RAKONTEK BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT PROVINSI BENGKULU TAHUN 2018

RAKONTEK BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT

PROVINSI BENGKULU TAHUN 2018

Ruang Halekoa Grage Hotel Bengkulu menjadi tempat diselenggarakannya Rapat Teknis  (Rakontek) Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2018.   Empat hari lamanya acara tersebut berlangsung, yaitu: Senin-Kamis tanggal 26-29 Maret 2018.

Kegiatan ini diikuti 64 orang peserta kepala bidang dan kepala seksi  yang berasal dari dinas kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu yang bertugas dijajaran bidang kesehatan masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah penguatan, sinkronisasi pusat dan daerah serta menyusun rencana aksi strategis daerah khususnya program kesehatan masyarakat dalam mewujudkan universal health coverage (UHC) melalui percepatan eliminasi Tuberculosis, penurunan stunting dan peningkatan cakupan serta mutu imunisasi. Diawali penyampaian materi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu (H. Herwan Antoni, SKM., M.Kes., M.Si)  tentang Capaian Program dan Kebijakan Program Kesehatan Masyarakat di Provinsi Bengkulu pada Senin siang sekira pukul 14.30-16.30 WIB.

Dilanjutkan materi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (drg. Edriwan Mansyur, MM) tentang Penguatan PIS-PK dan Sinergisitas Yankes-Kesmas dalam rangka Eliminasi TBC, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi. Malam harinya diisi oleh narasumber pusat yaitu Direktur Gizi Masyarakat (Dr. Doddy Izwardi) tentang Pencegahan dan Intervensi Stunting 2018  dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Bengkulu.

Prosesi pembukaan yang ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja capaian indikator kesmas dimeriahkan paduan suara jurusan promosi kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Dibuka oleh staf ahli gubernur bidang kesejahteraan masyarakat dan sumber daya manusia (Rusdi Bakar, SPd., M.Pd) pada hari Selasa tanggal 27 Maret 2018.  Dalam sambutannya mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu beliau menyampaikan bahwa, selaras dengan arahan presiden pentingnya sinergisitas/sinkronisasi dan keterpaduan program lembaga kementerian, maka rapat koordinasi teknis program kesehatan menjadi sangat strategis. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut baik kegiatan ini, karena rakontek merupakan tindak lanjut dari  Rakontek Program Kesehatan  Masyarakat Nasional (tingkat pusat) Tahun 2018 yang digelar pada tanggal 12-16 Maret 2018 di Bekasi. Saat ini pemerintah provinsi telah dan sedang melakukan suatu terobosan dengan melaksanakan program gerakan masyarakat hidup sehat sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, pemerintah provinsi menindaklanjutinya dengan kebijakan sebagai berikut: 1) Surat Edaran Gubernur Nomor 440/569/Dinkes tentang Germas kepada Bupati/Walikota se-Provinsi Bengkulu; 2) Surat Edaran Gubernur Nomor 440/572/Dinkes tentang Germas kepada Kepala Organisasi Perangakat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi; 3) Perda nomor 4 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok; 4) Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor G.395.Dinkes Tahun 2017 tentang Pembentukan Forum Germas Provinsi; 5) Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor P.107.Dinkes Tahun 2018 tentang Pembentukan Pokjanal Posyandu Provinsi; dan 6) Khusus upaya penurunan stunting kami membuat terobosan berupa Aksi Rafflesia Menuju Bengkulu Bebas Stunting 2030 dengan target 100 desa tahun 2019, 750 desa tahun 2024 dan 1500 desa tahun 2030.

Narasumber  dari Kementerian Kesehatan RI yang hadir dalam kegiatan ini antara lain: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Jenderal P2P, Direktur Gizi Masyarakat, Direktur  Kesehatan Keluarga, Direktur

Promosi Kesehatan Mayarakat, Direktur Kesling dan Kesjaor. Narasumber dari Provinsi antara lain: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Kepala Bidang P2P.

Setelah semua materi disampaikan peserta didampingi kepala seksi dibagi dalam 4 kelompok: 1) kelompok Kesga dan Gizi Masyarakat; 2) kelompok Promosi Kesehatan; 3) kelompok Kesling dan Kesjaor: 4 kelompok Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat. Masing-masing kelompok membahas tentang Rencana Aksi Daerah masing-masing berkaitan penurunan stunting. Out putnya adalah setiap kabupaten/kota membuat Rencana Aksi Daerah dalam rangka penguatan AKSI Rafflesia menuju Bengkulu Bebas Stunting 2030.

Diakhir kegiatan ini digelar aksi hiburan berupa kreasi dan inovasi dadakan dari kabupaten/kota berkaitan program yang dipentaskan. Luar biasa menghibur setelah empat hari terprosir dalam kegiatan ini. Aksi ini dibagi dalam 4 kelompok : 1, Rejang Lebong, Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah menampilkan tarian adat/sekapur sirih yang dimodifikasi dengan promosi program kesehatan; 2) Kepahiang, Mukomuko dan Seluma menampilkan tayangan lagu-lagu dan puisi promosi kesehatan; 3) Kota dan Lebong menampilkan aksi penurunan stunting dalam bentuk drama; 4) Bengkulu Utara dan Kaur menampilkan drama pelaksanaan PIS-PK sanitasi lingkungan. Terpilih sebagai penampilan terbaik adalah kelompok 3 yaitu Kota Bengkulu dan Lebong.

Adapun kesepakatan yang dihasilkan antara lain:

  1. Melengkapi dan menyempurnakan Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait penurunan stunting paling lambat diterima Dinkes Provinsi Bengkulu pada hari Rabu tanggal empat April Dua Ribu Delapan Belas dalam bentuk softcopy.

  2. Masing-masing program melaksanakan Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam mendukung Aksi  Rafflesia   menuju Bengkulu Bebas Stunting.
  3. Meningkatkan koordinasi dan Integrasi lintas program dan lintas sektor dalam upaya penurunan stunting, eliminasi TB dan peningkatan capaian dan mutu imunisasi.
  4. Mensosialisasikan pelaksanaan Imunisasi Meales Rubella (MR) kepada petugas Puskesmas di Wilayah kerjanya masing-masing.
  5. Meningkatkan koordinasi dan sinergisitas kegiatan dan program terutama di sepuluh desa lokus stunting yang telah ditentukan.
  6. Membuat perjanjian kinerja berjenjang sampai ke pengelola program di Puskesmas
  7. Mendorong adanya peraturan kepala daerah terkait penurunan stunting

 

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *