LATAR BELAKANG

Kegiatan yang dilakukan dalam pelatihan keluarga sehat meliputi pengkayaan, pengetahuan program yang terfokus pada pendekatan keluarga sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan sekaligus melakukan pendataan seluruh keluarga dalam wilayah kerja puskesmas (pembuatan database keluarga sehat dan menghitung indeks keluarga sehat). Peserta diarahkan pada kemampuan melakukan kunjungan rumah, mamantau program gizi, kesehatan ibu dan bayi, pengendalian dan pencegahan penyakit menular dan penyakit tidak menular, memantau perilaku dan sanitasi lingkungan keluarga serta mengisi family folder.

Dalam pendekatan keluarga sehat, cara kerja puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga di luar gedung melalui kunjungan rumah/keluarga di wilayah kerjanya. Sehingga pendekatan keluarga sehat merupakan upaya pendekatan pelayanan terintegrasi antara Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang berkesinambungan dengan target keluarga serta didasari oleh data dan informasi dari profil kesehatan keluarga.

Atas penjelasan tersebut, pendekatan keluarga sehat ini berupaya meningkatan aksesibilitas keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif dalam mendukung pencapaian standar pelayanan minimal, mendukung pelaksanaan JKN dan mendukung tercapainya Program Indonesia Sehat.

Pelatihan Keluarga Sehat merupakan pelatihan yang dirancang untuk menunjang terlaksananya program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga sehat di wilayah kerja puskesmas dengan menjangkau sasaran utamanya melalui keluarga. Kegiatannya di fokuskan kepada kunjungan keluarga dengan memperhatikan indikator program prioritas pada :

  1. Perbaikan gizi
  2. Penurunan AKI dan AKB
  3. Pengendalian Penyakit Menular
  4. Pengendalian Penyakit Tidak Menular
  5. Kesehatan Lingkungan

Program Keluarga Sehat yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan mengacu kepada 12 indikator keluarga sehat sebagai berikut :

Tabel I : dua belas (12) Indikator Keluarga Sehat :

NO INDIKATOR
 

1.

2.

3.

4.

5.

PROGRAM GIZI, KESEHATAN IBU DAN ANAK :

Keluarga mengikuti KB

Ibu bersalin di fasilitas kesehatan

Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap

Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan

Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan

 

 

6.

7.

8.

PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR DAN PENYAKIT TIDAK MENULAR :

Penderita TB Paru berobat sesuai standar

Penderita hipertensi berobat teratur

Gangguan  jiwa berat tidak ditelantarkan

 

9.

10.

11.

12.

PERILAKU DAN KESEHATAN LINGKUNGAN :

Tidak ada anggota keluarga yang tidak merokok

Keluarga memiliki/memakai air bersih

Keluarga memiliki/memakai jamban sehat

Sekeluarga menjadi anggota JKN

(Sumber : Health Policy Unit Kementerian Kesehatan 2015)

Untuk memperoleh pelatihan yang bermutu dan terstandarisasi maka diperlukan sebuah kurikulum dan modul terakreditasi guna mencapai kompetensi yang diharapkan. Kurikulum dan modul dipergunakan sebagai acuan dan pedoman dalam pelaksanaan pelatihan. Sasaran dalam pelatihan ini adalah tenaga kesehatan di puskesmas antara lain perawat, bidan, penyuluh kesehatan masyarakat, tenaga kesmas/kesling, tenaga gizi, analis kesehatan yang akan menjadi Pembina Keluarga di wilayah kerja puskesmas.

FILOSOFI PELATIHAN

Pelatihan keluarga sehat ini diselenggarakan dengan memperhatikan :

  1. Berorientasi kepada peserta, dimana peserta berhak untuk :
  2. Mendapatkan satu paket bahan belajar tentang keluarga sehat
  3. Mendapatkan pelatih profesional yang dapat memfasilitasi dengan berbagai metode, melakukan umpan balik dan menguasai materi keluarga sehat
  4. Belajar dengan modal pengetahuan yang dimiliki masing-masing tentang keluarga sehat
  5. Melakukan refleksi dan memberikan umpan balik secara terbuka
  6. Melakukan evaluasi (bagi penyelenggara maupun fasilitator) dan dievaluasi tingkat pemahaman dan kemampuannya dalam keluarga sehat
  7. Berbasis kompetensi, yang memungkinkan peserta untuk :
  8. Mengembangkan keterampilan langkah demi langkah dalam memperoleh kompetensi yang diharapkan dalam Keluarga Sehat
  9. Memperoleh sertifikat setelah dinyatakan berhasil mendapatkan kompetensi yang diharapkan pada akhir pelatihan.
  10. Learning by doing yang memungkinkan peserta untuk :
  11. Berkesempatan melakukan sendiri eksperimentasi berbagai kasus terkait Keluarga Sehat menggunakan metode pembelajaran antara lain simulasi, studi kasus, role play, latihan-latihan dan praktik baik secara individu maupun kelompok.
  12. Melakukan pengulangan ataupun perbaikan yang dirasa perlu

KOMPETENSI

Untuk menjalankan fungsinya peserta memiliki kompetensi dalam :

  1. Menjelaskan pelayanan KIA di keluarga
  2. Menjelaskan pelayanan Gizi di keluarga
  3. Menjelaskan pelayanan penyakit menular (Tuberculosis) di keluarga
  4. Menjelaskan pelayanan penyakit tidak menular di keluarga
  5. Menjelaskan pemantauan sanitasi lingkungan di keluarga
  6. Melakukan komunikasi efektif
  7. Melakukan manajemen pendekatan keluarga

Kompetensi ini mengacu pada 12 Indikator Keluarga Sehat

TUJUAN

a. Tujuan Umum

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu melakukan pembinaan terhadap keluarga di wilayah kerja puskesmas.

b. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu :

  1. Menjelaskan pelayanan KIA di keluarga
  2. Menjelaskan pelayanan Gizi di keluarga
  3. Menjelaskan pelayanan penyakit menular (Tuberculosis) di keluarga
  4. Menjelaskan pelayanan penyakit tidak menular di keluarga
  5. Menjelaskan pemantauan sanitasi lingkungan di keluarga
  6. Melakukan komunikasi efektif
  7. Melakukan manajemen pendekatan keluarga

PESERTA, FASILITATOR/NARASUMBER, PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN

A. Peserta

Kriteria Peserta Pelatihan terdiri dari yaitu :

  1. Tenaga medis
  2. Tenaga keperawatan
  3. Tenaga Kebidanan
  4. Tenaga Kesehatan Masyarakat : epidemiologi kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, tenaga biostatistik dan kependudukan, serta tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga.

Dengan kriteria sebagai berikut :

  1. Minimal pendidikan D III Nakes
  2. Bekerja di puskesmas dan mempunyai wilayah binaan di tingkat desa/kelurahan
  3. Mampu mengoperasikan komputer

Jumlah peserta dalam 1 (satu) kelas, peserta berjumlah maksimal 30 orang.

B. Fasilitator/Narasumber

Pelatih/fasilitator pada Pelatihan Keluarga Sehat ini memiliki kriteria sebagai berikut :

  1. Pejabat struktural/fungsional Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/kota
  2. Tenaga pelatih/fasilitator di atas diutamakan yang telah mengikuti TOT Keluarga Sehat
  3. Menguasai substansi yang akan dilatihkan (profesional di bidangnya)
  4. Memahami dan melaksanakan kurikulum Pelatihan Keluarga Sehat, terutama Garis-Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)

 

C. Penyelenggara

Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK), Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Balai Pelatihan Kesehatan Daerah (Bapelkesda) dan institusi diklat lainnya yang terakreditasi bekerjasama dengan dinas kesehatan provinsi.

 

D. Tempat Penyelenggaraan

Pelatihan Keluarga Sehat dapat diselenggarakan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK), Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Balai Pelatihan Kesehatan Daerah (Bapelkesda) dan Institusi Diklat lainnya yang terakreditasi.

 

STRUKTUR PROGRAM

Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka disusun materi yang akan diberikan secara rinci pada struktur program sebagai berikut :

NO MATERI ALOKASI WAKTU
T P PL JLH
A MATERI DASAR
1. Kebijakan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan 2 2
    Keluarga
Sub Total 2 2
B MATERI INTI
1. Pelayanan KIA di keluarga 1 1 2
     a. Persalinan di fasilitas kesehatan
     b. Keluarga Berencana (KB)
     c. Imunisasi Dasar
2. Pelayanan Gizi di keluarga 1 1 2
     a. Air Susu Ibu Eksklusif
     b. Pemantauan pertumbuhan & perkembangan balita
3. Pelayanan Penyakit Menular (Tuberkulosis) di keluarga 1 1 2
4. Pelayanan PTM di keluarga 2 2 4
     a. Hipertensi
     b. Kesehatan Jiwa
     c. Bahaya merokok bagi kesehatan
5. Sanitasi lingkungan di keluarga 1 1 2
     a. Sarana air bersih
     b. Jamban sehat
6. Komunikasi efektif 1 2 3 6
7. Manajemen pendekatan keluarga 2 3 3 8
Sub Total 9 11 6 26
C MATERI PENUNJANG
1. Building Learning Comitment (BLC) 1 1
2. Recana Tindak Lanjut (RTL) 1 1
Sub Total 2 2
TOTAL 11 13 6 30
Keterangan :
1 JPL @ 45 menit. T : Penyampaian Materi; P : Penugasan; PL : Praktek Lapangan

 

JADWAL KEGIATAN

Tempat   : Pelatihan dilaksanakan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Prov. Bengkulu

Waktu    : 1. Angkatan I            , 09 s.d 13 April 2017

2.Angkatan II, 09 s.d 13 April 2017

SERTIFIKASI

Setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan ketentuan kehadiran minimal 95% dari keseluruhan jumlah jam pembelajaran akan mendapatkan sertifikat pelatihan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan angka kredit 1 (satu). Sertifikat ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan oleh panitia penyelenggara.