Bulan: Mei 2017

Satu Jam Bersama Ibu Menteri Kesehatan RI di Provinsi Bengkulu

Sabtu, 13 Mei 2017 pukul 08.50 Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek tiba di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Kehadirannya disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ditandai dengan pemasangan selendang merah bermotif batik Bengkulu. Di Bandara Fatmawati Soekarno: Menteri Kesehatan RI disambut oleh Bujang dan Gadis  Bengkulu dan Forkopimda Provinsi Bengkulu Selanjutnya menuju Grage Hotel untuk membuka acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Bengkulu 12-14 Mei 2017. Sekitar pukul 08.30 rombongan Menkes tiba disambut Wakil Gubernur Bengkulu. Diawali dengan penanda tanganan Deklarasi Germas oleh Bupati/Wali Kota se-Provinsi Bengkulu sebagai berikut: DEKLARASI BISMILLAHIRROHMANIRROHIM PADA...

Read More

Lima Kabupaten Provinsi Bengkulu Merupakan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK)

Oleh: Supardi, Deva Deviza dan Remper Mahadio Pada bulan Maret kita kedatangan tamu pusat dalam rangka pembinaan daerah bermasalah kesehatan. Mereka bertiga mendatangi Kabupaten Kaur dan Bengkulu Tengah dalam rangka analisa situasi dan mengumpulkan data awal guna menentukan model/inovasi ataupun langkah-langkah pembinaan guna mengentaskan daerah ini dari berbagai permasalahan kesehatan. Kami dari Provinsi Bengkulu mencoba mendapingi kunjungan dan pembinaan ini. Ternyata kabupaten sendiri bingung dengan program ini, apalagi kabupatennya disebut sebagai daerah yang bermasalah dengan kesehatan. Mereka bertanya-tanya apa sih yang melatarbelakangi kabupatennya merupakan daerah bermasalah kesehatan (DBK). Untuk itu melalui tulisan ini kami mencoba memberikan penjelasan. Adanya  kesenjangan pencapaiannya target pembangunan antar daerah. Kesenjangan tersebut dibuktikan melalui suatu Riset Kesehatan Dasar yang diselenggarakan pada tahun 2007. Riset berbasis komunitas ini dengan kajiannya telah menetapkan 24 indikator yang disajikan menjadi suatu indeks yang pertama kali dapat menggambarkan tingkat kesehatan masyarakat setiap kabupaten/kota di Indonesia. Indeks tersebut adalah Indek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), yang erat hubungannya untuk menilai umur harapan hidup khususnya wilayah kabupaten/kota. Dengan IPKM dapat diketahui bahwa kesenjangan yang terjadi bukan saja antara Daerah Indonesia Bagian Barat dengan Daerah Indonesia Bagian Timur, antara Daerah di Jawa dengan Daerah di Luar Jawa, antara Daerah Kaya dengan Daerah Miskin, Daerah yang memiliki Tenaga Kesehatan yang Cukup dengan Daerah yang memiliki Tenaga Kesehatan terbatas. Kesenjangan juga terjadi di Daerah sesama Jawa, sesama Bagian Timur Indonesia atau sesama Bagian Barat Indonesia, sesama...

Read More