Selamat datang di Website Resmi

GANGGUAN TIDUR

heni

Gangguan tidur ataupun kesulitan dalam tidur dewasa ini cukup banyak diderita oleh banyak orang. Gangguan ini paling tidak pernah diderita oleh seseorang paling tidak sekali dalam hidupnya ataupun ada yang menderita hampir sepanjang hidupnya ada hal yang inilah yang dapat mempengaruhi kwalitas hidup seseorang. Sesorang yang terganggu dalam tidurnya akan dapat terjadi bermacam-macam gangguan seperti hilang semangat, kesulitan dalam berkonsentrasi, selalu merasa mengantuk dan gelisah, mudah marah atau temperamental menjadi tinggi, tekan darah menjadi tinggi dari biasanya/normal sampai berujung pada terjadinya penyakit-penyakit tertentu yang bersifat kronis.

Insomnia atau kesulitan tidur atau gangguan dalam tidur sebenarnya bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional, kelainan fisik dan pemakian obat-obatan. Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut,  dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah. Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stdium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.

Insomnia juga dapat dibagi menjadi 3 tipe berdasarkan lama terjadinya, yaitu transient insomnia yang hanya berlangsung 2 sampai 3 hari, shortterm insomnia berlangsung hingga 3 minggu dan longterm insomnia yang dapat terjadi dalam waktu lebih lama, ini biasanya disebabkan oleh kondisi medis atau psikiatri tertentu. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 5886 lansia berusia 65 tahun ke atas, didapatkan bahwa lebih dari 70% lansia diantaranya mengaalami insomnia. Faktor lain yang berhubungan dengan peningkatan prevalensi gangguan tidur adalah jenis kelamin wanita, adanya gangguan mental atau medis dan penyalahgunaan zat. Dilaporkan juga bahwa, kurang lebih 40-50% dari populasi usia lanjut mengalami hal ini.

  1. Penyebab Isomia

Orang yang sering terjaga dari tidurnya ternyata dapat disebabkan oleh banyak faktor, walaupun mungkin satu faktor lebih dominan mempengaruhi. Faktor tersebut antara lain :

  1. Gangguan Emosional,tekanan batin, maupun despresi

Orang yang dalam kesehariannya banyak diliputi oleh tekanan dan ancaman akan sangat berpotensi untuk insomnia. Hal ini dikarenakan perasaan batinnya yang tidak tenteram. Orang tersebut akan selalu memikirkan berbagai kejadian yang telah menimpa padanya dan bagaimanapun akan keluar dari permasalahan akan tetapi tetap tidak bisa. Sehingga tidur pun jadi terganggu karena pikiran terganggu.

  • Penggunaan Obat

Penggunaan obat dalam jumlah yang banyak atau dalam jangka waktu panjang juga akan mengganggu kegiatan tidur kita. Ada orang yang sangat gemar mengkonsumsi obat. Sedikit saja badan terasa tidak enak, langsung minum obat, walaupun tubuh belum benar-benar sakit. Bahkan untuk menjaga tubuh agar tetap bugar saja juga harus minum obat. Kebiasaan ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan insomnia, walaupu efek samping obat adalah mengantuk. Mungkin seketika obat akan terasa kantuk, tetapi ketika malam hari insomnia akan tetap datang.

  • Ketidakmampuan untuk bersantai dengan santai

Tidur membutuhkan suasana yang santai selain daripada rasa kantuk. Banyak orang tetap tidak dapat berfikir santai karena pekerjaan yang menumpuk. Saat pekerjaan menumpuk biasanya kita selalu teringat untuk segera menyelesaikannya. Kondisi seperti ini biasanya dialami oleh para mahasiswa, khususnya ketika waktu-waktu menjelang ujian. Hampir tidak ada waktu untuk beristirahat karena menumpuknya tugas. Sehingga ketika tidur tidak segera tidur, pikiran masih gelisah terbayang bagaiman jika tugas tidak selesai, sementara waktu sudah sempit dan tubuh kita juga butuh istirahat guna aktivitas esok hari.

  • Kebiasaan merokok

 Bagi siapapun juga yang memiliki kebiasaan merokok sebaiknya mulai kurangi. Merokok selain memberikan efek yang buruk bagi tubuh, juga dapat menahan keinginan tidur.

  • Suasana ribut

Siapapun juga  kenyamanan tidur anda ketika suatu saat lingkungan rumah anda sedang dipakai pertemuan arisan/pesta, dengan pada saat malam hening disertai hujan gerimis. rasakanlah bedanya. Pekerja pabrik yang selalu bekerja pada suasana bising, ternyata juga mengalami insomnia ketika di rumah.

  • Penatalasanaan Insomia
  • Teknik deconditioning

pada teknik ini diminta untuk menggunakan tempat tidurnya hanya untuk tidur dan bukan untuk hal-hal lainnya, bila tidak tertidur dalam 5 menit, maka diminta untuk bangun dan melakukan hal lain yang bersifat positif (membaca bacaan yang ringan atau mengaji, mendengarkan musik yang tenang)

  • Terapi kognitif

Penderita insomnia sering memiliki pemikiran dan kepercayaan yang negatif tentang konsekuensi dari kondisi mereka. Mambantu penderita dalam menangani pemikiran dan kepercayaan mereka yang tidak tepat adalah tujuan dasar dari terapi ini. Hal ini juga dapat menurunkan kecemasan yang berhubungan dengan insomnia.

  • Edukasi tentang sleep hygiene menurut Ebert Michael H. (2008) dengan menggunakan terapi kontrol stimulus, yaitu :
  • Menjaga waktu tidur dan terbangun agar konstan, bahkan saat hari libur
  • Saat sudah ditempat tidur hentikan kegiatan menonton tv, membaca buku.
  • Hindari tidur siang
  • Berolah raga secara rutin (3-4 kali per minggu), namun hindari olahraga di waktu sore hari bila menggangu waktu tidur nantinya.
  • Hentikan  mengkonsumsi alkohol , kofein, rokok dan hal lain yang dapat mengganggu tidur
  • Sebelum tidur lakukan aktifitas yang dapat menenangkan.
  • Aturlah agar ruangan tempat tidur terasa nyaman dan tenang

Jadi dapat disimpulkan Insomnia merupakan gangguan kesulitan tidur pada seseorang. Gangguan tersebut dapat terjadi ketika awal, pertengahan tidur maupun ketika bangun tidur. Insomnia ditandai dengan sulitnya tidur di malam hari, mengatuk dan lelah di siang hari. Penyebab gangguan ini adalah didominasi oleh kondisi psikologis penderita yang lemah. Meskipun banyak faktor lain yang juga berpengaruh. Untuk mengatasi masalah ini secara umum penderita harus mampu menciptakan suasana kenyaman dalam diri sendiri.

Ditulis kembali oleh  Heny Agustati