Selamat datang di Website Resmi

e-Monev Hygiene Sanitasi Pangan (HSP) Solusi Informasi Cepat, Tepat & Up To Date

Higiene sanitasi pangan adalah pengendalian terhadap faktor pangan, orang, tempat dan peralatan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan lainnya (safety).  Faktor yang sangat penting dalam melakukan peningkatan pengawasan keamanan pangan adalah tersedianya tenaga atau sumber daya  manusia yang cukup serta memiliki  kapasitas dan kapabilitas dalam melakukan pengawasan atau Inspeksi Sanitasi (IS) terhadap Tempat Pengolaan Pangan (TPP).

Keamanan pangan merupakan masalah global sehingga perlu mendapatkan perhatian utama dalam melaksanakan kebijakan kesehatan masyarakat. WHO mendifinisikan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan (foodborne disease outbreak) sebagai suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit setelah mengkonsumsi pangan yang secara epidiomologi terbukti sebagai sumber penularan, dinyatakan dalam Peraturan Menteri Kesehatan no.2/2013 tentang KLB keracunan pangan

Dalam meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang disediakan diluar rumah, maka produk pangan yang disediakan oleh perusahaan atau perorangan yang bergerak dalam usaha penyediaan pangan untuk kepentingan umum harus terjamin kesehatan dan keamanan pangannya. Ini dapat terwujud bila ditunjang dengan keadaan hygiene dan sanitasi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang baik dan dipelihara secara bersama oleh pengusaha dan masyarakat.

Hal ini sangat diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang terstandar bagi seluruh petugas yang menangani Hygiene Sanitasi Pangan (HSP)  puskesmas sepuluh kabupaten/kota di wilayah kerja Provinsi Bengkulu sehingga akan muncul tenaga kesehatan lingkungan yang memiliki kapasitas yang handal dalam melaksanakan inspeksi sanitasi hygiene sanitasi pangan tempat pengelolaan pangan (rumah makan/restoran, jasaboga/catering, Depot Air Minum (DAM), kantin sekolah/instansi, makanan jajanan dan sentra makanan jajanan).

Hasil pantauan yang dilakukan  penanggung jawab program HSP seksi kesling  kesjaor Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu bahwa dari 10 kabupaten/kota yang membawahi beberapa puskesmas diwilayah kerjanya telah diberikan pelatihan berupa sosialisasi penggunaan E-Monev HSP. Tujuannya  agar penanggung jawab program dapat mengunakan aplikasi pelaporan Higiene Sanitasi Pangan berbasis elektronik dan memberikan laporan data TPP cepat, tepat dan up to date. Akan tetapi, masih terdapat kendala yaitu beberapa puskesmas masih belum menerapkan secara online Hal ini diperkirakan karena koneksi jaringan yang buruk, keterbatasan waktu dalam entry data ke sistem akibat tumpang tindih tugas dan kurangnya semangat ataupun motivasi dalam penggunaannya. Berdasarkan hal tersebut di atas maka PJ program HSP kesling kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu  perlu untuk melakukan Bimbingan teknis dan evaluasi tentang pelaksanaan E-Monev Higiene Sanitasi Pangan (HSP) di Puskesmas yang ada. Pelaksanaan baru dilakukan di empat titik : 1. di Kabupaten Kaur, 2. di Kabupaten Bengkulu Selatan, 3, di Kota Bengkulu dan 4. Kabupaten Kepahiang

            Kegiatan dilakukan dari tanggal 22 Sept – 04 Okt 2021, Tim Hygiene Sanitasi Pangan (HSP) Program Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu  dengan penaggungjawab program, Heny Agustati, SKM.M.Ling melakukan pembimbingan berupa “Pemetaan Surveilan Kualitas HSP” kepada seluruh pelaksana program PL Dinas Kesehatan Kabupaten. Hal ini bertujuan untuk memudahkan petugas sanitarian Puskesmas dalam melakukan pengawasan dan penginputan data-data Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) diwilayah kerja Puskesmas masing-masing. Sasaran pendataan TPP terdiri dari : 1. rumah makan dan restoran, 2. depot air minum. 3. jasa boga/catering, 4. Kantin, 5. Makanan jajanan dan 6. Sentra makanan jajanan.

Model pengawasan TPP dengan e-Monev HSP cukup membantu karena data TPP yang tersedia yang sudah dilakukan pemantauan, pengawasan dan penilaian dengan cheklis Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dapat langsung diinput oleh sanitarian puskesmas sehingga kabupaten, provinsi dan pusat dapat juga mengakses dan mendapatkan manfaat dengan informasi cepat ini.

Data Emonev HSP Prov.Bengkulu                 Capaian Bengkulu no 12 dari 34 provinsi

Sebelum tim turun ke kabupaten terlebih dahulu dikoordinasikan dengan kabupaten agar sanitarian Puskesmas mendata profil TPP diwilayahnya masing-masing yang selanjutnya akan diinput ke aplikasi e-Monev HSP. Tanggal 22 September 2021 Kabupaten pertama yang dikunjungi adalah Kabupaten Kaur Tim didampingi Kasie kesling kesjaor Kab.Kauribu Maya Afianti,SKM dan PJ program HSP ibu Methi Minarthi, SKM kegiatan dilaksanakan di loby Bidang Kesmas yang dihadiri seluruh PJ program HSP Kabupaten Kaur. Walaupun di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur tidak tersediah wifi tapi antusias sanitarian dan petugas kabupaten dalam kegiatan ini cukup tinggi dengan mengikuti sampai rampung yang walaupun kendala berupa jaringan internet yang lambat loading sehingga membutuhkan kesabaran sampai aplikasi data dapat terbuka sampai dengan proses menginput dan menyimpan data.

Pada tanggal yang sama pukul 13.30 WIB, bimbingan dilakukan di Kabupaten Bengkulu Selatan  dengan petugas yang turun Heny Agustati,SKM.M.Ling dan Lina Rista Diana,SKM. Kegiatan dilaksanakan di aula Kabupaten Bengkulu Selatan dan didampingi PJ program HSP ibu Leka Chrisnoya, SKM dan dihadiri 12 puskesmas dari 14 puskesmas yang ada. Sebelumnya tim melapor ke kasie kesling kesjaor yaitu ibu Nehlawati,S.So, beliau juga berterima kasih kepada tim provinsi yang bersedia datang memberikan peningkatan kapasitas kepada petugas puskesmas dan diharapkan kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, hanya kendala didaerah  adalah jaringan dan peralatan berupa Food Sanitarian Kit yang dipergunakan untuk mendukung pengawasan HSP belum ada

 Kota Bengkulu dilaksanakan tanggal 27 September 2021 dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Bapak Halian Sabdani, SKM , Plt Kasie Kesling Kesjaor ibu Sri Nurhidayati, SKM dan PJ program HSP Dinas Kesehatan Kota Bengkulu ibu Novarika Gustini, SKM. Kegiatan dilaksanakan di aula Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.

Menurut Bapak Halian Sabdani, SKM mengatakan bahwa model pelaporan HSP dengan sistem on line ini perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan untuk membantu petugas dalam melakukan penginputan data TPP sehingga apa yang diharapkan akan tercapai. Beliau menekankan agar sanitarian Puskesmas mengikuti dengan serius dan mempertanyakan hal-hal yang belum jelas sampai tuntas sehingga tidak ada lagi alasan seperti tidak tahu atau lambatnya laporan TPP  Puskesmas yang masuk. Penanggung jawab program HSP yang hadir ada 14 puskesmas dari 20 puskesmas yang ada di Kota Bengkulu.

Kabupaten Kepahiang  dilaksanakan tanggal 04 Oktober 2021 didampingi Kasie Kesling Kesjaor Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang Bapak Nirozan, SKM. Kegiatan dilaksanakan di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang dengan jumlah puskesmas yang hadir 9 dari 14 puskesmas yang ada. Petugas yang turun dari DinKes Prov.Bengkulu Heny Agustati,SKM.M.Ling dan Juniati,SKM.

Secara Nasional target indikator HSP tahun 2021 adalah 44%  dan Provinsi Bengkulu capaian indikatorna sudah melebihi dari target yang semestinya yaitu  52,53%. Latar belakang adanya aplikasi E-Monev HSP karena kesulitan dalam hal pengumpulan data – data dan informasi tentang TPP, dengan adanya aplikasi ini kebutuhan informasi  data TPP , penyajian laporan yang cepat, dan up to date serta mekanisme pengelolaan penilaian TPP secara cepat dan akurat. Bila dibuka halaman portal website HSP terdapat dashboard emonev TPM  pada bagian pertama terdapat persentase Realisasi Capaian Nasional yang merupaka persentase TPM yang telah memenuhi syarat laik HSP, di bagian ke dua terdapat filter data dashboard yang dapat digunakan sebagai input filter data yang akan ditampilkan adalah 1. Jumlah TPM terdaftar, 2. Jumlah TPM di IKL/dibina, 3. Jumlah TPM Laik HSP, 4. Jumlah TPM bersertifikat, dan 5. Daftar jumlah dan persentase TPM bersertifikat. Data Higiene Sanitasi Pangan dapat di lihat pada aplikasi emonev HSP https://tpm.kemkes.go.id       atau kesling.kesmas.kemkes.go.id

Di tulis oleh     Heny Agustati, SKM.M.Ling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + twelve =