Penulis: Adelty

Lima Kabupaten Provinsi Bengkulu Merupakan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK)

Oleh: Supardi, Deva Deviza dan Remper Mahadio Pada bulan Maret kita kedatangan tamu pusat dalam rangka pembinaan daerah bermasalah kesehatan. Mereka bertiga mendatangi Kabupaten Kaur dan Bengkulu Tengah dalam rangka analisa situasi dan mengumpulkan data awal guna menentukan model/inovasi ataupun langkah-langkah pembinaan guna mengentaskan daerah ini dari berbagai permasalahan kesehatan. Kami dari Provinsi Bengkulu mencoba mendapingi kunjungan dan pembinaan ini. Ternyata kabupaten sendiri bingung dengan program ini, apalagi kabupatennya disebut sebagai daerah yang bermasalah dengan kesehatan. Mereka bertanya-tanya apa sih yang melatarbelakangi kabupatennya merupakan daerah bermasalah kesehatan (DBK). Untuk itu melalui tulisan ini kami mencoba memberikan penjelasan. Adanya  kesenjangan pencapaiannya target pembangunan antar daerah. Kesenjangan tersebut dibuktikan melalui suatu Riset Kesehatan Dasar yang diselenggarakan pada tahun 2007. Riset berbasis komunitas ini dengan kajiannya telah menetapkan 24 indikator yang disajikan menjadi suatu indeks yang pertama kali dapat menggambarkan tingkat kesehatan masyarakat setiap kabupaten/kota di Indonesia. Indeks tersebut adalah Indek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), yang erat hubungannya untuk menilai umur harapan hidup khususnya wilayah kabupaten/kota. Dengan IPKM dapat diketahui bahwa kesenjangan yang terjadi bukan saja antara Daerah Indonesia Bagian Barat dengan Daerah Indonesia Bagian Timur, antara Daerah di Jawa dengan Daerah di Luar Jawa, antara Daerah Kaya dengan Daerah Miskin, Daerah yang memiliki Tenaga Kesehatan yang Cukup dengan Daerah yang memiliki Tenaga Kesehatan terbatas. Kesenjangan juga terjadi di Daerah sesama Jawa, sesama Bagian Timur Indonesia atau sesama Bagian Barat Indonesia, sesama...

Read More