Selamat datang di Website Resmi

Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) Di Desa Sungai Lisai Kabupaten Lebong, 30 Agustus s.d. 03 September 2021

Oleh: Rafqi Imran, SKM

Sungai Lisai merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi BengkuluIndonesia. Sebelum  Tahun 2009, desa ini adalah masuk dalam Kecamatan  Jangkat, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Desa Sungai Lisai  terletak dikawasan Bukit Barisan yang membentang di Pulau Sumatera, tepatnya berada ditengah-tengah hutan di Kawasan Taman Nasional  Kerinci Sebelat (TNKS).  

Desa yang dikelilingi perbukitan itu merupakan salah satu desa terpencil di Provinsi Bengkulu yang berjarak  40 kilo meter dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebong. dan terbagi dalam 2 (dua) dusun, yakni Dusun Sungai Lisai  dan Dusun Air Putih yang berjarak lebih kurang 3 kilo meter (KM) dari Dusun Sungai Lisai dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama lebih kurang 1 jam  perjalanan dan dengan kendaraan bermotor lebih kurang 1/2  jam.

Desa Sungai Lisai  yang berada di pedalaman Provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini merupakan  satu dari  93 desa di Kabupaten Lebongg dan 8 desa di Kecamatan Pinang Belapis. Untuk menuju ke pusat perkampungan ini pun tak mudah,kendaraan yang kita tumpangi hanya bisa sampai di Desa Sebelat Ulu, Selanjutnya untuk sampai ke desa yang dihuni 88 kepala keluarga (KK) ini, kita  musti berjalan kaki tidak kurang dari 4 jam hingga 5 jam perjalanan, dengan menyusuri aliran sungai Sebelat, dengan jarak tempuh diperkirakan, 10,4 kilo meter (KM).

Untuk Saat ini desa yang memiliki jumlah penduduk 326 jiwa itu sudah memiliki jalan setapak, yang sudah dapat dilalui  sepeda motor roda ban tahu. Namun, ketika hujan jalan dipenuhi lumpur yang dalam. Dapat dibayangkan betapa sulitnya menjangkau desa ini. Dampak setelah terbukanya akses jalan,  masyarakat pun sudah bisa membawa hasil perkebunan dan pertanian ke luar desa dengan sepeda motor.

Desa ini merupakan penghasil ikan salai (ikan asap) dan  Kayu Manis  yang terkenal sejak dahulunya. Desa ini sudah ada sejak 1963, dan definitif  pada tahun 1974, demikian penjelasan dari Kepala Desa Sungai Lisai (Hajron Hadi).  Desa ini berada di wilyah kerja Puskesmas Ketenong, tentu saja banyak keterbatasan pelayanan kesehatan . Diceritakannya  bahwa ketika masyarakat mengalami sakit atau  ingin melahirkan  musti digotong dengan cara ditandu secara bersama, dengan berjalan kaki tidak kurang dari 4 jam hingga 5 jam perjalanan. Lebih menyedihkan lagi, ada beberapa masyarakat yang meninggal dunia di jalan ketika digotong keluar dari desa. Baik itu ibu hamil maupun bayi.  Syukurlah saat ini  sudah memiliki satu bangunan Polindes (pondok bersalin desa) namun tenaga yang ada 1 orang perawat, sehingga bila ada yang sakit yang parah atau ibu yang akan bersalin musti dibawa keluar desa. Sempat ada masyarakat yang meninggal dunia dijalan ketika digotong. Bersyukur setelah adanya TMMD tahun 2020 terbuka akses jalan sepeda motormeskipun hanya bisa digunakan bila tidak hujan.

Dalam pemberian pelayanan kesehatan di Sungai Lisai petugas Puskesmas harus membutuhkan waktu dan persiapan akomodasi untuk sekitar 3 hari disetiap kunjungan yang dijadwalkan serta dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk melakukan pelayanan kesehatan di desa ini. Berdasarkan  kondisi tersebut, Kabupaten Lebong bersama Puskesmas Ketenong  sangat berharap adanya Kegiatan PKB (Pelayanan Kesehatan Bergerak) di satu kecamatan untuk masyarakat yang berdomisili di desa Sungai Lisai yang sangat terpencil dan terisolir ini. Tim PKB yang  turun di Desa Sungai Lisai adalah Gabungan dari tim provinsi, tim kabupaten dan tim puskesmas, dengan total personilnya berjumlah 22 orang yang terdiri 7 orang dari tim dinkes provinsi , 7 orang dari tim dinkes. kabupaten dan 8 orang, dan  dari tim puskesmas. Tim terdiri dari dokter : 2 orang,  perawat : 5,  bidan : 5, Farmasi : 1, Analis : 1 , administrasi : 2, Penyuluh : 4, Kesling : 1, Gizi : 1.

Pelepasan oleh Kepala Dinas Kesehatan Lebong

Pelaksanaan pelepasan TIM DTPK PKB Kunjungan Kedua Sungai Lisai di pimpin oleh Kepala Dinas kesehatan Kab. Lebong  (Rachman, SKM, M.Si)  juga didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong (Eropa, SKM, ME).

Perjalanan Menuju Desa Sungai Lisai

Pelayanan Kesehatan Dasar.

Pelayanan Kesehatan Dasar sudah dilaksanakan selama 3 hari di Desa Sungai Lisai yang melibatkan 2 dokter umum yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan Dokter Puskesmas Ketenong Kab Lebongg. Masyarakat sangat antusis memeriksakan kesehatan nya kepada TIM PKB, setiap masyarakat yang memeriksakan kesehatan diberikan bahan kontak berupa paket bingkisan yang teriri dari : Sikat Gigi, Pasta Gigi, Sabun Mandi, Handsanitizer, dan Masker. Bahan kontak ini diharapkan agar masyarakat yang berobat disiplin dalam menjaga kebersihan.

Vaksinasi Covid 19

TIM PKB melaksanakan vaksinasi Covid 19 kepada 24 orang yang terdiri dari : Moderna 14 Orang, dan sinovac 10 orang masyarakat

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

Tim Pelayanan Kesehatan Melakukan Penyuluhan tentang penerapan Protokol Kesehatan dalam pencegahan Covid-19, kepada anak Sekolah dasar (SD) dan masyarakat dan mereka sangat antusias dengan penyuluhan kesehatan yang diberikan.

Pendataan kembali dan penyerahan  Kartu JKN            

Dari hasil pendataan kartu JKN pada kunjungan pertama diserahkan 83 Orang kemudian didata kembali dan yang belum terdaftar dan  memiliki kartu JKN yang nonaktif sebanayak 40 orang, pada kunjungan ini TIM PKB sudah mendapatkan fotocopy KK warga Sungai Lisai yang belum mempunyai kartu JKN. dan TIM PKB rencanaya akan mengusulkan warga tersebut untuk diusulkan ke usulan PBPU Provinsi Bengkulu dan BP Pemda (Jamkesda) Jamkesda Kabupaten Lebong agar seluruh Masyarakat Desa Sungai Lisa dan Air Putih terjamin Pelayanan Kesehatannya melalui program JKN/KIS

Penjaringan Anak Sekolah            

Penjaringan anak sekolah  lakukan sebanyak 8 orang dari 8 Sasaran seinga capaian 100%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − ten =