Oleh: Supardi SH., M.Kes dan Darus Imawan, SKM

Halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu  yang beralamat di Jalan Indra Giri No. 2 Padang Harapan Bengkulu menjadi lokasi diselenggarakannya Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN)  ke 57 Provinsi Bengkulu. “Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”, menjadi tema utama dengan sub tema, “Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah Nusantara menuju Masyarakat Hidup Sehat”.  Slogan yang diusung kali ini, “Ayo Biasakan Makan Sayur dan Buah Lokal Setiap Hari!”.  Melaa makan buah kek sayur tiok ari bila diartikan dalam Bahasa Daerah Bengkulu.

Sederhana kegiatannya, karena memang tidak ada sumber dananya. Namun meriah karena didukung oleh banyak mitra yang peduli terhadap program kesehatan.  Diantaranya : 1) Bank Bengkulu, 2) The Madelin Hotel, 3) BPJS Kesehatan, 4) Splash Hotel, 5) Bank Mandiri, 6) Pos Indonesia Bengkulu,

 

7) Nala Sea Side Hotel, 8) Bank Nasional Indonesia (BNI), 9) Hotel Latansa, 10) Kalbe Nutrional, 11) Yamaha, 12) Bank Sinar Mas, 13) Hypermart, 15) Telkomsel, 16) Rakyat Bengkulu Televisi, 17) Esa Televisi, 18) PMI, 19) Indomaret Nusa Indah, 20) RRI Bengkulu, 21) Grace Hotel,  23) Wiwin Tenda, 24) Kimia Farma, 25) Indomarco, 26) PKK, 27) Harian Rakyat Bengkulu,  28) Harian Bengkulu Ekspres dan 29) Radar Bengkulu.

Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN)  ke 57 Provinsi Bengkulu dan Hari Kusta, dilaksanakan pada hari Jumat 27 Januari 2017. Diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh ustad Sari Gunawan, SKM., M.Si, laporan panitia yang disampaikan oleh drg.H. Edriwan Mansur, MM (Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu), sambutan Gubernur Bengkulu yang disampaikan oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu (Drs. H. Sudoto, M.Pd) .

kemudian dilanjutkan dengan senam sehat, penggerakkan konsumsi sayur dan buah, konseling kesehatan, pelayanan kesehatan, bazar buah dan sayur lokal, donor darah, dan pembagian hadiah dan door price berkenaan dengan peringatan HGN dan Hari Kusta.

Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan peran seluruh stakeholder terkait baik lintas program maupun lintas sektor serta peran serta masyarakat dalam upaya perbaikan Gizi dan mempromosikan pangan nusantara sekaligus mengkampanyekan/menerapkan konsumsi buah dan sayur lokal, demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Selanjutnya disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan/mempromosikan program kesehatan msyarakat khusunya gizi sekaligus upaya pecegahan dan penemuan/pengobatan penyakit kusta. Dari sisi program gizi Provinsi Bengkulu mengalami banyak kemajuan yaitu berkurangnya kejadian gizi buruk dan dari program kusta Povinsi Bengkulu berupaya menekan/mencegah penularan penyakit kusta sekaligus pengobatan, mengingat semua kabupaten dan kota di Provinsi ini masih ditemukan masyarakat yang mengidap penyakit kusta ini.

Plt.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu dalam sambutannya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap jajaran kesehatan dan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. Hal ini menjadi bukti bahwa permasalahan gizi bukan hanya menjadi masalah kesehatan tetapi juga menjadi masalah sektor lain  dan juga masalah kesehatan masyarakat. Selain itu adanya kerja sama antara  Dinas Kesehatan dan  Badan Ketahanan Pangan

serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan  merupakan sinergisitas pelaksanaan pembangunan di provinsi ini sebagaimana diharapkan oleh Gubernur Bengkulu bahwa kita harus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang lebih optimal.

Sebagaimana tema yang kita usung dalam peringatan HGN kali ini  yakni peningkatan konsumsi sayur dan buah nusantara, menuju masyarakat yang sehat yang maksudnya kita diingatkan kembali untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kenekaragaman pangan lokal agar kita terhindar/mengurangi ketergantungan impor pangan.  Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI (Joko Widodo)  bahwa kita harus swasembada pangan dengan  tek henti-hentinya mengupayakan ketersediaan pangan lokal yang memadai dan mengurangi konsumsi makanan yang serba instan. Makanan lokal kita memiliki nilai gizi yang memadai dan baik untuk kesehatan.

Saat ini kita lebih mengenal buah impor misalnya apel, meskipun buah ini sebenarnya tidak selalu impor, ada apel malang (produk domestik dari daerah malang) namun  kalah tenar dan ketersediaanya dari apel yang impor, padahal apel impor tersebut biasanya mengandung bahan pengawet bila dikonsumsi terus menerus bisa membahayakan kesehatan.

Makan sayur dan buah seyogyanya dilakukan setiap hari, karena tubuh kita ini memerlukan zat gizi yang siembang antara protein, karbohidrat dan vitamin.  Dengan mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari bukan berarti kita tidak mengkonsumsi ikan dan daging namun semuanya harus berimbang dan jangan lupa beraktivitas fisik minimal 30 menit per hari. Mari melalui peringatan hari gizi nasional ke 57 tahun ini kita tingkatkan konsumsi sayur dan buah nusantara dan jadikanlah ini kebiasaan sehari-hari denngan buah lokal, seperti pisang, pepaya, mangga, jambu.

Gizi merupakan komponen utama dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia. Masalah gizi, salah satu masalah serius yang perlu mendapat perhatian khusus. Rendahnya status kesehatan dan gizi berakibat pada rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia, pencapaian pendidikan dan daya saing bangsa. Biaya kemanusiaan dan ekonomi dari kurang gizi pun luar biasa besarnya.

Walaupun Provinsi Bengkulu sudah cukup berhasil untuk menurunkan masalah perbaikan gizi, namun kasus stunting masih ada di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2016 Provinsi Bengkulu diperoleh angka Gizi Kurang 8,7%, Pendek 23%, Gemuk 5,5%, Kurus 7,4% dan sangat kurus 1,3%

Masalah-masalah yang terjadi tidak terlepas dari fakta yang menunjukkan bahwa ternyata dari hasil survey diet total (SDT) tahun 2014 kurang lebih 70% – 80% ibu hamil yang tinggal di desa/kota-miskin/kaya belum tercukupi konsumsi energi dan proteinnya. Demikian juga konsumsi sayur dan buah-buahan serta olahan penduduk yang belum memadai atau masih rendah, hal ini dapat berpengaruh terhadap suplai vitamin dan mineral yang dibutuhan oleh tubuh.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas beberapa hal yang dicanangkan oleh Ibu Menteri Kesehatan melalui suatu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan fokus kegiatannya pada 3 (tiga) fokus kegiatan :

  1. Meningkatkan aktifitas fisik
  2. Konsumsi sayur dan buah
  3. Deteksi dini penyakit

Sejalan dengan upaya tersebut Hari Gizi Nasional (HGN) yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2017 merupakan bagian penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), melalui percepatan/perbaikan/pembangunan gizi menuju bangsa sehat berprestasi.

Sebagai wujud komitmen pemerintah untuk memerangi masalah kurang gizi khususnya stunting, telah dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang memberikan peluang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat dan unsur pemerintah untuk secara terpadu menanggulangi masalah gizi yang terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan.

Persoalan gizi masyarakat yang harus dipecahkan memerlukan keterpaduan semua pemangku kepentingan pembangunan kualitas sumber daya manusia; untuk itulah, momentum peringatan Hari gizi Nasional (HGN) harus didayagunakan, bukan hanya unuk membangun  Pengetahuan dan Kesadaran, namun juga untuk melakukan aksi nyata bagi masyarakat.

Saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan sekaligus menaruh harapan kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke 57 di Provinsi Bengkulu, yang mengambil tema “Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah Nusantara Menuju Masyarakat Hidup Sehat” sebagai bagian dari tema besar “ Membangun Gizi Menuju Bangsa yang Sehat dan Berprestasi”

Karena untuk Mengatasi masalah kesehatan bukan hanya menjadi Tanggung Jawab Dinas kesehatan saja, Tapi dukungan dari LP/LS dan berbagai pihak terkait lainnya sangat diharapkan. Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya menghimbau agar seluruh masyarakat mendukung dan menyebarluaskan serta menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

1) “ Mari lakukan Aktifitas Fisik; Senam Sehat, Jalan   Sehat, Sepeda Sehat minimal 30 menit setiap    hari”

 

2) “ Ayo biasakan makan Sayur dan Buah Lokal”

 

3) “ Lakukan Pemeriksaan Kesehatan secara rutin   untuk mendeteksi dini adanya penyakit”

 

Serta berkenaan dengan peringatan hari kusta saya menghimbau ayo temukan bercak, jadikan keluarga sebagai penggerak pencegahan penyakit. Penenuan kasus kusta  secara dini,  diobati, sehingga tidak ada kecacatan, dan tidak ada stikma atau disisihkan dalam keluarga/masyarakat. Kusta bukanlah penyakit kutukan melainkan penyakit yang dapat diobati,  demikian akhir sambutan Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu.

Kegiatan dilanjutkan 1) senam sehat diikuti 500 peserta, 2) penggerakkan konsumsi sayur dan buah yang ditandai dengan pembagian snek berupa pisang rebus, jagung rebus, kacang rebus; 3)  konseling kesehatan berkenaan dengan penyakit tidak menular; 4) pelayanan kesehatan berupa cek gula darah,  cek asam urat, cek umur sel, tensi darah, berat badan ideal; 5) bazar buah dan sayur lokal yang diponsori oleh Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan  Provinsi Bengkulu; 6) donor oleh PMI,  yang mendaftar 71 orang setelah disekrening yang bisa mendonorkan darah sebanyak 56 orang (56 kantong), dan pembagian hadiah dan door price.

Ada 86 door price yang dibagikan ke peserta melalui kupon undian. Door price tersebut diperoleh dari mitra antara lain : 1) Bank Bengkulu, 2) The Madelin Hotel, 3) BPJS Kesehatan, 4) Splash Hotel, 5) Bank Mandiri, 6) Pos Indonesia Bengkulu, 7) Nala Sea Side Hotel, 8) Bank Nasional Indonesia (BNI), 9) Hotel Latansa, 10) Kalbe Nutrional, 11) Yamaha, 12) Bank Sinar Mas, 13) Hypermart, 15) Telkomsel, 16) Raky

at Bengkulu Televisi, 17) Esa Televisi, 18) PMI, 19) Indomaret Nusa Indah, 20) RRI Bengkulu, 21) Grace Hotel,  23) Wiwin Tenda, 24) Kimia Farma, 25) Indomarco, 26) PKK, 27) Harian Rakyat Bengkulu,  28) Harian Bengkulu Ekspres dan 29) Radar Bengkulu. Door price utama berupa sepeda diraih oleh Heriyadi, SKM., MM (Kasubag. Umum, Keuangan dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu). Pada kesempatan ini Plt. Kepala Dinas  Kesehatan Provinsi Bengkulu dan segenap panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada mitra yang telah mendukung terlaksannya kagiatan ini, inilah kemitraan yang sesungguhnya kami harapkan dan semoga kedepan akan lebih banyak mitra yang peduli terhadap program kesehatan. ……