Pembaca tercinta, alhamdulilah kami dapat hadir kembali  menjumpai pembaca dalam edisi 1 Buletin Promosi Kesehatan Tahun 2017. Tahun ini merupakan tahun  kinerja memasuki tahun ketiga dengan motto kerja, kerja dan kerja. Sebagaimana tertuang dalam Program Nawa Cita yang diusung pemerintahan era Presiden Joko Widodo, tentu kita berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pelayanan terbaik demi terwujudnya derajat kesehatan yang optimal.

Sejalan dengan visi dan misi Presiden RI yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepibadian berlandaskan gotong-royong, pola/arah pembangunan yang dimulai dari pinggiran, selanjutnya ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan tentang perubahan paradigma pembangunan bidang kesehatan yaitu paradigma sehat yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, namun tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Senada pula dengan visi misi Gubernur Bengkulu ,”Mewujudkan Bengkulu yang maju, sejahtera, bermartabat, dan berdaya saing tinggi”. Pemahamannya sebagai berikut: (1) terpenuhinya  kebutuhan layanan dasar masyarakat yang berkualitas; (2) meningkatnya hasil-hasil pembangunan yang berkeadilan dengan didukung oleh   kondisi   aman,   pemerintahan   bersih   dan  berwibawa, efektif,  transparan,  dan  mengayomi;  (3)  mewujudkan masyarakat Bengkulu yang berjiwa menghargai keberbedaan, memiliki kebanggaan terhadap sumberdaya yang ada, dan menjunjung  tinggi  martabat  bangsa;  (4)  meningkatnya  daya saing Bengkulu dalam beragam aspek kehidupan dan pembangunan.

Salah satu dari lima program prioritas Gubernur Bengkulu yang terkait dengan indikator program kesehatan adalah pengentasan kemiskinan. Kita harus bersatu padu, bersinergi dan terintegrasi dengan semua sektor dalam mengatasi  berbagai permasalahan khususnya permaslahan kesehatan. Hal ini sejalan dengan promosi kesehatan  yaitu suatu proses menyebarluaskan informasi dan melaksanakan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan setiap individu, keluarga serta lingkungannya secara mandiri dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat.  Upaya promosi kesehatan dapat dilakukan dalam berbagai situasi dan suasana yang tersedia termasuk memanfaatkan berbagai momen/kesempatan ataupun peristiwa yang terjadi.

Promosi kesehatan dalam dokumen kebijakan nasional dirumuskan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumberdaya masyarakat, sesuai social budaya setempat dan didukung oleh kebijakan public yang berwawasan kesehatan.

Promosi memegang peranan penting dalam memasarkan sebuah produk. Produk yang dimaksudkan dalam hal ini berupa program kesehatan berkenaan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

PHBS jumlahnya itu banyak sekali bisa sampai ratusan bahkan ribuan, namun secara garis besar dalam rumah tangga ada 10 yaitu: 1) persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan; 2) member bayi ASI eksklusif; 3) menimbang balita setiap bulan; 4) menggunakan air bersih; 5) mencuci tangan dengan air bersih dan sabun; 6) menggunakan jamban sehat; 7) memberantas jentik di rumah sekali seminggu; 8) makan buah dan sayur setiap hari; 9) melakukan aktifitas fisik setiap hari; 10) tidak merokok di dalam rumah.

Adapun indikator Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat sesuai dengan Renstra Nasional Pembangunan Bidang Kesehatan 2015-2019 antara lain: 1. Jumlah kebijakan publik yang berwawasan kesehatan, 2. Persentase Kab/kota yang memiliki kebijakan PHBS; 3. % desa yang memanfaatkan dana desa minimal 10 persen untuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM); 4. Jumlah dunia usaha yang memanfaatkan CSR-nya untuk program kesehatan; 5.Jumlah organisasi kemasyarakatan yang memanfaatkan sumber dayanya untuk mendukung kesehatan; 6.Jumlah Tema pesan dalam komunikasi, informasi dan edukasi  kepada masyarakat; 7.Jumlah Posyandu Aktif

 

Dikesempatan ini kami akan menyajikan berbagai kegiatan kesehatan baik secara nasional maupun yang dilaksanakan di Provinsi ini selama kurun waktu Januari-Maret 2017. Semoga kehadiran kami dapat bermanfaat bagi kita semua……..