Oleh: Nelly Alesa, Msi (Kabid. Kesehatan Masyarakat dan Wiwik Wuryani, SKM., MPH

Bertempat di The Madeline Hotel Bengkulu diselenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek)  Bidang Kesehatan Masyarakat Provinsi Bengkulu Tahun 2017. Selama tiga hari terhitung tanggal 22-24 Maret 2017 kegiatan ini berlangsung.

Sesuai dengan judul kegiatannya, penyelenggara kegiatan ini adalah Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Mengusung tema, “Penggerakan Kesehatan Masyarakat Mewujudkan Bengkulu Sehat Melalui Pendekatan Kesehatan Keluarga  dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”. Kegiatan ini selaras dengan agenda ke 5 Program Nawa Cita Presiden RI yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang kemudian diterjemahkan pada 3 program Prioritas yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Sehat dan Program Indonesia kerja serta Program Indonesia Sejahtera.

Kementerian Kesehatan telah menetapkan Rencana Strategis  (Renstra) Tahun 2015-2019 yang akan memfokuskan  pada penyediaan akses dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, yang merubah cara pandang pembangunan kesehatan dari paradigma sakit menjadi paradigma sehat. Selanjutnya ditetapkan sasaran strategis program yaitu meningkatnya kesehatan masyarakat yang mengedepankan upaya preventif dan promotif, namun tetap .memebrikan pelayanan kesehatan melalui jaminan kesehatan nasional (JKN).

Program ini tidak dapat terealisasi tanpa  adanya dukungan dari seluruh elemen baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melaksanaan koordinasi dan sinkronisasi program kesehatan antara pusat dengan daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota). Untuk itu  diperlukan kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Program Kesehatan Masyarakat Tahun 2017, Sehingga terjadi sinegisitas program kesehatan masyarakat yang mengacu pada  indikator RPJMN, RKP dan Renstra Kementerian Kesehatan RI.

Tujuan dari kegiatan ini adalah: 1)  adanya sinergisme dan integrasi pelaksanaan program kesehatan masyarakat dan Penggerakan Kegiatan Kesehatan Masyarakat yang selaras antara Provinsi dan Kabupaten/Kota; 2) Untuk memantapkan koordinasi antara pusat dengan daerah; dan 3) Sinkronisasi program antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota demikian disampaikan oleh Plt.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu (drg. H. Edriwan Mansyur, MM) saat menyampaikan sambutannya selaku ketua panitia saat acara pembukaan.

Beliau juga menyampaikan bahwa ada 5  program prioritas Gubernur Bengkulu yang salah satunya adalah pengentasan kemiskinan. Bidang kesehatan harus mengambil bagian dalam program pengentasan kemiskinan dan kesehatan masyarakat mempunyai peranan besar yaitu dengan upaya promotif dan preventif (menjaga masyarakat yang sehat tetap dalam kondisi sehat) sehingga dapat hidup produktif dan berangsur-angsur mengurangi angka kemiskinan yang saat ini berkisar 18% dan di tahun-tahun mendatang perlahan-lahan turun. Sambutan diakhiri dengan pantun “Selamat Datang”

Sungguh riang anak Bengkulu

Mengayuh sampan sambil berlagu

Syair disebut nada merdu

Selamat datang di Kota Bengkulu

 

Sekretaris Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI (Dr. Kuwat Sri Hudoyo, MS) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinggginya kepada Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang telah menggelar acara ini. Kegiatan ini merupakan upaya pembangunan dalam bidang kesehatan terutama meletakkan dasar melalui penggalangan komitmen bersama mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota.

Terjadi perubahan paradikma pembangunan kesehatan yang semula adalah paradigma sakit sekarang bergeser pada paradikma sehat. Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Dalam rangka mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit, dengan ini menginstruksikan kepada : 1) Para Menteri Kabinet Kerja; 2) Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian; 3) Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan; dan ). Para Gubernur dan Bupati/Walikota; Untuk Menetapkan kebijakan dan mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, melalui:

  1. Peningkatan aktivitas fisik;
  2. Peningkatan perilaku hidup sehat;
  3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi;
  4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit;
  5. Peningkatan kualitas lingkungan; dan
  6. Peningkatan edukasi hidup sehat.

Artinya kita memang harus bersatu padu bahu-membahu melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat dan mendorong peran serta aktif segenap lapisan masyarakat. Mengapa hal ini disampaikan karena didasari perubahan kejadian penyakit yang era tahun 1990-2010 masih berkutat pada penyakit inpeksi menular sejak tahun 2010 terjadi perubahan tren penyakit yang lebih mengarah pada penyakit akibat perilaku yang tidak sehat atau penyakit tidak menular. Kalau dulu penyakit tidak menular seperti diabetes,jantung, stroke menyerang penduduk yang berusia 00 tahun ke atas saat ini justru banyak diderita oleh orang yang berusia dibawah 40 tahun. Biaya pengobatan penyakit tidak menular relatif  mahal.

 

Selain itu presiden juga menghimbau agar kita menggunakan produk olahan pangan sehat lokal yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi karena para petani dapat meningkatkan produksinya dan mendapatkan nilai ekonomis sehingga pendapatannya bertambah.

 

 

Mewakili Gubernur Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu (Dr. Iskandar ZO, SH., MH) menyampaikan bahwa Program Indonesia Sehat yang difokuskan pada 4 program prioritas yaitu  percepatan penurunan kematian ibu dan kematian bayi, perbaikan gizi khususnya stunting, penurunan prevalensi penyakit menular dan penyakit tidak menular. Untuk itu, dilakukan pendekatan keluarga sebagai strategi untuk perubahan perilaku keluarga dan masyarakat, khususnya dalam pengenalan terhadap risiko penyakit. Pendekatan keluarga diharapkan dapat meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif.

Pak Gubernur telah menindaklanjuti Instruksi Presiden RI  melalui sebuah edaran tentang penggunaan pangan lokal untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan di Pemerintahan Provinsi ini. Gerakan masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang kegiatannya difokuskan pada 3 (tiga) kegiatan :

  1. Meningkatkan aktifitas fisik
  2. Konsumsi sayur dan buah
  3. Deteksi dini penyakit

 

Saya menyampaikan ucapan Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Rakontek ini.Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya menghimbau agar seluruh jajaran kesehatan  mendukung dan menyebarluaskan serta menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yaitu: 1) Mari lakukan Aktifitas Fisik; Senam Sehat, Jalan   Sehat, Sepeda Sehat minimal 30 menit setiap  hari! 2) Ayo biasakan makan Sayur dan Buah Lokal! 3) Lakukan Pemeriksaan Kesehatan secara rutin  untuk mendeteksi dini adanya penyakit!.

 

Kegiatan ini menghadirkan 7 orang narasumber pusat dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat antara lain:

  1. Kuwat Sri Hudoyo, MS materi yang disampaikan Kebijakan Program Kesmas.
  2. Ir. Bambang Setiadji, SKM, M.Kes materi yang disampaikan Manajemen Dana BOK Non Fisik 2017
  3. Rr. Dhian Proboyekti, SKM, MA materi yang disampaikan Kebijakan Program Promkes TA 2018.
  4. Rusmiyati. MQIH materi yang disampaikan Kebijakan Program Kesjaor TA 2018.
  5. Dhonal Simanjuntak, SKM, MKM materi yang disampaikan Kebijakan Program Kesling TA 2018.
  6. Evi Fatimah, SKM, MPH materi yang disampaikan Kebijakan Program Gizi  TA 2018.
  7. Wara Pertiwi materi yang disampaikan Kebijakan Program Kesga TA 2018.

 

Ada 2 sesi dialog, yaitu 1) wawancara pertama dilakukan oleh Mitra Promkes Bengkulu Hebat dengan  Dr. Rr. Dhian Proboyekti, SKM, MA dari Direktorat Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI seputar mengapa muncul kegiatan Germas, apa tujuannya dan bagaimana bentuk kegiatannya.

Wawancara dengan Dr. Rr. Dhian Proboyekti, SKM, MA dari Direktorat Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dengan Mitra Promkes Bengkulu Hebat seputar GERMAS

Foto bersama setelah wawancara  dengan Mitra Promkes Bengkulu Hebat dengan Pejabat Dirjend Kesmas berlatar GERMAS Bengkulu

2) dialog interaktif  yang disiarkan secara langsung oleh Stasiun RRI Bengkulu dengan Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu (Dr. Iskandar ZO, SH., MH) dan Sekretaris Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI (Dr. Kuwat Sri Hudoyo, MS).

Foto Bersama Sesdijend Kesmas Kemenkes RI,  Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Se-Provinsi Bengkulu

 

Foto Bersama Sesdijend Kesmas Kemenkes RI, , Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Kepala Seksi Promosi Kesehatan  & Pemberdayaan Masyarakat Se-Provinsi Bengkulu

Foto Bersama Sesdijend Kesmas Kemenkes RI,  Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Kepala Seksi Kesling dan Kesjaor se-Provinsi Bengkulu

 

Foto Bersama Sesdijend Kesmas Kemenkes RI,  Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Kepala Seksi Kesling dan Kesjaor se-Provinsi Bengkulu

Pada malam  hari pukul 19.30-22.30 Wib  tanggal 23 Maret 2017 dilakukan  pendalaman program melalui diskusi kelompok terarah para kepala bidang kesehatan masyarakat kabupaten/kota yang dipandu oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Nelly Alesa, M.Si). Pendalaman Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dipandu Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayan masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu (Pahlanasion, S.Sos., M.Kes) yang diikuti oleh Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Se-Provinsi Bengkulu. Pendalaman Program Kesga dan Gizi diikuti oleh Kepala Seksi Kesga dan Gizi Kabupaten/Kota Se-Provinsi Bengkulu dipimpin oleh Kepala Seksi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi bengkulu (Agus Bustari, SKM., M.Si). dan Pendalaman Program Kesling dan Kesjaor dipimpin oleh Kepala Seksi Kesling dan Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu (Risma Delvi S.ST, MM) diikuti Kepala Seksi Kesling & Kesjaor kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

Adapun hasil dari diskusi tersebut tertuang dalam kesepakatan berikut:

KESEPAKATAN PESERTA RAPAT KOORDINASI TEKNIK (RAKONTEK) PROGRAM KESEHATAN MASYARAKAT  PROVINSI BENGKULU

 

Pada hari ini Jumat tanggal Dua Puluh Empat bulan Maret Tahun Dua Ribu Tujuh Belas kami peserta pertemuan Rapat Koordinasi Teknik (RAKONTEK) Program Kesehatan Masyarakat Provinsi Bengkulu  sepakat :

  1. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat:
  2. Mapping data kesehatan terutama terkait kesehatan masyarakt di 7 titik lokus perkampungan nelayan prioritas Bengkulu Sehat, paling lambat disampaikan ke provinsi minggu ke-2 April 2017.
  3. Kabupaten/Kota yang tidak menjadi lokus prioritas akan di undang di kegiatan kabupaten/kota Lokus.
  4. Monev/pembinaan ke Puskesmas akan dilakukan bersama-sama provinsi dan kabupaten/kota dengan melibatkan semua seksi di bawah bidang kesehatan masyarakat.
  5. Mengupayakan BOK dan Jampersal dikelola di bidang kesehatan masyarakat bagi kabupaten/kota yang pengelolaannya masih di bidang atau seksi lain.
  6. Mengupayakan program inovasi di bidang IT.
  7. Membuat akun WA grup kepala bidang kesehatan masyarakat sebagai wadah koordinasi antar kabupaten/kota dan provinsi.
  8. Meningkatkan koordinasi lintas seksi dan bidang lainnya.
  9. Ada evaluasi berjenjang untuk kegiatan kesehatan masyarakat dan adanya feed back laporan atau bimbingan teknis di lapangan.
  10. Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi
  11. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Membuat komitmen dalam rangka menurunkan angka kematian ibu, bayi, balita,kasus Balita Gizi Buruk dan Kasus Gizi Kurang, dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Paling lambat tanggal 10 April 2017.
  12. Meningkatkan kualitas kegiatan Kelas Ibu, Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), Adanya Kantong persalinan, pencapaian Program Gizi.
  13. Rumah Tunggu Kelahiran harus berada di dekat Fasyankes yang mampu pertolongan persalinan dan mampu kegawat daruratan maternal neonatal (24 jam).
  14. Kabupaten/kota mengupayakan memiliki minimal 1 Rumah Tunggu Kelahiran di dekat rumah sakit Kabupaten/Kota.
  15. Kabupaten/kota yang memiliki Rumah Sakit Rujukan Regional, mengupayakan penambahan RTK di dekat Rumah Sakit tersebut.
  16. Dinas Kesehatan kabupaten/kota mengupayakan Rumah Sakit mampu PONEK.
  17. Meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan terlatih di Puskesmas dan Rumah Sakit.
  18. Mengupayakan inovasi program dalam penurunan kematian ibu, bayi,balita dan program gizi.
  19. Meningkatkan upaya promotiv dan preventif termasuk ke sekolah-sekolah dan masyarakat dalam pencegahan kematian karena 4T dan 3 T, dan masalah gizi pada remaja dan keluarga.
  20. Memastikan tersedianya sarana prasarana sesuai standar (termasuk Raport Kesehatan Anak Sekolah) dan terpenuhinya kebutuhan obat (Fe bumil dan Rematri, Vit A,Vit K, mineral mix,dll) dan perbekkes melalui Dana APBD Kabupaten/Kota.
  21. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan Sosialisasi Permenkes 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas, Permenkes no 71 Tahun 2016 tentang Jampersal dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014 ke Petugas Fasyankes.
  22. Prioritas pemberian PMT Bumil adalah ibu hamil yang KEK, apabila tersedia banyak stok PMT, dapat diberikan kepada sasaran ibu hamil yang Resti (resti umur, jarak kelahiran, miskin, terlalu muda, banyak anak).
  23. Peningkatan sosialisasi definisi operasional (DO) program Kesga dan Gizi di tingkat puskesmas.
  24. Dalam upaya menyediakan tablet tambah darah remaja putri,pengelola gizi kabupaten/kota membuat usulan permintaan tablet tambah darah sesuai jumlah sasaran remaja putri ke Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulumelanjutkan usulan tersebut ke Kementrian Kesehatan RI cq Dirjen Binfar.
  25. Komitmen pengumpulan laporan kesga dan gizi paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.

III. Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat :

No. Instansi Komitmen
1. Seksi Promkes & Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu

 

1.     Menggalang komitmen Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Germas Tingkat Provinsi Bengkulu

2.    Membentuk Forum Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) Tingkat Provinsi.

3.    Mem-booming-kan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui upaya sosialisasi lintas program dan lintas sektor serta media.

4.    Mensosialisasikan Edaran Gubernur kepada lintas program dan lintas sektor tentang penggunaan produk pangan lokal dan buah-buahan  lokal dalam setiap kegiatan.

5.    Hanya hotel yang telah mempromosikan Germas yang ditunjuk dalam pelaksanaan kegiatan Program Kesehatan.

6.    Mensosialisasikan kepada lintas sektor dan lintas program tentang aktifitas fisik khususnya setiap ada pertemuan wajib melaksanakan kegiatan peregangan.

 

2 Kepala Seksi Promosi & Pemberdayaan Masyarakat  Dinas Kesehatan Kabupten/Kota 1.     Menggalang komitmen Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Germas.

2.    Membentuk Forum Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) Tingkat Kabupaten/Kota.

3.    Mem-booming-kan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui upaya sosialisasi lintas program dan lintas sektor serta media.

4.    Mengadvokasi terbitnya Edaran Bupati/Walikota kepada lintas sektor tentang penggunaan produk pangan lokal dan buah-buahan  lokal dalam setiap kegiatan.

5.    Hanya hotel/tempat pertemuan yang telah mempromosikan Germas yang ditunjuk dalam pelaksanaan kegiatan Program Kesehatan.

6.    Mensosialisasikan kegiatan aktifitas fisik khususnya setiap ada pertemuan wajib melaksanakan kegiatan peregangan.

7.    Melaksanakan advokasi kepada lintas sektor terkait (BPMD, Camat dan Kepala Desa) tentang penggunaan dana desa sebesar 10% untuk UKBM.

8.    Mensosialisasikan Program Keluarga Sehat kepada seluruh Puskesmas.

 

 

  1. Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesjaor :
  2. Memastikan sanitarian atau petugas Kesling di Puskesmas bekerja dengan baik untuk mencapai target sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).
  3. Kepala seksi mengingatkan tenaga sanitasi untuk meng-update STBM Smart
  4. Mengusulkan pengangkatan tenaga sanitarian Puskesmas sesuai kompetensi.
  5. Melakukan advokasi kepada pemerintah dari tingkat desa sampai kabupaten/kota dalam rangka peningkatan capaian Indikator Program Kesling.
  6. Perencanaan dan informasi:
  7. Data sasaran program kesehatan harus sama.
  8. Pemahaman defenisi operasional program harus sampai ke tingkat Puskesmas/desa, dan yang bertanggung jawab memberikan pemahaman ke petugas Puskesmas adalah tanggung jawab dinas kesehatan kabupaten/k
  9. Verifikasi data dilakukan secara berjenjang mulai dari desa,Puskesmas,dinkes kabupaten/kota dan provinsi setiap laporan masuk.
  10. Feed back data per triwulan.
  11. Data program kesehatan masyarakat dikirim ke Provinsi paling lambat tanggal 10 setiap bulannya dan sudah diperiksa oleh pejabat yang berwenang sebelum dikirim. pengiriman secara soft copy dan hard copy.
  12. Laporan Tahunan 2016 di tiap seksi bidang kesehatan masyarakat harus segera dikirim sebelum tanggal 29 Maret 2017.
  13. Laporan Tahunan 2017 setiap seksi bidang kesehatan masyarakat harus sudah masuk pada akhir Januari Tahun 2018.
  14. Data tidak hanya sebagai dokumen tetapi harus di analisa dan sebagai sumber informasi untuk melakukan strategi yang akan dilakukan.
  15. Perlu adanya reward dan punishment dari atasan/pimpinan bagi pengelola data.

Perlu ada study banding pengolah data  ke Provinsi yang dapat menjadi contoh.