Selamat datang di Website Resmi

Kunjungan ke Dua Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Desa Sungai Lisai Kabupaten Lebong

Sungai Lisai merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi BengkuluIndonesia. Sebelum  Tahun 2009, desa ini adalah bagian Kecamatan  Jangkat, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Desa Sungai Lisai  terletak dikawasan Bukit Barisan yang membentang di Pulau Sumatera, tepatnya berada ditengah-tengah Hutan di Kawasan Taman Nasional  Kerinci Sebelat (TNKS).  Desa yang dikelilingi perbukitan itu merupakan salah satu desa terpencil di Provinsi Bengkulu yang berjarak             40 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebong dan terbagi dalam 2 (Dua) Desa, yakni Desa Sungai lisai sendiri dan Desa Air Putih yang berjarak lebih kuran 3 Kilo Meter (KM) dari Desa Sungai Lisai dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama lebih kurang 1 Jam Perjalanan dan dengan kendaraan bermotor lebih kurang 1,5 Jam.

Desa Sungai Lisai  yang berada di pedalaman Provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini merupakan satu dari 93 desa di Kabupaten Lebongg dan 8 desa di Kecamatan Pinang Belapis . Untuk menuju ke pusat perkampungan ini pun tak mudah. Di mana untuk menempuh desa yang dihuni 88 Kepala Keluarga (KK) itu, masyarakat musti berjalan kaki tidak kurang dari 4 jam hingga 5 jam perjalanan, dengan mengikuti aliran sungai Sebelat di daerah itu dan musti menuju ke Desa Sebelat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis, terlebih dahulu dengan jarak tempuh dari Desa Sebelat Ulu ke Desa Sungai Lisai, tidak kurang dari 10,4 kilometer (KM)

 Untuk Saat ini desa yang memiliki jumlah penduduk 326 jiwa itu sudah melintasi jalan setapak. Mereka pun sudah bisa melintas jalan setapak dengan sepeda motor roda ban tahu. Namun, ketika dilanda hujan jalan dipenuhi lumpur yang dalam. Sehingga akses jalan sulit untuk ditempuh. Sejak dibukanya akses jalan itu masyarakat pun sudah bisa membawa hasil perkebunan dan pertanian ke luar desa dengan sepeda motor.

 Desa Sungai Lisai yang merupakan Desa Penghasil Ikan Salai (Ikan Asap) namanya serta Kayu Manis  yang terkenal sejak dahulunya. Desa ini sudah ada sejak 1963, dan definitif pada tahun 1974,” kata Kepala Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebongg, Provinsi Bengkulu, Hajron Hadi.  Adanya keterbatasan yang dimiliki oleh Puskesmas Ketenong dalam memberikan pelayanan di Desa yang sangat terpencil ini, sehingga Desa ini masih sangat membutuhkan bantuan khusunya dari segi Pelayanan dan Jaminan Kesehatan.     Alasan mendasar, di mana sejak 1963 hingga pertengahan 2019, ketika masyarakat mengalami sakit atau ingin melahirkan musti digotong dengan cara ditandu secara bersama, dengan berjalan kaki tidak kurang dari 4 jam hingga 5 jam perjalanan. Lebih menyedihkan lagi, ada beberapa masyarakat yang meninggal dunia di jalan ketika digotong keluar dari desa. Baik itu ibu hamil maupun bayi. Sementara di desa pedalaman itu hanya memiliki satu bangunan Polindes pondok bersalin desa dengan didukung 1 tenaga perawat. ”Ketika ada yang sakit atau ibu yang ingin melahirkan musti dibawa keluar desa. Sempat ada masyarakat yang meninggal dunia dijalan ketika digotong,”.

 Desa Sungai Lisai yang berjarak sekitar + 40 Km dari Puskesmas induk hanya dapat ditempuh menggunakan jalan kaki dan bersyukur sekarang sudah dapat ditempuh dengan Sepeda Motor Ban Tahu, sejak dibangun oleh Anggota TNI dalam program TMMD pada    Tahun 2020 yang lalu.

Sebagai desa yang sangat terpencil dan terisolir, jarak desa Sungai Lisai ke pusat kecamatan berjarak + 45 Km, untuk menuju ke ibu kota Kabupaten berjarak + 60 Km dan menuju Ibu kota Propinsi berjarak + 162 Km. untuk menuju ke desa Sungai Lisai akan lebih sulit lagi jika konsisi cuaca yang kurang baik, sehingga sewaktu-waktu desa ini akan terisolir dari dunia luar.

Dalam pemberian Pelayanan Kesehatan di Sungai Lisai petugas Puskesmas harus membutuhkan waktu dan persiapan akomodasi untuk sekitar 3 hari disetiap kunjungan yang dijadwalkan serta dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk melakukan pelayanan Kesehatan di Desa ini. Berdasarkan  kondisi tersebut, Kabupaten Lebong bersama Puskesmas Ketenong  sangat berharap adanya Kegiatan PKB (Pelayanan Kesehatan Bergerak) di satu kecamatan untuk masyarakat yang berdomisili di desa Sungai Lisai yang Sangat Terpencil dan Terisolir ini.

Tim PKB yang  turun di Desa Sungai Lisai adalah Gabungan dari TIM Provinsi, TIM Kabupaten dan TIM Puskesmas, dengan total personilnya berjumlah 22 orang yang terdiri 7 orang dari TIM Dinkes Provinsi, 7 orang dari TIM Dinkes Kabupaten dan 8 orang dari TIM Puskesmas. Tim terdiri dari Dokter : 2 orang, Perawat : 5, Bidan : 5,Farmasi : 1, Analis : 1 , Administrasi : 2, Penyuluh : 4, Kesling : 1, Gizi : 1.

Pelepasan oleh Kepala Dinas Kesehatan Lebong

WhatsApp Image 2021-08-31 at 09

Pelaksanaan pelepasan TIM DTPK PKB Kunjungan Kedua Sungai Lisai di pimpin oleh Bapak Kepala Dinas kesehatan Kab. Lebong  Bapak Rachman, SKM, M.Si  juga didampingi oleh Bapak  Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong bapak Eropa, SKM, ME.

Perjalanan Menuju Desa Sungai Lisai

WhatsApp Image 2021-09-02 at 13
WhatsApp Image 2021-09-02 at 14

Pelayanan Kesehatan Dasar

WhatsApp Image 2021-09-02 at 13
WhatsApp Image 2021-09-02 at 13
WhatsApp Image 2021-09-02 at 13

Pelayanan Kesehatan Dasar sudah dilaksanakan selama 3 hari di Desa Sungai Lisai yang melibatkan 2 dokter umum yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan Dokter Puskesmas Ketenong Kab Lebongg. Masyarakat sangat antusis memeriksakan kesehatan nya kepada TIM PKB, setiap masyarakat yang memeriksakan kesehatan diberikan bahan kontak berupa paket bingkisan yang teriri dari : Sikat Gigi, Pasta Gigi, Sabun Mandi, Handsanitizer, dan Masker. Bahan kontak ini diharapkan agar masyarakat yang berobat disiplin dalam menjaga kebersihan.

Vaksinasi Covid 19

TIM PKB melaksanakan vaksinasi Covid 19 kepada 24 orang yang terdiri dari : Moderna 14 Orang, dan sinovac 10 orang masyarakat.

WhatsApp Image 2021-09-02 at 18
WhatsApp Image 2021-09-02 at 12

Penyuluhan Kesehatan

WhatsApp Image 2021-09-02 at 18

Tim Pelayanan Kesehatan Melakukan Penyuluhan tentang penerapan Protokol Kesehatan dalam pencegahan Covid-19, kepada anak Sekolah dasar (SD) dan masyarakat dan mereka sangat antusias dengan penyuluhan kesehatan yang diberikan.

Pendataan kembali dan penyerahan  Kartu JKN

     Dari hasil pendataan kartu JKN pada kunjungan pertama diserahkan 83 Orang kemudian didata kembali dan yang belum terdaftar dan  memiliki kartu JKN yang nonaktif sebanayak 40 orang, pada kunjungan ini TIM PKB sudah mendapatkan fotocopy KK warga Sungai Lisai yang belum mempunyai kartu JKN. dan TIM PKB rencanaya akan mengusulkan warga tersebut untuk diusulkan ke usulan PBPU Provinsi Bengkulu dan BP Pemda (Jamkesda) Jamkesda Kabupaten Lebong agar seluruh Masyarakat Desa Sungai Lisa dan Air Putih terjamin Pelayanan Kesehatannya melalui program JKN/KIS.

WhatsApp Image 2021-09-02 at 18
WhatsApp Image 2021-09-02 at 18

Penjaringan Anak Sekolah

            Penjaringan anak sekolah  lakukan sebanyak 8 orang dari 8 Sasaran seinga capaian 100%

WhatsApp Image 2021-09-06 at 10
WhatsApp Image 2021-09-07 at 13

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + 14 =