Day: June 12, 2019

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

Admin Dinkes

Kenapa Minum Antibiotik Harus Dihabiskan?

Lalu kalo minumnya tidak dihabiskan bagaimana? kan udah sembuh sakitnya? Justru kalo langsung berhenti bibit penyakit akan kuat dan dia jadi kebal dengan antibiotik itu, jadi nanti kalo sakit seperti itu lagi udah ga bisa lagi disembuhin. Hal ini disebut resistensi antibiotik. Kalaupun harus disembuhkan bukan dengan obat yang sama tetapi dengan golongan yang lebih tinggi atau dikombinasi pengobatannya. Terus, harus berapa hari sih minum antibiotik? Antibiotik umumnya diberikan selama seminggu. Kalo dokter hanya memberikan cuma 3 hari sebaiknya minta lagi atau beli lagi di Apotek.  kalo diminum 3 x sehari berarti butuh 20-21 tablet, kalo diminum 2 X sehari butuh 14-15 tablet. Kapan diminumnya? umumnya penggunaan antibiotik 30 menit sesudah makan, kecuali antibiotik  Amoxicillin harus diminum sebelum makan. Apa saja sih contoh antibiotik yang biasa diminum? Amoxicillin, Ampicillin, Cefadroxil, Cefixime, Cefotaxime, Ceftriaxone. Semoga bermanfaat dan cepat sembuh. Makanan yang Harus Anda Hindari Ketika Anda Mengonsumsi Antibiotik Makanan memiliki dampak yang cukup signifikan pada efektivitas dari obat-obatan. Makanan berinteraksi dengan antibiotik dalam tiga cara ;. menahan penyerapan obat, memperlambat tingkat di mana obat ini diserap tubuh atau mengganggu dengan cara merusak obat. Mengutip dari healthmeup.com, beberapa makanan yang harus Anda hindari saat Anda sedang mengonsumsi antibiotik, untuk membuat obat lebih efektif sehingga Anda mendapatkan penyembuhan lebih cepat. 1. Makanan dan minuman asam Hindari makanan dan minuman seperti buah jeruk, cokelat, minuman ringan dan makanan berbasis tomat seperti saus tomat asam. Mereka memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap obat. 2. Produk susu, kecuali yoghurt Kalsium dalam produk susu menahan penyerapan antibiotik. Yoghurt adalah satu-satunya produk susu harus Anda makan saat mengonsumi obat, karena mengandung probiotik yang mendorong pertumbuhan bakteri baik dalam usus Anda, sehingga membantu tubuh Anda pulih dari serangan dari antibiotik dan lebih cepat sembuh. Probiotik juga membantu mencegah diare, yang merupakan efek samping yang umum dari antibiotik. 3. Supleman kalsium dan zat besi Seperti kalsium, zat besi juga mengganggu penyerapan obat. Jika Anda sedang mengonsumsi antibiotik, cobalah untuk menunggu setidaknya tiga jam sebelum Anda mengonsumsi suplemen lainya. 4. Makanan tinggi serat Makanan tinggi serat sangat sehat, tapi mereka bukan pilihan terbaik ketika Anda sedang mengonsumi obat. Makanan ini memperlambat makanan diserap dari perut Anda, berguna ketika Anda menurunkan berat badan. Tetapi tidak begitu berguna ketika memperlambat obat untuk diserap tubuh Anda. Makanan tinggi serat termasuk biji-bijian, kacang dan kacang-kacangan. 5. Alkohol Alkohol tidak benar-benar mengganggu efek dari antibiotik, tetapi bisa menyebabkan efek samping seperti masalah pencernaan dan pusing. Hal ini sebaiknya dihindari sampai Anda telah sembuh sepenuhnya. Saat sekarat bibit penyakit akan menyembuhkan diri dan menggunakan baju perang dari lebih kuat dan kebal. Untuk itulah minum obat antibiotik harus selalu dihabiskan sehingga bibit penyakit sudah mulai tumbang akan langsung mati dan tidak akan hidup lagi sampai ke akar-akarnya.

Admin Dinkes

Ciri-Ciri Krim Mengandung Merkuri

Semua wanita pasti ingin mendapatkan kulit yang cantik namun seringkali kita tidak tahu bahwa didalam produk kosmetik mengandung bahan berbahya, seperti: 1. Merkuri: Sudah pasti dilarang, efek terlalu banyak merusak. 2. Hidroquinon: Boleh digunaakan dengan batas max 2% masih diperbolehkan dijual bebas sebagai kosmetik (OTC). Diatas itu harus pengawasan dan resep dokter. 3. Asam Retinoic acid: tidak boleh bebas harus atas resep dokter (bukan barang OTC). Untuk krim merkuri, bahwa di awal sebenarnya krim-krim tersebut sudah bagus ketika melewati perizinan, tapi kemudian karena laku banyak dipalsukan atau ditambah bahan aktif tanpa pemberitahuan ke BPOM. Ciri-ciri krim yang mengandung Mercuri: 1. Umumnya pemutih wajah yang baunya agak keras (biasanya agak sedikit bau logam/diberi parfum biar wangi tapi menyengat ) itu patut dicurigai. 2.  Krim berwarna putih-kuning. Putih untuk krim malam, kuning untuk krim pagi. Tidak semua tapi patut dicurigai. 3.  Ciri spesifik Krim agak mengkilat warnanya. Kalau kita buka tutupnya permukaan krimnya agak berkilauan/hologram. Coba oleskan didepan cermin perhatikan ada yang kilat-kilat nempel di wajah atau tidak, itu biasanya mengandung mercury. Yang mengkilat itu: adalah merkuri. Merkuri adalah logam makanya mengkilat. Krim yang bagus warnanya putih dop tidak mengkilat. 4. Dapat membuat kulit wajah putih dalam waktu singkat. Memang cukup bervariasi antara 1- 4 minggu tergantung dari banyaknya kandungan mercury didalam krim. (makin tinggi kandungan mercury makin cepat memberikan hasil putih pada wajah). Bahkan hasilnya ada yang seperti wajahnya putih sekali seperti (maaf) mayat, alias putih pucat. 5. Umumnya menimbulkan rasa gatal yang amat sangat di awal pemakaian, tergantung jenis kulit. Makanya ada yg menyertakan dg “krim anti iritasi” 6. Kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, terasa panas bila terkena sinar matahari langsung. 7. Kulit terasa perih kemerahan, umumnya 1-2 hari diawal pemakaian (berbeda rasa perihnya ketika memakai Peeling dari dokter). 8. Gangguan pada saluran Kemih. Bahaya penggunaan Krim mengandung Merkuri, yaitu: 1. Membuat gangguan kerusakan pada syaraf, kasus seperti Alzheimer & parkinson, dengan ciri sbb: Tremor (gemetar), Insomnia (susah tidur), Gangguan penglihatan, Ataxia (Gerakan tangan tak normal) Gangguan Emosi, Pikun, Depresi, Disorientasi Ruang (Rasa bingung & gelisah di awal pemakaian). 2. Dapat memperlambat pertumbuhan janin. Bahkan menyababkan anak mengalami Autisme. Merkuri yg tidak bisa terbuang oleh ginjal, ditumpuk di badan, dan masuk ke janin ketika ibunya hamil. coba Googling tentang hubungan merkuri dan autisme. Dulu disalahkan karena imunisasi mengandung merkuri utk pengawet, padahal yang nyata merkuri ada di krim kosmetik yang dipakai sang ibu. 3. Mengakibatkan keguguran (Kematian janin dan Mandul) 4. Flek hitam pada kulit akan memucat (seakan pudar) dan bila pemakaian dihentikan, flek itu dapat / akan timbul lagi & bertambah parah (melebar). 5. Efek REBOUND (efek balik) yaitu memberikan respon berlawanan yakni Kulit akan menjadi gelap/kusam saat pemakaian krim dihentikan. 6. Bagi Wajah yang tadinya bersih lambat laun akan timbul flek yang sangat parah (lebar). 7. Dapat merusak lapisan kulit bawah. Jadi kl disinari dg lampu diagnostik, kulit yg memakai krim merkuri akan terlihat biru dibawahnya, krn sel kulit tsb mati. Selanjutnya bs mengakibatkan kanker kulit ( basal cell carcinoma, malignant melanoma, malignum melanoma, dsb). 8. Kerusakan pada saluran pencernaan. 9. Kerusakan pada ginjal yang dapat menyebabkan kematian akibat gagal ginjal. Perhatikan bau air urin anda setelah pemakain krim merkuri, bau urin akan menjadi tajam. Orang yg pakai krim merkuri biasa nya ngerasain sakit pinggang. Bukan krn kelelahan tp krn merkuri adalah logam berat yg menumpuk di ginjal (ginjal letaknya di pinggang). Ginjal itu ibarat nya saringan santan. Merkuri itu ibarat nya batu2 kerikil, kl ginjal disuruh nyaring logam berat seperti merkuri, lama2 ginjal nya jebol (gagal ginjal). Mudah-mudahan bisa jadi pengetahuan bersama agar waita lebih bijak dalam menentukan produk kosmetik. Tidak semata-mata mendapatkan kecantikan instan yang justru membuat kulit menjadi rusak.