Selamat datang di Website Resmi

PLATINUM AWARD KADER KESEHATAN 211

Oleh : Sridiany,S.Kep (Fungsional Penyluluh Kesehatan Masyarakat Madya  Dinkes. Kab.Rejang Lebong)

Begitu kompleksnya permasalahan kesehatan di Kabupaten Rejang Lebong, yaitu: masih adanya kematian ibu, bayi, balita, penyakit menular dan tidak menular, stunting, jamban sehat, serta upaya pemberdayaan kesehatan masyarakat yang belum optimal, yang memerlukan jawaban pemecahan masalah dan solusi mengatasinya. Bila kita hanya bekerja secara biasa tentu akan lamban progres capaiannya. Tentu perlu program inovasi menjadi harapan jalan pemecahan masalah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong Syamsir, SKM., MKM  berpikir dan melahirkan inovasi Kader Kesehatan 211. Ide ini dilhami semasa beliau menjabat Kepala Puskesmas Beringin Tiga dan sudah diimplementasikannya selama sejak tahun 2016. Dilandasi pemikiran bahwa, pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menjamin setiap warga negara memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai kebutuhan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong. Mulai dari regulasi dan kebijakan yang sudah dibentuk pusat maupun daerah seperti RPJMN Kementerian Kesehatan Tahun 2015 – 2019, SPM Bidang Kesehatan, RPJMD Kabupaten Rejang Lebong tahun 2016 – 2021, Renstra Dinkes Propinsi Bengkulu dan Renstra Dinkes Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2016 – 2021, serta regulasi lainnya seperti Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017. Permenkes Nomor 39 Tahun 2016 tentang Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga, Edaran Gubernur Bengkulu Nomor 440/569/ Dinkes/2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Instruksi Bupati Rejang Lebong Nomor 843 tentang Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Untuk Hidup Sehat, serta Peraturan Daerah Kabupaten Rejang Lebong Nomor 7 Tahun 2017 tentangKawasan Tanpa Rokok.

            Meskipun pelayanan kesehatan masyarakat tanggung jawab pemerintah namun sebagai kebutuhan dasar setiap individu bertanggung jawab atau wajib memelihara kesehatannya, sehingga pada dasarnya pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan adalah tanggung jawab setiap warga negara. Oleh sebab itu elemen masyarakat harus mengetahui bagaimana upaya yang harus melakukan gaya hidup sehat secara mandiri. Bila hal ini dilakukan semua elemen masyarakat, maka  akan peningkatan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

Upaya program pemberdayaan masyarakat selama ini sudah terbentuk dimasing-masing desa/kelurahan dengan nama kader Posyandu. Jumlah kader Posyandu masing-masing pos di desa/kelurahan sebanyak 4 -5 orang. Namun demikian masih dirasa belum maksimal menyentuh ke tingkat masyarakat terkecil karena kader yang sudah dibentuk 4-5 orang per desa/kelurahan belum dapat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat dengan segala keterbatasannya. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang program kesehatan seperti program KIA, TBC, kesehatan lingkungan, imunisasi, gizi, HIV/AIDS, narkoba, jaminan kesehatan, upaya kesehatan kerja, program gerakan masyarakat untuk hidup sehat (GERMAS), keamanan pangan dan obat-obatan dan program lain yang seharusnya diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − six =