Selamat datang di Website Resmi

PELACAKAN KASUS AFP (Polio)

Oleh: Riza Farina Putri, SKM

AFP (acute flaccid paralysis) adalah gejala kelumpuhan pada anak yang berumur <15 tahun yang bersifat layuh/flaccid dan terjadi secara mendadak (akut) bukan karena rudapaksa/trauma/kecelakaan.  Untuk membuktikan bahwa virus polio liar sudah tidak ada lagi di Indonesia, maka harus ditemukan gejala-gejala yang menyerupai penyakit polio. Gejala tersebut dijumpai pada penderita AFP.

Description: C:\Users\USER-OK\Downloads\WhatsApp Image 2019-07-12 at 20.29.30.jpeg

Sekedar membuka ingatan kita bahwa Polio alias poliomyelitis merupakan kondisi penyakit yang terjadi karena serangan virus. Penyakit ini sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, terutama pada balita. Polio adalah jenis penyakit yang menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan bernapas, kelumpuhan, bahkan kematian. Salah satu cara terbaik untuk menghindari serangan penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi polio. Virus penyebab polio biasanya masuk melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dan kemudian masuk ke dalam tubuh. Virus polio hanya bisa menjangkiti manusia yang menyebar melalui tetesan cairan yang keluar saat pengidapnya batuk atau bersin.

Melakukan imunisasi atau pemberian vaksin polio bisa membantu mengurangi risiko terjangkit virus penyebab polio. Penyakit ini lebih mudah menyerang orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, seperti anak-anak, wanita hamil, dan orang yang memang memiliki imunitas rendah. Faktor lingkungan juga bisa menjadi pemicu polio, karena penyakit ini lebih mudah menyerang orang yang tinggal di tempat tanpa sanitasi yang bersih dan baik.

Indonesia telah berhasil mendapatkan sertifikasi bebas polio bersama negara-negara South East Asia Region (SEARO) pada tanggal 27 Maret 2014 setelah Indonesia dinyatakan bebas polio, bukan berarti Indonesia menurunkan upaya imunisasi dan surveilans AFP atau kasus lumpuh layu akut. Pemantauan terhadap kasus lumpuh layu adalah upaya pencegahan harus terus ditingkatkan hingga seluruh dunia benar-benar terbebas dari polio.

Kasus Polio di Indonesia sekarang muncul kembali. Sampai saat ini Kementerian Kesehatan RI  mencatat sudah tiga anak di Kabupaten Yahukimo Papua  positif terserang polio (Detik Health, 30/04/2019). Berdasarkan rekomendasi WHO dilakukan kegiatan surveilans AFP yaitu menjaring semua kasus dengan gejala mirip polio yang lumpuh layu mendadak (Acute Flaccid Paralysis), untuk membuktikan masih terdapat kasus polio atau tidak di populasi.

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu melalui Seksi Surveilans dan Imunisasi melakukan pelacakan kasus AFP di 3 (tiga) kabupaten  yaitu: 1)  Desa Air Pahlawan Muara Nasal Kabupaten Kaur; 2)   Desa Air Korpras Ketenong Kabupaten Lebong Lebong;  dan  3)  Kampung Baru Kabupaten Bengkulu Selatan. Pelacakan kasus dilakukan berdasarkan laporan dari dinas kesehatan kabupaten, RSUD dan Puskesmas.

Dalam pelacakan kasus AFP juga dilakukan pengumpulan spesimen kasus AFP yang diambil dari spesimen tinja. Spesimen tersebut nantinya dikirim dan di periksa di Laboratorium Rujukan Polio Nasional Kementerian Kesehatan RI Jakarta.

Dalam kesempatan ini Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menghimbau kepada seluuruh masyarakat apabila ditemukan anak umur <15 Tahun dengan Lumpuh Layuh Mendadak, SEGERA LAPORKAN !!! ke Dinas Kesehatan/Puskesmas terdekat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × two =