Selamat datang di Website Resmi

Kelembaban, Suhu dan Pencahayaan Ruang Seksi Kesling Kesjaor Dinkes. Provinsi Bengkulu

Pekerja mempunyai risiko terhadap masalah kesehatan yang disebabkan oleh proses kerja,lingkungan kerja serta perilaku kesehatan pekerja. Pekerja tidak hanya berisiko menderita  penyakit menular dan tidak menular    tetapi pekerja juga dapat menderita penyakit akibat kerja dan/atau penyakit terkait kerja. Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan/atau lingkungan kerja termasuk penyakit akibat hubungan kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 menunjukan bahwa terdapat 128,3 juta angkatan kerja diIndonesia yang tersebar di berbagai lapangan pekerjaan. Pekerja berisiko menderita penyakit menular dan tidak menular tetapi pekerja juga dapat menderita penyakit akibat kerja dan/atau penyakit terkait kerja. Upaya penanganan masalah kesehatan bagi pekerja adalah hal yang penting sehingga setiap pengelola tempat kerja mengupayakan agar pekerjanya sehat dan produktif secara optimal.

Berdasarkan data International Labour Organization    (ILO) tahun 2013 diketahui bahwa setiap tahun ditemukan 2,3 juta orang meninggal terkait pekerjaan baik penyakit maupun kecelakaan dan sekitar 2,02 juta kasus meninggal terkait penyakit akibat kerja. Di Indonesia, gambaran penyakit akibat kerja saat ini seperti fenomena “PuncakGunungEs”, penyakit akibat kerja yang diketahui dan dilaporkan masih sangat terbatas dan parsial berdasarkan hasil penelitian sehingga belum menggambarkan besarnya masalah keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia. Hal ini disebabkan karena sumber daya   manusia yang mampu melakukan diagnosis penyakit akibat kerja masih kurang sehingga pelayanan    untuk  penyakit akibat kerja belum optimal. Amanat Undang-Undang no 36/2009 tentang Kesehatan dikatakan bahwa seluruh pekerja baik sektor formal dan informal memiliki hak dalam mengakses pelayanan kesehatan kerja termasuk penyelenggaraan pelayanan penyakit akibat kerja.

  1. KONDISI LINGKUNGAN KERJA

Manusia sebagai  mahluk sempurna tetap  tidak luput    dari    kekurangan,    dalam    arti segala kemampuannya masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut berasal dari diri sendiri (intern), dapat juga dari pengaruh luar (ekstern). Salah satu faktor yang berasal dari luar adalah kondisi fisik lingkungan kerja yaitu semua keadaan yang terdapat di sekitar tempat kerja seperti temperatur, kelembaban udara, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, bau- bauan, warna dan lain-lain. Hal-hal tersebut dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil kerja manusia.

Kondisi lingkungan kerja meliputi suhu, kelembaban, getaran, kebisingan, dan lain-lain. Stres atau kelelahan kerja bisa terjadi akibat dari kondisi lingkungan kerja yang panas, bising dan getaran mesin yang berlebihan. Stres atau kelelahan kerja bisa menimbulkan dampak negative pada kinerja. Suhu yang baik ditempat kerja yang memberikan produktivitas kerja yang tinggi adalah pada temperature 230C – 260C menurut permenkes 48/2016 tentang Standar dan Keselamatan Kerja Perkantoran.

Kelembaban adalah banyaknya air yang terkandung dalam udara (dalam %). Suatu keadaan dimana udara sangat panas dan kelembaban tinggi akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar – besaran (karena sistem penguapan) dan semakin cepatnya denyut jantung karena makin aktifnya peredaran darah untuk memenuhi kebutuhan akan oksigen. Menurut Permenkes No. 48 Tahun 2016 batas kelembaban ruangan adalah 40% – 60%.

Pencahayaan sangat mempengaruhi manusia untuk melihat obyek – obyek secara jelas, cepat tanpa menimbulkan kesalahan. Kemampuan mata untuk melihat obyek dengan jelas ditentukan oleh ukuran obyek derajat kontras antara obyek dengan sekelilingnya, luminasi (brightness), serta lamanya waktu untuk melihat obyek.

Pengukuran kelembaban (%RH) ruang Kesling Kesjaor

NOHARI PERTAMAJAM 10.00 wib
TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
1.14 ORANG60,359,36062,1059,859,5  
  JAM 12.00 WIB
 12 ORANGTITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
  0  5758,457,1057,457,4
  JAM 15.00 WIB
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 5 ORANG64,264,164,164,264,26464,1  
2HARI KE DUAJAM 10.00 wib
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 12 ORANG065,566,166,167,564,966,1  
  JAM 12.00 WIB
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 10 ORANG61,262,361,863,262,362,3  61,6
  JAM 15.00 WIB
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 5 ORANG69,26868,368,368,568,268  

Dari hasil pengukuran yang dilakukan di ruang kerja diperoleh nilai rata-rata kelembaban ruangan hari pertama 52,24%RH dan masih memenuhi standard, hari kedua 62,30%RH (RH : relative humidity, kelembaban). melebihi standar kelembaban lingkungan perkantoran. Resiko yang  dapat ditimbulkan  Kram pada otot, nyeri atau kejang di perut, lengan atau kaki, keringat berlebih,pusing (sakit kepala), kebingungan, kelelahan, emosi tidak stabil

 Berdasarkan  data tersebut untuk pengendalian kelembaban dengan menciptakan sirkulasi udara yang baik.   Mengurangi jumlah kepadatan hunian  karyawan atau barang-barang di ruangan. Mengatur pencahayaan ruangan dan menambah ruang terbuka hijau. Pengadaan kipas angin pada area yang dirasa perlu diberi kipas angin/ penambahan AC/ membiarkan jendela/ ventilasi  tetap terbuka. Memberikan fasilitas air minum/dispenser untuk mengurangi rasa kelelahan akibat suhu ruangan yang panas.

Pengukuran suhu (0C) ruang Kesling Kesjaor

NOHARI PERTAMAJAM 10.00 wib
TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
1.14 ORANG32,232,132,33231,832,132  
  JAM 12.00 WIB
 12 ORANGTITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
  32,232,933,13332,33333  
  JAM 15.00 WIB
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 5 ORANG33,233,233,333,433,233,233,3  
2HARI KE DUAJAM 10.00 wib
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 12 ORANG32,730,930,931,430,831,330,7  
  JAM 12.00 WIB
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 10 ORANG32,732,832,732,632,632,732,6  
  JAM 15.00 WIB
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 5 ORANG31,631,931,931,931,831,831,8

Dari hasil pengukuran suhu yang dilakukan di ruang kerja diperoleh nilai rata-rata suhu ruangan hari pertama 32,570C dan hari kedua 310C . Nilai suhu di ruangan melebihi dari standar yang ditetapkan. Hal ini dikarenakkan kepadatan di tempat kerja, properti di ruangan terlalu banyak, jendela diruangan tidak dibuka, alat pendingin ruangan tidak berfungsi dengan baik. Sehingga ini yang mengakibatkan suhu diruangan meningkat.

Perubahan suhu/temperatur ruangan yang terjadi pada lingkungan kerja dapat menimbulkan berbagai kondisi seperti gangguan perilaku, dehidrasi, keadaan keringat (heat rash) atau gatal karena kulit terus basah, hilangnya garam natrium (heat champs) dari tubuh yang dapat menyebabkan kejang otot. Suhu panas mengurangi kelincahan, menurunkan kemampuan berpikir, menganggu kecermatan otak, mengganggu koordinasi saraf perasa dan saraf motoris. Kondisi panas yang berlebihan mengakibatkan rasa letih, kantuk, mengurangi kestabilan kepala pusing, mata berkunang-kunang, perut mual, berkeringat, dan meningkatkan angka kesalahan kerja (Suma’mur, 1996). Cara yang lain dalam mengendalikan kondisi ruangan adalah Pengadaan kipas angin pada area yang dirasa perlu diberi kipas angin/ penambahan AC/membiarkan jendela/ventilasi tetap terbuka. Perlu adanya komponen tanaman hijau di luar gedung yang dapat membantu pertukaran sirkulasi udara

5 Jenis Bahaya di Tempat Kerja yang Mengancam Kesehatan

Pengukuran pencahayaan  (Lux) Ruang Kesling Kesjaor

NOHARI PERTAMAJAM 10.00 wib
TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
1.14 ORANG930466281292974  
  JAM 12.00 WIB
 12 ORANGTITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
  530411441242465  
  JAM 15.00 WIB
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 5 ORANG40034818113853  
2HARI KE DUAJAM 10.00 wib
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 12 ORANG83036213102039  
  JAM 12.00 WIB
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 10 ORANG93037681941469
  JAM 15.00 WIB
  TITIK 1TITIK 2TITIK 3TITIK 4TITIK 5TITIK 6TITIK 7
 5 ORANG105030114209031  

Dari hasil pengukuran cahaya yang dilakukan di ruang kerja rata-rata hari pertama 100,9 lux dan hari kedua 95,85 lux . Pencahayaan di ruangan perkantoran kurang dari standar yang ditetapkan. Hal ini dikarenakkan pencahayaan di ruangan minim, jendela tidak dibuka dan tertutup gorden sehingga terhalang cahaya masuk kedalam ruangan, selain itu lampu di ruangan redup dan ada beberapa lampu yang tidak menyala lagi. Apabila kebutuhan (visual performance) dan harapan pemakai ruang kantor instensitas cahaya tidak terpenuhi maka pekerja merasa tidak nyaman serta mengakibatkan gangguan kesehatan. penerangan yang buruk di tempat kerja mengakibatkan mata lelah, kelelahan kerja (fatigue), sakit kepala, stres, dan kecelakaan kerja. Di sisi lain, penerangan berlebih juga berpengaruh pada keselamatan dan kesehatan pekerja seperti silau, sakit kepala dan stres.Penerangan atau pencahayaan yang baik memungkinkan pekerja untuk  dapat melihat objek kerja secara jelas tanpa ada upaya pemaksaan konsentrasi mata untuk melihat objek tersebut harus memenuhi pencahayaan 300-500 lux.

Depresi Kerja Mengancam Karyawan - RS Awal Bros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four − two =