018. Panitia Induk tersebut diketuai oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dengan Surat Keputusan Nomor : 3259/440.III.I.Kes/VII/2018 tanggal 5 Juli 2018 tentang Penetapan Panitia Kegiatan Lomba Balita Sehat Tingkat Provinsi Bengkulu Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2018. Adapun kepanitiaan yang ditentukan mempunyai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Pada saat pelaksanaan kegiatan semua anggota tim berpartisipasi aktif dalam mensukseskan kegiatan Lomba Balita dan saling membantu demi kelancaran acara tersebut. Lomba Balita di Provinsi Bengkulu dilaksanakan dengan dua kategori umur 0-23 bulan dan 24-59 bulan, peserta lomba adalah Balita pemenang pertama di masing-masing kabupaten/kota dari tiap kategori. Penilaian balita dilaksanakan oleh tim juri yang terdiri dari dokter anak, dokter gigi, ahli gizi, psikolog dan PKK Provinsi yang mewakili Instansi/ Organisasi. Dokter Anak diwakili oleh dr.Wasis Rohima,Sp.A, Dokter Gigi diwakili oleh drg.Edriwan Mansyur,MM, Persagi diwakili oleh Ahmad Rizal, SKM,MM, Psikolog diwakili oleh Prima Zainayati Putriani,S.Psi dan dari PKK Provinsi Bengkulu diwakili oleh Emmy Yulianti, SST. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, 11-12 Juli 2018 yang bertempat di Hotel Madeline Kota Bengkulu. Penjurian dilaksanakan selama dua hari bersamaan dengan Panitia yang melakukan persiapan acara pembukaan Lomba Balita Sehat dengan menyusun layout  ruangan agar memudahkan mobilitas penjurian, anak-anak balita dalam menunggu giliran, serta tamu undangan. Pemasangan spanduk, umbul-umbul serta Photoboth juga dipersiapkan agar acara semakin meriah. Proses penjurian dimulai dengan penilaian status gizi berupa pengukuran tinggi badan/ panjang badan, berat badan dan lingkar kepala untuk menentukan status gizi balita dan wawancara dengan Tim Penggerak PKK Provinsi. Kegiatan penjurian pada hari pertama dilaksanakan sampai pukul 17.30,  selanjutnya peserta dipersilahkan untuk beristirahat menyiapkan diri menghadapi penilaian di hari kedua. Pada hari pertama ini juga dibagikan seragam bagi ibu dan balita untuk dikenakan pada saat perlombaan di esok hari. Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu berkenan memberikan secara simbolis kepada peserta dan ibu balita pada saat meninjau persiapan lomba balita. Hari Kamis, 12 Juli 2018 adalah pelaksanaan lomba dan acara pembukaan oleh Gubernur. Pukul 08.00 WIB  tim juri sudah mulai melaksanakan penilaian sebelum dilaksanakan acara pembukaan. Tamu undangan sudah mulai berdatangan dan acara Pembukaan dimulai tepat pukul 10.00. Acara dimulai dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya, pembacaan do’a oleh Bapak Saharudin,S.Sos,M.Kes, dan laporan ketua panitia yang disampaikan oleh  Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Ibu Nelly Alesa, M.Si., serta pengenalan Tim Juri. Pembukaan Acara Lomba sedianya dibuka oleh Gubernur Bengkulu namun karena kesibukan Bapak Gubernur maka diwakilkan kepada Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Bapak H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si., dalam sambutannya Gubernur menyampaikan bahwa usia balita merupakan “Golden Periode” yaitu periode emas perkembangan otak anak sehingga pada periode ini perlu diberikan perhatian yang lebih baik dari sisi nutrisi, kasih sayang dan juga rangsangan tumbuh kembangnya. Penguatan peran keluarga, pemberdayaan masyarakat serta dukungan multi sektor sangatlah penting, melalui event ini Gubernur mengajak semua pihak untuk bersama-sama berperan aktif sesuai tupoksi masing-masing dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat khususnya di Provinsi Bengkulu. Setelah menyampaikan sambutannya, dilanjutkan dengan pemukulan gong yang menandakan dimulainya acara. Selanjutnya dilakukan foto bersama semua peserta lomba balita beserta ibu. Agar lebih memeriahkan acara dilanjutkan pertanyaan doorprize yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Tim Penggerak PKK Provinsi Bengkulu, Ketua BKOW Provinsi Bengkulu, Perwakilan Tim Juri dan Ketua Dharma Wanita Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Ibu-ibu pendamping Peserta Lomba Balita