Pengembangan Model Inovasi Penurunan AKI dan AKB Provinsi Bengkulu Tahun 2018

Kegiatan pertemuan Pengembangan Model Inovasi Penurunan AKI dan AKB Provinsi Bengkulu Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu digelar di Aula Hotel Nala Sea Side Pantai Panjang Kota Bengkulu (13/5/18) selama 3 hari.

Kegiatan pertemuan ini di ikuti oleh 40 (empat puluh) orang peserta yang berasal dari Dinas Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bengkulu, Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas di Kabupaten dengan Jumlah Kematian Ibu dan Bayi Tertinggi, Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu.

Acara ini bertujuan agar terciptanya model inovasi pengembangan percepatan penurunan AKI dan AKB di Provinsi Bengkulu. Dan secara lebih spesifik bertujuan untuk mengetahui permasalahan dan kendala dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu serta permasalahan dan kendala dalam percepatan penurunan Angka Kematian Anak.

Dalam pertemuan ini di isi oleh pemateri/narasumber yang berasal dari Lembaga Administrasi Negara RI (LAN RI), Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, dan Pengelola Program Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Dari pengalaman era MDGs (2000 – 2015), Indonesia ternyata belum berhasil menurunkan angka kematian ibu, akses kepada sanitasi dan air minum, dan penurunan prevalensi AIDS dan HIV. Hal ini disebabkan karena pemerintah daerha tidak aktif terlibat di dalam pelaksanaan MDGs. Juga karena pemerintah daerah kurang didukung. Salah satu upaya untuk mendorong keberhasilan SDGs di daerah adalah melalui penyediaan informasi yang cukup bagi pemerintah daerah.

Sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada 2025 adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang ditunjukkan oleh meningkatnya Umur Harapan Hidup, menurunnya Angka Kematian Bayi, menurunnya Angka Kematian Ibu, menurunnya prevalensi gizi kurang pada balita. Tujuan Renstra Kementerian Kesehatan pada tahun 2015 – 2019, yaitu :

  1. Meningkatnya status kesehatan masyarakat
  2. Meningkatnya daya tanggap (responsive) dan perlindungan masyarakat terhadap risiko sosial dan finansial di bidang kesehatan

Beberapa wilayah di Indonesia masih mengalami kendala dalam menurunkan AKI dan AKB, dimana terlihat bahwa peran pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan dalam upaya penurunan AKI dan AKB. Semakin responsif/tanggap suatu pemerintah daerah maka penurunan AKI dan AKB akan semakin mudah dicapai. Pemerintah Provinsi Bengkulu mesti mencari metode inovasi dalm percepatan penurunan AKI dan AKB. Memperharikan hal tersebut maka dipandang perlu untuk mencari pengembangan inovasi dalam penurunan Angka Kematan Ibu dan Angka Kematian Bayi di Provinsi Bengkulu.

Sedangkan kendala dan permasalahan yang ada saat ini yaitu masih tingginya Angka Kematian Ibu, Kematian Bayi dan Prevalensi Balita Stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *