Selamat datang di Website Resmi

Dari Promotor Kesehatan hingga Menjadi Kader TBC Aiysiyah Lebong serta Mengikuti Pelatihan Laboratorium TBC

Oleh Novian Ansori, SKM (Promotor Kesehatan Kabupaten Lebong)

TBC atau Tuberculosis adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang dan merusak jaringan tubuh manusia. Bakteri tersebut dapat ditularkan melalui saluran udara. TBC biasanya menyerang paru-paru, namun bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ lainnya.

Gejala utama TBC adalah batuk terus menerus selama lebih dari 2 minggu dan gejala lainnya:
1. Demam meriang berkepanjangan
2. Sesak nafas dan nyeri dada
3. Berat badan menurun
4. Batuk berdahak serta bercampur darah
5. Nafsu makan menurun
6. Berkeringat dimalam hari tanpa melakukan kegiatan

Sedangkan penularan TBC terjadi melalui percikan dahak penderita yang terbawa udara saat si penderita tersebut batuk tanpa menutup mulut. Jika udara tersebut mengandung kuman TBC dan terhirup maka kemungkinan yang mengirup akan terkena infeksi TBC, namun tidak selalu kita akan langsung sakit, akan tetapi kuman TBC yang terhirup itu ‘’tidur’dalam tubuh kita,serta akan bisa menularkan penyakit TBC ke orang lain jika daya tahan tubuh kita menurun, kuman TB yang tidur tersebut akan menjadi aktif dan memperbanyak diri maka kita bisa sakit TBC.
Siapa saja yang berisiko TBC :
1. Anak-anak
2. Orang HIV/AIDS
3. Orang usia lanjut
4. Orang diabetes militus
5. Perokok
6. Orang kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TBC
Bagaimana cara pencegahannya, dengan melakukan Gaya Hidup Sehat:
1. Membersihkan tempat tidur serta bila perlu dijemur agar tidak lembab
2. Dengan rajin membuka jendela agar tersinari matahari dan sirkulasi udara lancar
3. Serta lakukan olahraga secara teratur,atau dengan aktifitas fisik
4. Jangan lupa dengan imunisassi BCG
5. Serta perbanyak makanan-makanan yang bergizi setiap hari dengan makan buah dan sayur
6. Serta tidak merokok dan selalu menghindari asap rokok.
Batuk yang ber etika:
1. Gunakan masker
2. Menutup mulut dan hidung
3. Tutup mulut dan hidung dengan tisu
4. Jangan lupa membuangnya ditempat sampah
5. Cucilah tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Berbagai macam usaha pemerintah untuk bisa memutus penyebaran penyakit TBC di Indonesia, seperti salah satunya dengan menggeratiskan pengobatan penyakit TBC ini, tetap saja tidak segampang membolak balik kan tangan. TOSS TBC merupakan istilah atau singkatan dari temukan obati sampai sembuh.
Langkah –langkah TOSS TBC :
1. Temukan gejala TBC di masyarakat
2. Obati TBC dengan tepat
3. Pantau pengobatan TBC sampai sembuh

Salah satu pendekatan untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati dan menyembuhkan penderita TBC, untuk menghentikan penularan TBC dimasyarakat dengan cara ‘’investigasi kontak TBC’’(IK). Sebagai promotor Saya tergerak dengan banyaknya suspek TBC, maka yang terkena penyakit TBC akan semakin banyak. Masalahnya saya merasa kurang memahami cara-cara agar bisa menarik minat suspek TBC supaya mau berobat. Maka dari itu, pada pertengahan 2017 saya ikut bergabung sebagai kader TBC Aisyiah Kabupaten Lebong,
Selama menjadi kader TBC Aiysyah saya semakin banyak pengalaman, manakla diberi kesempatan mengikuti pelatihan selama dua hari dengan materi penemuan kasus TBC dengan cara investigasi kontak, yang maksudnya dengan mengunjungi kontak rumah si penderita TBC yang masih aktif minum obat dan yang sudah sembuh. Setelah itu kami di giring untuk melakukan pendataan ke anggota keluarga serta tetangga penderita TBC tersebut dengan menanyakan poin-poin kuesioner tentang gejala –gejala TBC yang timbul dengan maksimal 30 kontak.

Setelah mengikuti pelatihan dan berbekal ilmu tersebut saya berusaha melakukan penelusuran kasus penderita TBC diwilayah kerja Puskesmas Muara Aman, dengan melakukan investigasi kontak serumah, tidak hanya saya yang menjadi kader TBC Aaisiyah akan tetapi ada beberapa dari teman di puskesmas serta warga yang juga berminat ikut.

Setelah saya bergabung menjadi kader TBC, oleh Kepala Puskesmas Muara Aman, saya ditunjuk menjadi peserta pelatihan Laboratorim khusus TBC selama lebih kurang 4 hari di Bengkulu tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut sebagai tambahan pengetahuan. Dalam saya mengikuti pelatihan Laboratorium TBC banyak materi mengenai TBC yang saya dapatkan. Selain materi juga paktek menggunakan miscrskop, dan dibimbing cara-cara menggunakan miskroskop dari dasar, cara menggambar pola di kaca slaid untuk diukir pola dari dahak yang bagus, sampai dengan banyak percobaan, hingga akhirnya saya bisa menggambar pola dengan baik dan cara mewarnai slaid yang sudah di pola tadi.

Sesudah menggambar pola di slaid saya diberi latihan untuk mencoba membaca slaid yang sudah di pola dan di warnai untuk dibaca lewat miskroskop ada tidak BTA positif (+),atau BTA negatif(-).
‘’SALAM SEHAT PENUH SEMANGAT’’
‘’MOTTO ‘’
‘’SEHAT’’
‘SEMANGAT HANDAL TANGGUH’’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 3 =